Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bertahun - tahun universitas yg ada di wilayah jawa barat ini jadi pavorit calon mahasiswa baru. Masyarakat indonesia mengakui mutu & kompetensi pendidikan seperti di UNPAD & ITB dari banyak prodi yg di sediakan seimbang. Jaminan kualitas ini tentu jadi pertimbangan para mahasiswa kelak memudahkan mereka masuk dunia kerja.
Pilihan tempat tinggal mahasiswa pun kini semakin beragam, Daerah Cikuda, Cisaladah, Ciseke, & Hegarmanah kerap jadi opsi mahasiswa Unpadyang memilih sederhana selain dekat, banyak juga hunian murah dari mulai sewaan kamar juga rumah. Seperti halnya di daerah lain masalah lain muncul di lingkungan padat seperti ini seperti maling, jambret & lainnya.
Sekarang ada juga hunian untuk mahasiswa yg punya uang lebih & harap lebih nyaman di sediakan apartemen & komplek perumahan elite di dalam nya berisi berisi kasur, lemari, meja belajar, pendharap ruangan, dapur,keran air panas, layanin penatu, internet, sarana kebugaran, kolam renang, balkon, tempat parkir, & sebagainya.
Begitupun dengan tempat layanin kebutuhan manusia pada biasa nya sangat beragam dari mulai warteg hingga mal sekarang ada di sana. Keperluan sehari-hari mahasiswa dapat dipenuhi dari toko-toko yg dibuka warga selain ada 20 minimarket yg saling berdekatan & satu di antaranya buka 24 jam di Jatinangor. Ada beragam restoran,barbershop,toko cuci sepatu, & kedai kopi yg menjamur di sepanjang jalan raya Jatinangor. Kehidupan di Jatinangor tidak sepenuhnya tidur.
Ini menjadikan mahasiswa yg minat ke jatinangor bukan masalah belajar saja, banyak hal lain yg dapat di gali karena ruang - ruang & sarana ciptaan sangat banyak di sana, terbukti dengan banyak nya seniman & grup band yg muncul.
Namun gemerlap kemewahan jatinangor tidak lantas menjadikan indonesia khususnya sumedang jadi baik. Meskipun di sebut kawasan pendidikan, disana masih banyak Sekolah dasar yg sangat kurang tenaga pengajar & kualitas pengajar yg buruk. Masalah lain seperti banjir juga menghantui wilayah ini karena semakin padat tanpa di barengi tata kota yg baik.
Berbanding terbalik dengan apa yg semestinya di cita - citakan oleh adanya pendidikan di indonesia. Jangan tanya dulu apa yg dapat di berikan pada bangsa melihat kenyataan nya di jatinangor masih banyak ketimpangan. Sisten pendidikan di indonesia masih saja paling rendah, segala bentuk tipe pelayanan pada masyarakat masih buruk.
Jangan jauh - jauh dulu kita pergi ke pelosok untuk membuka ruang belajar disana, saya bersama beberapa teman mengerjakan survei di lingkungan kami sendiri & ternyata masih sangat banyak anak - anak tidak dapat mengenyam pendidikan di waktu sekarang meski itu gratis tetapi faktanya tetap pihak sekolah cari cara bagaimana supaya dapat dapat untung dari para murid sudah rahasia umum.
Setelah kami tahu bahwa banyak yg tidak mau sekolah itu karena kalau mereka sekolah dia tidak dapat menolong keluarga mencari nafkah. Ada orang tuanya yg sakit - sakitan tidak dapat kerja, ada yg tidak punya ayah, ada yg tidak punya ibu sehingga harus menggantikan peran ibu menjaga adik & mengerjakan pekerjaan rumah & banyak lagi selain kalau mereka masuk sekolah biasa mereka tetap harus mengeluarkan biaya.
Saya & teman - teman mulai membuka ruang belajar bagi mereka dengan tidak membebankan apapun pada anak - anak ini termasuk beban nilai & jam masuk belajar. Kami sadar tidak dapat memberikan solusi masalah ekonomi kepada mereka paling tidak dengan adanya sedikit pengetahuan yg kita bagi, kelak anak - anak ini tidak tertipu dengan cara hidup masyarakat perkotaan pada biasa nya.
Paling tidak ini cara efektif menurut kami untuk memanfaatkan dana yg kita punya & swadaya dari masyarakat yg peduli dengan apa yg kami lalukan.
Donatur
Secara antropologi anak - anak yg tumbuh di pelosok tantangan nya berbeda, mungkin ada beberapa yg berangkat ke kota akbar tetapi kenyakan yg lain harus lebih maju untuk dapat memberdayakan lingkungan nya yaitu ladang, hutan, sawah, laut. Tentu mereka sangat boleh untuk mendapat pendidikan pada umumnya.
Donatur
Tapi anak - anak yg dekat dengan kita, dengan lingkungan kota, yg lekat dengan birokrasi, rentan kepada eksploitasi, tantangan ini yg kelak akan mereka hadapi di masa dewasa. Contoh nya begini, di daerah masing - masing banyak praktek percaloan dikarenakan mereka tidak tahu apa yg harus merela lakukan, karena banyak nya peraturan di tengah maayarakat perkotaan.
Cita - cita mereka tidak tinggi, yg penting usaha & kerja kerasnya tidak di manfaat kan oleh orang - orang yg lebih berpendidikan diatas mereka. Dengan tulisan ini saya harap dapat membangun pencerahan bersama & peduli akan apa yg terjadi di sekitar kita.
Kami saja kebingungan kalau mendapat bantuan dari politisi atau pemerintah, harua ini lah, harus itu lah, kalau mengganggu proses belajar kami terpaksa tolak & supaya anak - anak tidak berfikir bahwa adanya "transaksi" disini.
Selamat hari pendidikan indonesia
Hari ini 22:29