yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sriyanto (27), warga Dusun Kambengan RT 02 / RW 02, Desa Donorejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang mengaku kaget saat seseorang tiba-tiba menembaknya selama lebih dari empat kali, Senin (26/1/2015) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, peluru itu meleset dan hanya menyerempet di bagian kepalanya.
Saat kejadian itu, dia sedang menggendong putranya, Yoga (4,5) di teras rumahnya. Beruntung peluru yang dimuntahkan dari senjata api laras pendek yang diduga jenis air soft gun itu tidak mengenai tubuhnya dan tubuh putranya. Dua peluru hanya mengenai bagian dinding rumah dan pintu rumahnya.
“Awalnya, ada dua orang berboncengan. Mereka sudah memutar selama dua kali melewati rumah warga. Tiba-tiba satu orang turun dan langsung menembak saya dengan jarak sekitar 3 meter. Anak saya langsung menangis dan istri saya menjerit-jerit,” kata Sriyanto saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya, Selasa (27/1/2015).
Sriyanto merupakan warga sipil yang menjadi korban penembakan dan penganiayaan oknum TNI Magelang. Usai ditembak empat kali dan meleset, Sriyanto yang kuat badannya langsung mengejar pelaku dan satu orang pelaku lain yang membonceng sepeda motor beat merah.
Dia langsung beradu badan dengan orang berambut cepak yang diduga merupakan oknum TNI Magelang dan merebut pistol dari tangan orang tersebut. "Namun, dari belakang ada yang membacok saya beberapa kali. Sampai ada 36 jahitan. Saya sempat dibawa ke RSJ Dr Soerojo Kota Magelang," jelasnya.
Meski bersimbah darah dari kepala, bahu, dan punggung karena sabetan benda tajam jenis samurai, Sriyanto juga kemudian meringkus pelaku pembacokan. Dua pelaku itu kemudian berhasil dilumpuhkannya meski dia dalam kondisi berdarah-darah.
Usai meringkus dua pelaku, warga kemudian ramai-ramai mengamankan pelaku. Ada beberapa warga yang sempat memukul pelaku, sebelum menyerahkan ke Polsek Secang. Sementara, Sriyanto lalu dilarikan ke RSJ Dr Soerojo Kramat, Magelang Utara, Kota Magelang, karena mengalami luka serius karena sabetan samurai, tembakan, dan tergerus aspal.
Pria yang sehari-hari kerja di bengkel karoseri Anugerah itu mengaku tidak mengenal oknum TNI dan satu temannya yang mengaku sebagai tukang ojek tersebut. Dia juga mengaku tidak pernah membuat masalah dengan aparat. Namun, dia mengaku tahu ada oknum TNI tersebut saat menonton leakan sehabis lebaran tiga bulan silam.
“Sekitar bulan September orang itu ikut nonton. Saya kira ada masalah, tapi dengan orang lain. Jadi ini kemungkinan salah sasaran,” papar bapak berputra dua ini.
Saat kejadian itu, dia sedang menggendong putranya, Yoga (4,5) di teras rumahnya. Beruntung peluru yang dimuntahkan dari senjata api laras pendek yang diduga jenis air soft gun itu tidak mengenai tubuhnya dan tubuh putranya. Dua peluru hanya mengenai bagian dinding rumah dan pintu rumahnya.
“Awalnya, ada dua orang berboncengan. Mereka sudah memutar selama dua kali melewati rumah warga. Tiba-tiba satu orang turun dan langsung menembak saya dengan jarak sekitar 3 meter. Anak saya langsung menangis dan istri saya menjerit-jerit,” kata Sriyanto saat ditemui Tribun Jogja di rumahnya, Selasa (27/1/2015).
Sriyanto merupakan warga sipil yang menjadi korban penembakan dan penganiayaan oknum TNI Magelang. Usai ditembak empat kali dan meleset, Sriyanto yang kuat badannya langsung mengejar pelaku dan satu orang pelaku lain yang membonceng sepeda motor beat merah.
Dia langsung beradu badan dengan orang berambut cepak yang diduga merupakan oknum TNI Magelang dan merebut pistol dari tangan orang tersebut. "Namun, dari belakang ada yang membacok saya beberapa kali. Sampai ada 36 jahitan. Saya sempat dibawa ke RSJ Dr Soerojo Kota Magelang," jelasnya.
Meski bersimbah darah dari kepala, bahu, dan punggung karena sabetan benda tajam jenis samurai, Sriyanto juga kemudian meringkus pelaku pembacokan. Dua pelaku itu kemudian berhasil dilumpuhkannya meski dia dalam kondisi berdarah-darah.
Usai meringkus dua pelaku, warga kemudian ramai-ramai mengamankan pelaku. Ada beberapa warga yang sempat memukul pelaku, sebelum menyerahkan ke Polsek Secang. Sementara, Sriyanto lalu dilarikan ke RSJ Dr Soerojo Kramat, Magelang Utara, Kota Magelang, karena mengalami luka serius karena sabetan samurai, tembakan, dan tergerus aspal.
Pria yang sehari-hari kerja di bengkel karoseri Anugerah itu mengaku tidak mengenal oknum TNI dan satu temannya yang mengaku sebagai tukang ojek tersebut. Dia juga mengaku tidak pernah membuat masalah dengan aparat. Namun, dia mengaku tahu ada oknum TNI tersebut saat menonton leakan sehabis lebaran tiga bulan silam.
“Sekitar bulan September orang itu ikut nonton. Saya kira ada masalah, tapi dengan orang lain. Jadi ini kemungkinan salah sasaran,” papar bapak berputra dua ini.
![rock [rock] [rock]](/images/smilies/py/52.gif)