Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Indonesia membelanjakan hampir 19 miliar dollar AS untuk subsidi bahan bakar minyak pada tahun 2011. Namun, subsidi bahan bakar itu lebih menguntungkan rumah tangga kaya daripada mereka yang miskin.
Padahal, masa depan pertumbuhan dan pembangunan Indonesia tergantung pada kemajuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas belanja publik.
"Belanja yang efektif untuk infrastruktur dan pendidikan, serta upaya memperbaiki iklim bisnis akan dapat mendorong rata-rata pertumbuhan Indonesia mencapai 7 persen atau bahkan lebih tinggi," kata Ekonom Utama bunk Dunia, Shubham Chaudhurl, Rabu (4/4/2012), di Jakarta.
Sekitar 40 persen dari manfaat langsung subsidi BBM dinikmati 10 persen rumah tangga terkaya. Hal ini menunjukkan perlu pengalihan belanja ini untuk kebutuhan pembangunan yang lebih mendesak, yakni meningkatkan mutu pendidikan, jaring pengaman sosial, memperbaiki infrastruktur, area lain yang dapat merangsang pertumbuhan.