• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Subsidi BBM 2015 Dipatok Rp 276 Triliun

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ftrsS.jpg
Rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dalam sidang Banggar, di Jakarta, Senin (22/9/2014) memutuskan alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) 2015 Rp 276 triliun.

Jumlah itu terbagi menjadi subsidi untuk premium dialokasikan sebesar Rp 108,3 triliun, minyak tanah Rp 6,1 triliun, dan solar sebesar Rp 80,2 triliun. Sementara itu subsidi LPG 3 kilogram dianggarkan Rp 55,1 triliun.

Pemerintah juga memberikan subsidi untuk biodisel Rp 1.500 per liter dan bioethanol Rp 2.000 per liter , serta LGV Rp 4,2 miliar, sehingga total subsidi menjadi sebesar Rp 276 triliun.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edy Hermantoro menuturkan, subsidi yang dikeluarkan pemerintah lebih hemat Rp 14,6 triliun. Sebelumnya, dalam usulan yang diajukan ke Banggar, subsidi BBM diusulkan sebesar Rp 280,6 triliun. Adapun, dalam APBN Perubahan 2014, subsidi BBM yang dianggarkan pemerintah mencapai Rp 291,2 triliun. Sehingga terdapat selisih sebesar Rp 10,5 triliun.

"Dari APBN-P 2014 menjadi Rancangan APBN 2015, akhirnya selisihnya Rp 10 triliun. Kemudian dari pihak Banggar meminta diefisienkan lagi. Nah kita efisienkan lagi, tadi ada tambahan Rp 4 triliun," kata Edy ditemui usai sidang Banggar.

Efisiensi tersebut, sebut Edy, berasal dari efisiensi MOPS, yakni acuan pembelian atau impor premium, kerosin, dan solar. Meski anggaran subsidi BBM lebih rendah dari yang diusulkan, namun kuota subsidi sama dengan yang disekapati dalam Panja di Komisi VII DPR, yakni sebanyak 46 juta kiloliter.

Sebagai informasi, dalam APBN 2015 disepakati volume Premium sebanyak 29,48 juta kiloliter, volume minyak ranah 850.000 kiloliter, sementara solar 15,67 juta kiloliter. Pemerintah juga mengalokasikan subsidi untuk LPG 3 kilogram sebanyak 5,76 juta kiloliter.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.