• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Suatu Hari di Rumah Rasulullah SAW

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
Semalam gak sengaja bongkar-bongkar buku.. dan menemukan buku yang sangat bagus.. dan aku mau berbagi isinya dengan kalian..
judul bukunya.. "SUATU HARI DI RUMAH RASULULLAH SAW". Buku ini membuat kita jadi lebih mengenal Rasulullah lebih dekat.. walau dari hal-hal yang ringan. di thread ini, aku akan ambil intinya aja.
yuk, mulai..

SIFAT-SIFAT RASULULLAH SAW

Dari Al Bara' bin Azib r.a berkata..
"Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus wajahnya, paling baik akhlaknya, tidak terlalu tinggi dan tidak pendek." (HR. Bukhari)
Beliau juga berkata..
"Badan Nabi SAW sedang, bidang antara kedua bahunya, rambut Beliau sampai ke anak telinganya, aku melihat Beliau memakai jubah merah, di mana aku tidak pernah melihat yang lebih bagus dari itu." (HR. Bukhary)
Dari Abu Ishak As Sabi'i berkata: ada seorang yang bertanya kepada Al Bara' bin Azib:
"Adakah wajah Rasulullah SAW seperti pedang? Beliau berkata: tidak, akan tetapi seperti bulan." (HR. Bukhari)
Dari Anas r.a. Beliau berkata:
"Aku tidak pernah menyentuh dengan tanganku selain kain sutera atau lainnya, yang lebih halus dari tangan Rasulullah SAW, dan aku tidak pernah mencium wewangian yang lebih wangi dari aroma Rasulullah SAW." (Muttafaq Alain).
Di antara sifat Rasulullah SAW adalah bahwa Beliau pemalu, sehingga Abu Said Al Khudri berkata tentang Beliau:
"Beliau lebih pemalu dari pada gadis pingitan, apabila Beliau melihat sesuatu yang tidak Beliau sukai, maka kami bisa melihat dari raut wajahnya." (HR. Bukhari)
Ini adalah sekilas sifat Rasulullah SAW baik dari segi jasmani mau pun akhlak Beliau, sungguh Allah telah menyempurnakan ciptaan dan akhlak Rasulullah SAW.

bila sekiranya mau mengkoreksi dan menambahkan.. sangat dipersilahkan..
 
Kaya pernah baca, tapi dimana ya?

btw, nice trit... rated. :-bd
 
judul bagus.....
banyak kisah dengan judul ini, lho.... :) "Suatu Hari di Rumah Rasulullah SAW"

kalo bisa di update dengan kisah yg lain, lebih menarik lagi..... ;)
keep posting teh..
 
TUTUR KATA RASULULLAH SAW

Setelah melihat Rasulullah SAW dan sebagian sifatnya, marilah kita melihat tutur katanya, bagaimana sifatnya dan bagaimana cara Beliau bertutur kata. Mari kita mendengarkan sebelum Rasulullah SAW berbicara. Dari Aisyah r.a berkata:
"Rasulullah SAW tidak pernah berbicara cepat seperti kalian, akan tetapi Beliau berbicara dengan jelas, siapa yang duduk di sampingnya, maka ia akan menghafalnya." (HR. Abu Daud)
Beliau adalah orang yang lembut, suka jika bicaranya dipahami, di antara perhatian Beliau terhadap umatnya adalah Beliau memperhatikan perbedaan di antara orang, dan tingkat pemahaman mereka, ini menuntut seseorang menjadi penyabar.
Dari Aisyah r.a. beliau berkata:
"Perkataan Rasulullah SAW jelas dipahami oleh setiap yang mendengarnya." (HR. Abu Daud)
Perhatikan kelembutan Rasulullah SAW dan kesabarannya ketika Beliau mengulangi perkataannya agar bisa dipahami.
Dari Anas bin Malik r.a berkata:
"Rasulullah mengulangi kata-katanya tiga kali agar bisa dipahami." (HR. Bukhary)
Beliau bersikap ramah kepada orang dan menenangkan orang yang merasa takut, karena sebagian orang merasa takut dan segan.
Dari Ibnu Mas'ud r.a berkata: ada seseorang yangn datang kepada Nabi SAW, lalu Rasulullah SAW berbicara dengannya, tiba-tiba ia gemetar, maka Rasulullah SAW berkata padanya:
"Tenanglah, karena aku bukan raja, aku hanyalah seorang anak wanita yang pernah makan dendeng." (HR. Ibnu Majah)
jadi ingat.. di kota tempatku tinggal, ada seorang yang dianggap tinggi derajatnya, karena memiliki sebutan "Kyai". Saking terhormatnya.. orang yang bicara ama dia, harus sopaaan sekaliii, dan sambil berlutut.. sungguh tidak mencerminkan seorang Kyai, ya.. padahal, Nabi Muhammad aja, sebagai seorang pria pilihan langsung dari Allah gak sampe segitunya :)
 
DI DALAM RUMAH RASULULLAH SAW

Para sahabat telah mengisahkan kepada kita tentang rumah ini, prabot-prabotnya, dan lain-lain.
Kita tau, bahwa kita bukan hanya ingin tau rumah dan kamar-kamar Beliau, akan tetapi untuk mengambil contoh tauladan dari apa yang kita lihat di dalam rumah ini. Pondasinya adalah tawadhu'. Modal utamanya adalah iman.. dinding-dindingnya sepi dari gambar-gambar yang bernyawa, yang banyak dipasang di dinding oleh orang sekarang. Rasulullah SAW bersabda:
"Malaikat tidak mau masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar." (Muttafaq Alaih)
Kemudian lepaskan pandanganmu, agar engkau melihat sebagian apa yang pernah dipakai oleh Rasulullah SAW dalam kesehariannya.
Dari Tsabit, Beliau berkata: "Anas bin Malik memperlihatkan cangkir kepada kami yang terbuat dari kayu, kasar dan terpatri dengan besi, ia berkata: "Wahai Tsabit, ini adalah cangkir Rasulullah SAW." (HR. Tirmidzi)
"Beliau menggunakannya untuk minum air dan nabidz (madu dan susu)." (HR. Tirmidzi)
"Dari Anas r.a. bahwa Rasulullah bernafas tiga kali ketika minum." (Muttafaq Alaih)
Maksudnya, Beliau bernafas di luar bejana.
Dan Beliau melarang bernafas di dalam bejana, atau meniup di dalamnya. (HR. Tirmidzi)
Ada pun baju besi yang pernah dipakai oleh Rasulullah SAW di waktu berjihad dalam berbagai peperangan Beliau, dan di hari-hari sulit, barangkali sekarang sudah tidak ada lagi di rumah Beliau, karena Rasulullah SAW telah menggadaikannya kepada salah seorang yahudi sebab Beliau telah berhutang tiga puluh sha' gandum untuk nafkah keluarga Beliau, sebagaimana dikatakan oleh Aisyah r.a. (Muttafaq Alaih) hingga Rasulullah SAW meningngal, baju besinya masih berada di tangan orang Yahudi tersebut.
Rasulullah SAW tidak pernah membuat kaget keluarganya dengan datang ke rumah secara tiba-tiba untuk mencari kesalahan mereka, akan tetapi, Beliau pulang kepada keluarganya dengan memberi tau lebih dahulu atas kedatangannya, dan Beliau mengucapkan salam kepada mereka. (zadul Ma'ad 2/381)
Perhatikan baik-baik hadis Rasulullah SAW yang berikut ini:
"Berbahagialah orang yang diberi petunjuk masuk Islam, sedangkan kehidupannya bersahaja dan merasa cukup." (HR. Tirmidzi)
Dengarkan baik-baik hadis yang lain.
"Barang siapa yang masuk waktu pagi dengan merasa aman di rumahnya, sehat badannya, mempunyai makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia dan seisinya." (HR. Tirmidzi)
 
SANAK KERABAT​

Kesetiaan Nabi umat ini dalam bersilaturrahim tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dalam masalah ini Beliau merupakan manusia yang paling sempurna, sehingga orang-orang kafir Quraisy memuji Beliau dalm memberinya gelas "As-Shadiq al Amin" (pembenar, penjujur) sebelum Beliau diutus menjadi Nabi. Sedangkan Khadijah mengatakan kepada Beliau: "Sesungguhnya engkau bersilaturrahim dan jujur dalam berkata."
Beliau telah menunaikan hak yang paling agung, dan kewajiban yang paling besar. Beliau berziarah kepada ibunya yang telah meninggalkan Beliau, ketika berusia tujuh tahun.
Abu Hurairah r.a berkata: "Nabi SAW berziarah ke kubur ibunya, lalu Beliau menangis dan menjadikan orang-orang di sekelilingnya menangis, Beliau bersabda:
"Aku minta izin kepada tuhanku untuk memohonkan ampunan untuk ibuku, namun aku tidak diberi izin. dan aku minta izin berziarah ke kuburnya, maka aku diberizi izin. Maka berziarah kuburlah, karena ia mengingatkan kepada kematian." (HR. Muslim).
Perhatikan kecintaan Beliau terhadap kerabatnya, dan semangat Beliau berdakwah kepada mereka, agar mereka mendapat petunjuk, untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Beliau telah mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hal ini.
Dari Abu Hurairah r.a berkata tatkala turun ayat:
"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." (QS. As Syu'ara: 214)
Rasulullah SAW memanggil bangsa Quraisy, lalu mereka berkumpul, kemudian Beliau memanggil mereka semua baik secara umum mau pun secara khusus dan berkata:
"Wahai bani Abd Syams, waha bani Ka'ab bin Lu'ay, wahai bani Murrah bin Ka'ab. selamatkan dirimu dari neraka. wahai bani Abd Manaf, selamatkan dirimu dari neraka. wahai bani Abdul Mutthalib, selamatkan dirimu dari neraka, wahai Fatimah, selamatkan dirimu dari neraka, aku tidak bisa menjamin kalian, kecuali kalian hanya punya hubungan kerabat, saya akan tetap menyambungnya di dunia." (HR. Muslim).
Rasulullah SAW tidak pernah bosan dan kendor berdakwah kepada pamannya Abu Thalib, Beliau selalu berdakwah padanya berulang kali, sampai ketika ia menjelang wafat, Rasulullah SAW datang kepadanya: tatkala Abu Thalib menjelang wafat, Rasulullah SAW masuk menemuinya, di sisinya ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, Beliau berkata:
"Wahai Paman! Ucapkan: Laa.. ilaa.. ha illallah.. satu kata yang bisa ku jadikan bukti di sisi Allah, maka Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata: wahai Abu Thalin, apakah engkau akan meninggalkan agama Abdul Mutthalib? Keduanya terus berbicara kepadanya hingga kata terakhir yang ia katakan kepada mereka adalah, bahwa ia tetap pada agama Abdul Mutthalib."
Maka Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagimu, selama aku tidak dilarang."
Maka turunlah ayat:
"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang0orang musyrik, walau pun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasannya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam." (QS. At Taubah: 113)
Dan turun ayat:
"Sesungguhnya engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).
Rasulullah SAW mengajaknya masuk Islam di masa ia hidup berulang kali, dan pada saat-saat akhir hayatnya, kemudian disambung dengan permohonan ampun baginya karena bakti dan kesayanjgan Beliau, hingga turun ayat, maka Beliau mendengarkan dan mentaati, lalu berhenti mendoakan kerabatnya yang musyrik. Ini merupakan salah satu contoh agung, dari kesayangan Beliau kepada umat, kemudian selain itu merupakan salah satu contoh loyalitas kepada agama ini, serta berlepas diri dari orang-orang kafir dan musyrik, walaupun mereka sanak kerabatnya.
Nabi telah datang kepada kami setelah putus asa dan lama. Tidak diutus rasul, sedangkan berhala disembah di muka bumi. Maka Beliau menjadi pelita yang bersinar dan memberi petunjuk.
Memancar seperti kilauan pedang yang putih. Beliau mengancam kami dengan neraka dan menjanjikan surga.
Dan mengajarkan kami Islam, maka puji syukur kepada Allah.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.