• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Suara Hati Dikejar Usia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Manusia ditakdirkan berpasangan, tak heran banyak yg berlomba-lomba mencari tambatan hati walaupun acap kali alami patah hati. Kenyataannya memang sedikit susah, tak seperti begitu mudahnya sumpah serapah terucap oleh kekasih yg hilang ditelan bumi. Saat sebuah hubungan putus, sekuat jiwa raga untuk bergegas menjauh dari relationship yg sudah kandas, beranjak untuk menatap hari esok meski hati masih serasa pelik.

Suara Hati Dikejar Usia

Sekadar perspektif dari perempuan yg masih aktif mengais rejeki (bekerja) sembari berharap ada insentif di akhir bulan meskipun itu fluktuatif. Terlahir & akbar dalam keluarga pas-pasan seperti jadi alasan klasik harus kerja keras, menuntut tak boleh letih untuk menggapai apa yg harap direngkuh. Jangan pernah kalah dengan keadaan dicoba jadi kebiasaan, seraya menuntun pribadi ini untuk tak cepat berpuas diri. Sering kali otak alami overclock guna mencari jalan mencapai target penjualan yg terkadang seperti tak mau diajak kompromi.

Kegigihan & koneksi dalam hal pekerjaan serasa jadi kunci, atas hasil & pengakuan yg pernah menghampiri. Namun dibalik gegap gempita pencapaian, ada satu hal yg terkadang menimbulkan kekhawatiran, menghuni di otak & terus mengejar perasaan. Tak lagi soal pekerjaan & bukan pula tentang seberapa banyak jumlah tabungan, tapi. usia. Yes!, umur. Banyak mereka yg beropini usia itu sebatas angka, bukan lagi soal berapa umur tetapi apa yg sudah kita lakukan mengisi waktu-waktu itu.

OK Fine, Age is Just a Number. Nyatanya, justru satu mengatakan sakti inilah yg sanggup memberi serangan berupa kegalauan hingga berujung buntu.

Undangan & Form Survey seakan dua hal yg sepakat jadi alat pengingat, akan cita & tujuan hidup yg hingga detik ini tak kunjung tamat. Undangan (pesta pernikahan) yg terkadang memanggil rasa iba pada diri sendiri, serta formulir survey yg membawa ingatan akan usia. Jelas kepikiran! Pada posisi wanita yg sudah melewati ambang usia 35 & berstatus masih single, memiliki beban tersendiri baik di lingkungan keluarga atau pertemanan. Kapan Nikah? tak lagi jadi nyinyiran yg datang saat lebaran, serasa sudah kenyang dengan pertanyaan itu tatkala arisan keluarga ataupun celoteh orang tua saat berbicara di sambungan telepon.

Bukanlah cemoohan label Perawan Tua yg jadi ketakutan, tetapi beberapa hal yg jadi konsekuensi ketika menikah di usia matang. Salah satunya adalah bersumber informasi yg ku baca, bahwa sejalan dengan bertambahnya umur menjadikan jumlah sel telur serta kualitas sel telur pun akan menurun. Penurunan tingkat kesuburan di atas usia 35 tahun akan berlangsung cepat. Kabarnya hal tersebut dapat menjadikan wanita lebih sulit untuk hamil di atas usia 35 tahun. Selain itu, hamil di atas usia 35 tahun juga rentan menciptakan seorang wanita mengalami keguguran.

Belum lagi, di usia sekarang ini pun juga harus berlomba dengan kompetitor, yakni sesama kaum hawa . Persaingan sesama wanita dalam memikat lawan tipe pun semakin ketat, pasalnya per tahun 2020 jumlah penduduk perempuan di Indonesia sebanyak 133,54 juta orang, atau 49,42 persen dari penduduk Indonesia. Dengan mengatakan lain, ada 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Indonesia pada 2020.

Sekarang diri ini cuma dapat berserah, berusaha, & sekaligus menikmati predikat berstatus jomblo. Entah saya yg terlalu sibuk kerana urusan kerja hingga lupa soal asmara, mungkin keterbatasan diri ini menjadikan Dia enggan mendekat, atau memang Sang Pencipta belum berkehendak untuk pertemukan dengan teman masa depan.

Hanya dapat berharap, semoga Dia yg kelak jadi imamku adalah paling terbaik dari yg terbaik.
emoticon-Big Kiss






Hari ini 02:39
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.