yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Laporan PBB tentang korupsi di Afganistan menunjukkan, penduduk negara itu membayar suap dua kali lebih besar dibanding jumlah pendapatan pajak dalam negeri tahun lalu.
Laporan yang disusun oleh PBB dan Unit Antikorupsi Afganistan menunjukkan, jumlah suap yang dibayar tahun lalu meningkat pesat dan mencapai 3,9 miliar dollar AS.
"Dengan adanya korupsi berarti sektor publik tidak mendapatkan yang terbaik, tetapi mendapat pihak-pihak yang mempunyai koneksi terbaik atau mereka yang mempunyai pendapatan lebih besar," kata utusan PBB Jean-Luc Lemahieu dalam konferensi pers di Kabul, Kamis (27/2/2013).
Menurut laporan, jumlah keseluruhan suap di Afganistan tahun lalu meningkat 40 persen dibanding periode tiga tahun sebelumnya menjadi 3,9 miliar dollar AS.
Warga menerima
Angka itu, kata Lemahieu, dua kali lebih besar dibanding jumlah pendapatan yang diterima pemerintah untuk menyediakan pelayanan umum.
Dia menambahkan, banyak warga miskin tidak mampu membayar suap sehingga mereka tidak mendapat akses pelayanan umum atau tidak mampu bersaing memperebutkan lowongan di kantor-kantor pemerintah.
Sekitar separuh penduduk Afganistan menyuap pejabat pemerintah untuk mendapatkan pelayanan umum. Data didapat dari hasil wawancara tahun lalu terhadap 6.700 orang dewasa di sejumlah daerah.
Penelitian juga mengungkap bahwa masyarakat semakin menerima praktik korupsi.
Hampir 70 persen orang yang disurvei mengatakan, adalah hal yang bisa diterima bagi seorang pegawai negeri untuk menerima suap guna menambah pendapatan.