• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Suami Kerempeng Disiksa Istri Tinggi Besar

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Senin, 3 November 2008 | 03:15 WIB

TEHERAN, SENIN — Suami yang satu ini mungkin bisa menjadi bagian dari sinetron Suami-suami Takut Istri. Harian Etemad, terbitan Teheran, Iran, Sabtu (1/11), melaporkan, seorang pria mengajukan cerai ke pengadilan. Namun, dalam gugatan itu, sang suami yang tidak menyebutkan namanya itu juga meminta perlindungan pengadilan dari ancaman sang mantan istri.

Rupanya permintaan yang terakhir itu serius karena memang sang istri yang hendak diceraikannya ini berbadan besar dan tegap. Sang suami sering diancam dan dituduh selingkuh saat pulang ke rumah setiap malam.

”Saya hanya seorang pekerja kebersihan di hotel dan selalu pulang ke rumah pada malam hari. Namun, istri saya menuduh saya berbuat yang lain-lain seusai jam kerja,” ujar Behrouz, nama depan sang suami, seperti dikutip Etemad. ”Setiap kali saat tiba di rumah, istri saya yang tinggi dan besar selalu memukuli saya,” ujar Behrouz yang memang punya tubuh kerempeng.

Kepada hakim, Behrouz, seperti dikutip Etemad, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin lagi pulang ke rumahnya dan meminta pengadilan agar bisa membantu dirinya agar tidak disiksa istrinya lagi.

Hakim berniat memanggil sang istri ke pengadilan untuk menyampaikan pendapatnya sebelum hakim memutuskan permohonan cerai dari Behrouz. Jangan sampai Behrouz sengaja meminta perlindungan pengadilan agar lolos dari kewajiban membayar tunjangan bagi keluarganya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.