Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
NEW DELHI,SENIN-Upacara kremasi di Kasdol, 125 kilometer dari Raipur, ibu kota Negara Bagian Chhattisgarh, India, menjadi histeris.
Saat keluarga yang berduka meninggalkan kobaran api di tepian Sungai Shivnath yang membakar tubuh sang suami, mendadak Lalmati Verman (71) melompat ke kobaran api. ”Dia dengan cepat menjadi abu,” ujar BR Mandawi, polisi di Kasdol.
Verman melakukan ”sati”, yakni istri yang setia sehidup semati dengan suaminya. Tiga putranya yang ada di sana tidak menyadari niat ibu mereka. ”Sati” sudah dilarang sejak penjajahan Inggris di India tahun 1829. India memperketat ”sati” tahun 1987 saat seorang perempuan muda melompat ke kobaran api yang membakar tubuh suaminya.(afp/reuters/ppg)
Sati atau 'mesatya' di Bali, yang secara formal telah dihapus pelaksanaannya di seluruh dunia, oleh karena dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan martabat manusia.
Ga tahu deh itu istri, masuk surga apa neraka...
Semestinya dia harus bersifat ikhlas, sebab akan mempermudah jalan pulangnya sang suami. Bila kita muslim ini sudah bisa dikatakan kafir..