Orang yang suka makan tomat mungkin memiliki resiko lebih rendah untuk terserang stroke, demikian hasil satu studi di Finlandia.
Para peneliti yang hasil kajian mereka tampil di jurnal Neurology mendapati dari lebih 1.000 orang tua yang mereka teliti, orang dengan kadar antioxidant lycopene yang relatif tinggi di dalam darah mereka memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terserang stroke selama dua belas tahun ke depan.
Lycopene adalah bahan kimia yang memberi warna merah pada makanan seperti tomat, cabe merah, semangka dan pepaya. Bagi kebanyakan orang, tomat dan produk tomat adalah sumber lycopene yang jauh lebih besar pada makanan.
Lycopene adalah "antioksidan yang ampuh", kata pemimpin peneliti Jouni Karppi, peneliti di University of Eastern Finland di Kuopio. Itu berarti zat tersebut membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang akhirnya dapat mengarah kepdaa penyakit.
Penelitian laboratorium juga menunjukkan lycopene membantu memerangi radang dan pembekuan darah, dan mungkin lebih baik dalam proses tersebut dibandingkan dengan antioksidan lain.
Para peneliti yang hasil kajian mereka tampil di jurnal Neurology mendapati dari lebih 1.000 orang tua yang mereka teliti, orang dengan kadar antioxidant lycopene yang relatif tinggi di dalam darah mereka memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terserang stroke selama dua belas tahun ke depan.
Lycopene adalah bahan kimia yang memberi warna merah pada makanan seperti tomat, cabe merah, semangka dan pepaya. Bagi kebanyakan orang, tomat dan produk tomat adalah sumber lycopene yang jauh lebih besar pada makanan.
Lycopene adalah "antioksidan yang ampuh", kata pemimpin peneliti Jouni Karppi, peneliti di University of Eastern Finland di Kuopio. Itu berarti zat tersebut membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang akhirnya dapat mengarah kepdaa penyakit.
Penelitian laboratorium juga menunjukkan lycopene membantu memerangi radang dan pembekuan darah, dan mungkin lebih baik dalam proses tersebut dibandingkan dengan antioksidan lain.