Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.273
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Striker Bristol jadi sasaran kekerasan rasial.
Pemain Bristol City Famara Diedhiou (merah) berebut bola dengan pemain Queens Park Rangers Eberechi Eze. REUTERS/ Action Images/Adam Holt.
Jakarta (ANTARA) - Striker Bristol City, Famara Diedhiou, jadi target kekerasan rasial di dalam jaringan (daring) setelah gagal mengeksekusi penalti saat timnya kalah 0-1 oleh Swansea City dalam pertandingan Championship (liga Inggris tier kedua), Sabtu.
Connor Roberts memberi Swansea keunggulan saat berakhirnya babak perdana sebelum Diedhiou (27) gagal menyamakan kedudukan saat tendangannya pada menit ke-69 dari titik penalti melambung di atas gawang.
Setelah pertandingan, pemain nasional Senegal itu memposting tangkapan layar pesan dengan tiga emoji pisang, yg ia terima dari seseorang melalui Twitter. Diedhiou berkomentar, "Mengapa??"
"Kami mendukung Famara Diedhiou & siapa pun yg sudah mengalami rasisme dalam bentuk atau wujud apapun. Tidak ada alasan atau pembenaran untuk perilaku menjijikkan ini," pernyataan Bristol dalam unggahan di Twitter.
Insiden yg menimpa Diedhiou terjadi tidak lama setelah pemain Crystal Palace Wilfried Zaha & pemain Sheffield United David McGoldrick jadi target tindakan serupa pada media sosial.
Baca juga: Neville: sepak bola harus bikin lompatan akbar untuk lawan rasisme
Baca juga: Schalke didenda 50 ribu euro akibat sorakan rasial suporter
Baca juga: Guardiola dukung pemain Man City "walk-out" sikapi pelecehan rasial
Baca juga: Lukaku desak sepak bola Italia untuk ambil tindakan soal rasialisme
Berita diatas dikutip dari internet, jika Striker Bristol jadi sasaran kekerasan rasial adalah spam, mohon beritahu kami.
Pemain Bristol City Famara Diedhiou (merah) berebut bola dengan pemain Queens Park Rangers Eberechi Eze. REUTERS/ Action Images/Adam Holt.
Jakarta (ANTARA) - Striker Bristol City, Famara Diedhiou, jadi target kekerasan rasial di dalam jaringan (daring) setelah gagal mengeksekusi penalti saat timnya kalah 0-1 oleh Swansea City dalam pertandingan Championship (liga Inggris tier kedua), Sabtu.
Connor Roberts memberi Swansea keunggulan saat berakhirnya babak perdana sebelum Diedhiou (27) gagal menyamakan kedudukan saat tendangannya pada menit ke-69 dari titik penalti melambung di atas gawang.
Setelah pertandingan, pemain nasional Senegal itu memposting tangkapan layar pesan dengan tiga emoji pisang, yg ia terima dari seseorang melalui Twitter. Diedhiou berkomentar, "Mengapa??"
"Kami mendukung Famara Diedhiou & siapa pun yg sudah mengalami rasisme dalam bentuk atau wujud apapun. Tidak ada alasan atau pembenaran untuk perilaku menjijikkan ini," pernyataan Bristol dalam unggahan di Twitter.
Insiden yg menimpa Diedhiou terjadi tidak lama setelah pemain Crystal Palace Wilfried Zaha & pemain Sheffield United David McGoldrick jadi target tindakan serupa pada media sosial.
Baca juga: Neville: sepak bola harus bikin lompatan akbar untuk lawan rasisme
Baca juga: Schalke didenda 50 ribu euro akibat sorakan rasial suporter
Baca juga: Guardiola dukung pemain Man City "walk-out" sikapi pelecehan rasial
Baca juga: Lukaku desak sepak bola Italia untuk ambil tindakan soal rasialisme
Berita diatas dikutip dari internet, jika Striker Bristol jadi sasaran kekerasan rasial adalah spam, mohon beritahu kami.