yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Metrotvnews.com: Seseorang akan lebih berorientasi pada hasil yang positif untuk mengambil keputusan dalam keadaan tertekan (stres). Itu merupakan hasil penelitian Mara Mather dan Nichole R. Lighthall dari University of Southern California Amerika.
"Ini mengejutkan bahwa stres membuat orang fokus agar segala sesuatu berjalan benar," kata Mather seperti dikutip dari psychologicalscience.org.
Mather mengatakan, keadaan tertekan umumnya terkait dengan perasaan negatif, sehingga cenderung menghasilkan keputusan negatif pula. Namun, menurut penelitian Mather dan Lighthall, seseorang dalam kondisi stres akan memberikan perhatian lebih terhadap informasi positif dan mengurangi informasi negatif.
"Tampaknya stres membantu orang belajar dari umpan balik positif dan menghalangi untuk belajar dari umpan balik negatif," kata Mather.
Mather mengatakan, orang yang stres memiliki paksaan untuk mendapatkan penghargaan dan tidak mampu mengingkarinya. Namun, tingkat pengambilan risiko ketika stres pada laki-laki berbeda dengan perempuan.
Seorang laki-laki, menurut Mather, mempunyai keinginan lebih untuk mengambil risiko ketika sedang stres. Sedangkan perempuan cenderung lebih konservatif mengambil risiko.
"Seberapa banyak pengalaman stres yang Anda alami, agaknya berdampak pada cara Anda membuat keputusan," kata Mather.
metrotvnews.com
"Ini mengejutkan bahwa stres membuat orang fokus agar segala sesuatu berjalan benar," kata Mather seperti dikutip dari psychologicalscience.org.
Mather mengatakan, keadaan tertekan umumnya terkait dengan perasaan negatif, sehingga cenderung menghasilkan keputusan negatif pula. Namun, menurut penelitian Mather dan Lighthall, seseorang dalam kondisi stres akan memberikan perhatian lebih terhadap informasi positif dan mengurangi informasi negatif.
"Tampaknya stres membantu orang belajar dari umpan balik positif dan menghalangi untuk belajar dari umpan balik negatif," kata Mather.
Mather mengatakan, orang yang stres memiliki paksaan untuk mendapatkan penghargaan dan tidak mampu mengingkarinya. Namun, tingkat pengambilan risiko ketika stres pada laki-laki berbeda dengan perempuan.
Seorang laki-laki, menurut Mather, mempunyai keinginan lebih untuk mengambil risiko ketika sedang stres. Sedangkan perempuan cenderung lebih konservatif mengambil risiko.
"Seberapa banyak pengalaman stres yang Anda alami, agaknya berdampak pada cara Anda membuat keputusan," kata Mather.
metrotvnews.com