• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

STRATEGI STRATEGI MENCAPAI KEKAYAAN

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
STRATEGI STRATEGI MENCAPAI KEKAYAAN




.
.
.
Menurut Robert T Kiyosaki ada disparitas dari pola cara mengelola keuangan si miskin, si kelas menengah sama si kaya. Si miskin begitu dapat income dari hasil kerjanya dia langsung habis di pengeluaran nya.
.
Sedangkan si kelas menengah begitu dapat income hasil dari kerja nya langsung lari ke Liabilitas. Btw liabilitas adalah pengeluaran dari aset yg tidak menghasilkan. Seperti cicilan mobil, cicilan motor, hp, kulkas, tv, dsb nya. Artinya si kelas menengah fokus ke gaya hidup dari sana semua hasil kerjanya habis untuk pos liabilitas ini
.
Si kaya begitu dapat income dari hasil kerja nya dia langsung lari ke aset. Aset yg berkembang atau bertumbuh atau bahkan menghasilkan cashflow (pemasukan) lagi. Sehingga dari cashflow ini lari lagi ke pos pembelian aset baru. Dengan terus bertambah nya aset dari waktu ke waktu maka otomatis suatu saat akan terus menggulung jadi akbar maka akan cepat si kaya terus makin kaya. Dan mencapai finansial Freedoom.
.
Finansial freedom adalah dimana ketika seseorang mendapatkan pemasukan (income) tanpa harus kerja lagi. Bahkan gaya hidup mewah pun sudah dapat tercover dengan aset aset yg menghasilkan cashflow (income) lagi
.
Nah sekarang ini versi saya untuk membangun kekayaan yg dimana hal ini sedang di praktekkan dalam hidup saya
.
Saya tidak tertarik dengan strategi kaya ala Robert T Kiyosaki. Mungkin diantara Anda tertarik mengikuti nya silahkan. Tapi ini cara saya yg terapkan dalam strategi pengelolaan keuangan pribadi
.
Income dari hasil kerja, saya langsung masuk post pengembangan diri. Maksudnya ini post saya dedikasikan pengeluaran untuk membangun jaringan. Misalnya saya ikut banyak seminar untuk melebarkan sosial networking saya. Supaya saya dapat kenal dengan orang orang yg memiliki passion yg sama tentang bisnis maupun investasi. Jadi tujuan saya ikut seminar bukan untuk belajar ilmu nya doang. Tapi dibalik itu saya harap kenal & berteman sebanyak mungkin orang atau komunitas komunitas yg memiliki passion yg sama
.
Selanjutnya saya siapkan danang darurat sebagai cover sedapat mungkin tiap bulan terus bertambah.

Para pakar keuangan biasanya danang darurat ini dipakai semisal untuk keperluan mendadak atau tidak terduga. Kalau semisal nya tiba tiba sakit sudah gak kerja lagi.
.
Tapi saya pakai danang darurat ini sebagai cover untuk backup danang kebutuhan dasar sewaktu-waktu kalau ada peluang bisnis.
.
Saya fokus rintis bisnis kalau ada danang yg nganggur saya sudah gak bingung lagi pake danang campur campur dengan uang bisnis. Apalagi usaha baru jalan langsung rame atau langsung mendapat keuntungan akbar itu sangatlah sulit.
.
Saya belajar dari pengalaman sebelumnya. Nabung ketika terkumpul danang langsung pake bisnis habis tanpa di sisain Untuk kebutuhan pribadi makan & kosan. Semuanya dibebanin ke usaha, ya pada akhirnya jadi gak fokus. Karena berharap dapat untung akbar diawal butuh untuk kebutuhan pokok akhirnya bisnis gak jalan. Uang habis & sebulan langsung tutup akhirnya balik lagi kerja. Gitu aja terus siklusnya.
.
Sedangkan kalau saya punya danang cover minimal dapat mengcover kebutuhan selama 6 bulan saya dapat fokus untuk jalanin usaha. Gak Untung pun saya terima Karena toh kebutuhan dasar makan, Untuk kost dllnya masih ada.
.
danang darurat ini kalikan saja pengeluaran bulanan Anda berapa. Misalnya sebulan 3 jt kali 6 bulan berarti danang darurat 18 jt itu untuk mengcover kehidupan anda selama 6 bulan seandainya anda bangun bisnis baru belum dapat menguntungkan. Bahkan cenderung minus pun gak usah khawatir karena anda masih aman.
.
Post selanjutnya income saya lari ke danang untuk bangun bisnis baru atau usaha baru. Artinya saya akan terus nabung sebanyak mungkin di post ini dikumpulin ketika ada peluang usaha langsung eksekusi. Saya gak pernah berfikir apakah bisnis ini akan gagal. Pokoknya kalau gagal pun saya dapat keuntungan yaitu belajar langsung dari praktik-praktik. Dan ada banyak usaha baru yg saya bangun kemudian tutup karena gagal.
.
Saya sadar dari sebelumnya sebelum nya bahwa bangun bisnis usaha itu gak mudah & gak gampang. Ada banyak faktor-faktor kegagalan kegagalan nya. Terutama minim nya pengalaman & jam terbang itu sangat berpengaruh
.
Nah saya punya cita cita. Kalau nanti sukses mengembangkan bisnis atau usaha sudah dapat menguntungkan. Income dari bisnis ini larinya ke post investasi. Beliin aset aset yg menghasilkan lagi cash flow
.
Jadi kenpa dari awal saya gak terlalu fokus beli aset, atau fokus ke investasi. Pertama saya bukan tipe orang yg sabaran. Artinya kalau seandainya saya dapat nyimpen uang seumpama 2 jt sebulan. Itu untuk dapat sampe punya aset 1 miliar kurang lebih butuh 42 tahun. Dan mungkin kalau anda suka dengan cara ini gak apa apa. Anda dapat nabung bersih 2 jt sebulan beliin aset terus kerja sampe 42 tahun setelah itu anda berhenti bekerja. Anda dapat hidup dari deviden. Atau cash flow aset Anda. Kalau menurut saya terlalu lama
.
Makanya saya investasi di skill. jangok berbisnis itu skill loh. Saya bukan tipe orang yg sabar. Karena kalau gak sekarang investasi ke pengalaman nya kapan lagi?
.
Gak apa apa rugi berkali kali jatuh bangun bisnis. Tapi saya yakin gak harus sampe 42 tahun mungkin skill maupun naluri bisnis saya sudah terbangun. Dan ketika sudah terbangun bisnis apapun yg saya pegang atau kelola akan menghasilkan. Dan kalau income saya sudah akbar dari bisnis ibarat nyari uang 1 miliar itu gak harus nungguin 42 tahun
.
Atau anda pake cara teman saya. Ingat 5 tahun yg lalu. Teman saya dia merantau 2 tahun sudah kebeli tanah, rumah, motor dikampung nya. Karena tanah dikampung masih murah murah. Sedangkan saya merantau sudah 4 tahun belum kebeli apa apa dikampung. Saya gak terlalu peduli di omongin tetangga bahkan keluarga. Karena saya yakin dengan diri saya. Kalau saya sedang beli pengalaman, beli ilmu, beli skill.
.
Ada banyak strategi untuk jadi kaya. Nah kakek nenek saya dulu nya orang miskin banget tidak punya apa apa. Tapi berjalan waktu dia dapat jadi orang paling kaya dikampung nya.
.
Aset nya berupa tanah sawah banyak ada dimana mana. Itu kalau saya perhatikan gaya nya mirip apa yg diajarkan Robert T Kiyosaki. Dia cuma tukang kredit pakaian keliling. Hasil dari jualan pakaian itu ia tabung sudah cukup banyak dia beliin hewan ternak kaya ayam, domba, sapi/kerbau. Kalau ada orang orang yg mau jual tanah/sawah. Dia jual hewan ternak nya akhirnya dia sekarang punya tanah/sawah. Dari tanah dia tanamin kayu atau jadikan kebun. Kayu atau kebun nya dapat di jual. kalau sawah dia kan dapat pemasukan lagi dari hasil padi. Begitu terus semakin menggulung banyak banget harta nya
.
Ketika kakek nenek saya aset tanah atau sawah nya sudah banyak dia berhenti dari kerjaan utama nya. Yaitu jualan pakaian kelieling nya. Dia sekarang fokus nguruisn hewan ternak, sawah, tanah, kebun dllnya
.
Cuma sayangnya kekurangan, semakin banyak aset aset itu dia semakin sibuk. Bahkan anak anak nya cucu cucunya ikut sibuk ngurusin. Bahkan dulu saya sempet benci sama orang kaya. Ngeliatin teman teman dari keluarga biasa mereka dapat bebas main. Lah saya ingat dulu sibuk kerja banting tulang kesawah, ikut ngangon hewan ternak
.
Habis sekolah langsung kerja. Teman saya sekolah langsung main. Bagaimana tidak iri. Sebenarnya itu bagus untuk membentuk mental kerja keras saya. Cuma respon saya dulu jelek banget. Namanya masih anak anak dunia nya main. Malah suruh kerja keras
.
Makanya masa kecil saya kurang bahagia. Sibuk kerja keras. Akhirnya ketika awal awal merantau saya kaya bebas gitu, kaya balas dendam sama diri sendiri & keluarga. Gak dapat pegang uang. Foya foya untuk gaya hidup & main main. Setelah 4 tahun baru sadar & mikirin masa depan
.
Tapi setelah dipikir-pikir hari ini justru kerja keras keuletan itu dibutuhkan untuk benar-benar dapat bangun bisnis.
.
Saya sadar mungkin banyak bisnis yg saya bangun beberapa tahun terakhir gagal terus. Karena saya kurang kerja keras, kurang semangat antusias. Karena kalau malas malasan bangun bisnis nya sambil foya foya. Ya nasib pun akan begitu begitu saja.

Dampak nya merubah habit yg dibentuk hampi 4 tahun itu bukan perkara mudah. Walaupun masa kecil habit kerja keras dibentuk tetapi karena respon nya buruk. Hal itu saya anggap bukan sebagai kenikmatan dalam Bekerja keras tetapi suatu penyiksaan & pemaksaan diri. Akhirnya sadar saya harus mengikuti cara nenek kakek saya dulu. Kerja keras tanpa henti & itu dia lakukan bukan terpaksa melainkan gairah (kenikmatan) memang ada di rasa capek Hari ini 19:29
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.