effie
IndoForum Staff Personnel
- No. Urut
- 601
- Sejak
- 17 Apr 2006
- Pesan
- 8.576
- Nilai reaksi
- 353
- Poin
- 83
Apakah anda pernah masuk kesebuah toko hanya untuk membeli satu-dua barang, tapi ketika sampai dikasir, Anda justru membayar lebih dari jumlah yang direncanakan ? Tenang, bukan berarti anda yang shopaholic. Bisa jadi karena pemilik toko memiliki trik trik khusus dalam menempatkan dan menata barang, sehingga mempengaruhi pemikiran bawah sadar Anda untuk berbelanja lebih. Trent Hamm, pendiri situs www.thesimpledollar.com membocorkan beberapa trik tersebut.
- Keranjang belanja yang ditempatkan dipintu masuk seolah-olah "membujuk" Anda untuk menggunakannya sebab menimbulkan kesan dapat mempermudah Anda membawa barang yang hendak dibeli. Padahal, Anda hanya berniat membeli sedikit barang yang mudah dibawa dengan tangan kosong. Lalu, setelah mendapatkan barang yang diinginkan dan melihat masih tersisa banyak ruang ddikeranjang belanja, secara psikologis kita berpikir bahwa tidak ada salahnya membeli barang yang lain. Alhasil, barang yang dibelui terus bertambah.
- Produk kebutuhanrutin (gula, deterjen, beras dan lainnya) diletakkan jauh dari pintu masuk. Akibatnya ketika akan membeli barang penting tersebut, Anda harus melewati barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan saat itu. Tanpa direncanakan, kitapun tertarik membelinya.
- Barang yang biasa di beli secara spontan (impulse-oriented), seperti minuman, permen, hingga majalah, seringkali disimpan dekat antrean kasir. Karena pemilik toko berasumsi, konsumen yang telah selesai berbelanja akan merasa kehausan, dan mengisi waktu dengan membaca majalah sambil menunggu antrian. Akhirnya mereka membeli karena barang-barang tersebut mudah diperoleh saat itu.
- Produk yang lebih mahal disimpan di rak yang sejajar dengan pandangan mata sehingga membuat anda mudah menemukannya. Trik ini amat ampuh bagi yang sedang terburu-buru, sebab kemungkinan besar anda mengambil apa yang langsung terlihat saat itu.
- Produk-produk yang sebenarnya tidak sedang diobral diberi kesan seolah-olah sedang obral, meski tanpa menggunakan tanda "sale". Caranya ? Pada rak display diberi keterangan besar-besar bertuliskan harga produk sesungguhnya. Secara psikologis, keterangan ini bisa mempengaruhi pikiran kita bahwa produk tersebut sedang diobral.
Nah, agar pengeluaran tidak membengkak, Anda bisa menerapkan trik-trik untuk menghindari godaan penataan barang di toko berikut :
- Jangan pakai kereta atau keranjang belanja, bila hanya membeli beberapa barang yang bisa Anda bawa sendiri.
- Mulailah belanja dibagian terjauh dari pintu masuk, lalu baru menuju tempat pembayaran yang biasanya berada dibagian depan toko. Trik ini bisa diterapkan terutama bila berbelanja disupermarket. Bila dimulai dari depan kebelakang, lalu berjalan kembali ke tempat pembayaran, Anda akan merasa lelah ketika selesai berbelanja. Sehingga meningkatkan dorongan untuk membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya.
- Sesampainya dibagian barangyang akan dibeli, lihatlah ke rak terbawah dahulu. Untuk produk-produk tertentu, Anda bisa menemukan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama.
- Jangan berghenti untuk sekedar melihat-lihat, kecuali anda memang sedang memilih barang yang sudah direncanakan untuk dibeli. Posisi barang memang diatur sedemikian rupa untuk membuat pengunjung tertarik dan melihat-lihat walau hanya sebentar.
- Setelah tiba ditempat pembayaran, cek kembali keranjang belanja Anda. Bila ada barang yang tidak jadi dibeli, jangan ragu mengatakan pada kasir bahwa Anda membatalkan pembelian. Banyak orang yang merasa punya kewajiban membeli barang yang sudah dimasukkan ke kereta belenja, sehingga timbul perasaan bersalah tidak membayarnya. Ingat, Anda adalah konsumen sehingga berhak memilih barang yang hendak dibeli!.
. Udah membiasakan diri gak mau bawa kereta atau keranjang belanja, karena pasti kebablasan :p...

