pinnacullata
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 24506
- Sejak
- 24 Okt 2007
- Pesan
- 13.034
- Nilai reaksi
- 224
- Poin
- 63
Bila Anda atau orang yang Anda kasihi bermasalah dengan sifat borosnya, tips berikut ini akan dapat membantu:
1. Mengerti Gejalanya.
Pemboros yang paling ekstrim cenderung bersembunyi atau berbohong tentang apa yang ia beli. Ia pasti memiliki lebih dari satu kartu kredit dan khawatir secara obsesif mengenai uang. Baginya, adalah hal wajar untuk membeli beberapa kali barang yang sama, atau yang tak pernah digunakan. Secara konstan, ia hidup dalam krisis keuangan.
2. Mengenali Diri Sendiri.
Jika Anda sangat, sangat, sangat suka berbelanja, tanyakan pada diri sendiri: Mengapa? Apakah sensasi memburunya? Daya tarik iklan potongan harga? Kegemaran pada benda-benda tertentu (sepatu, tas, pakaian, atau elektronik)? Jika jawabannya ya, berarti Anda bermasalah. Tetapi jika Anda mencurigai sifat boros yang mungkin di luar kendali, Anda perlu meneliti apa yang terjadi.
3. Refleksikan Perasaan Saat Berbelanja.
Apakah beberapa pemicu emosional tertentu secara teratur mendorong Anda untuk berbelanja? Misalnya, apakah Anda membeli barang pada saat merasa depresi, gelisah, marah, atau kesepian, dan merasa perlu untuk menghibur diri? Dengan mengerti perasaan-perasaan yang terlibat, Anda dapat memusatkan perhatian pada cara-cara yang berbeda dalam mengatasi permasalahannya.
4. Pikirkan Soal Waktu.
Begitu bangun tidur, pikirkan jumlah total waktu yang digunakan untuk mendatangi toko-toko tertentu, menjelajah harga-harga di internet, dan mempelajari katalog yang di kirim ke alamat Anda. Selain itu, adakah hal-hal lain yang ingin Anda lakukan dan selesaikan?
5. Kendalikan Situasi.
Jika Anda khawatir mengenai sifat boros yang berdampak pada kehidupan Anda - dan kartu kredit - mulailah berbelanja dengan membayar tunai atau melalui kartu debit. Miliki hanya satu kartu kredit dan gunakan hanya untuk keadaan darurat. Tinggalkan kartu kredit di rumah! Jangan miliki utang yang tak aman, dan jika perlu berutang, pastikan hanya untuk properti, misalnya rumah.
6. Mulai Mencatat Yang Dibeli.
Cara lain untuk membuka mata Anda adalah dengan mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan dan hubungkan perasaan Anda dengan pembelian yang dilakukan. Selain itu, bijaksanalah jika Anda mencatat sasaran keuangan agar tetap terpusat pada apa yang penting dan harus diprioritaskan.
7. Jauhi Godaan Yang Tak Perlu.
Jika Anda tahu bermasalah, coba hindari toko-toko yang menawarkan potongan harga atau hindari pusat-pusat perbelanjaan. Jika Anda tak dapat menghindarinya, buat daftar tentang apa yang akan Anda beli, dan berpegang pada daftar tadi.
Buang semua katalog, jangan menonton saluran TV yang menawarkan belanja melalui TV, terutama berhati-hati jika Anda sedang bepergian ke luar kota atau luar negeri. Jika Anda harus berbelanja di satu tempat yang bisa membuat tergoda, ajak teman yang dapat mengingatkan agar Anda tidak royal, dan berpegang pada daftar yang sudah dibuat.
8. Temukan Alternatif Sehat.
Jika Anda merasa sangat ingin berbelanja, alihkan perhatian, misalnya dengan melakukan jalan kaki atau lah raga. Cara ini dapat mengalihkan pikiran dari godaan untuk berbelanja.
9. Kembangkan Sejumlah Kemungkinan.
Daripada membuang waktu untuk berbelanja, Anda bisa menjadi sukarelawan di sebuah komunitas, menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, mengikuti kursus, membaca buku, dan lainnya. Melakukan cara-cara untuk membantu orang lain, akan jauh lebih bermanfaat daripada menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.
10. Tahu Kapan Minta Bantuan.
Jika Anda merasa sifat borosnya sudah lepas kendali dan tak dapat mengatasinya sendirian, carilah bantuan, misalnya dengan konseling atau terapi kepada ahlinya.
1. Mengerti Gejalanya.
Pemboros yang paling ekstrim cenderung bersembunyi atau berbohong tentang apa yang ia beli. Ia pasti memiliki lebih dari satu kartu kredit dan khawatir secara obsesif mengenai uang. Baginya, adalah hal wajar untuk membeli beberapa kali barang yang sama, atau yang tak pernah digunakan. Secara konstan, ia hidup dalam krisis keuangan.
2. Mengenali Diri Sendiri.
Jika Anda sangat, sangat, sangat suka berbelanja, tanyakan pada diri sendiri: Mengapa? Apakah sensasi memburunya? Daya tarik iklan potongan harga? Kegemaran pada benda-benda tertentu (sepatu, tas, pakaian, atau elektronik)? Jika jawabannya ya, berarti Anda bermasalah. Tetapi jika Anda mencurigai sifat boros yang mungkin di luar kendali, Anda perlu meneliti apa yang terjadi.
3. Refleksikan Perasaan Saat Berbelanja.
Apakah beberapa pemicu emosional tertentu secara teratur mendorong Anda untuk berbelanja? Misalnya, apakah Anda membeli barang pada saat merasa depresi, gelisah, marah, atau kesepian, dan merasa perlu untuk menghibur diri? Dengan mengerti perasaan-perasaan yang terlibat, Anda dapat memusatkan perhatian pada cara-cara yang berbeda dalam mengatasi permasalahannya.
4. Pikirkan Soal Waktu.
Begitu bangun tidur, pikirkan jumlah total waktu yang digunakan untuk mendatangi toko-toko tertentu, menjelajah harga-harga di internet, dan mempelajari katalog yang di kirim ke alamat Anda. Selain itu, adakah hal-hal lain yang ingin Anda lakukan dan selesaikan?
5. Kendalikan Situasi.
Jika Anda khawatir mengenai sifat boros yang berdampak pada kehidupan Anda - dan kartu kredit - mulailah berbelanja dengan membayar tunai atau melalui kartu debit. Miliki hanya satu kartu kredit dan gunakan hanya untuk keadaan darurat. Tinggalkan kartu kredit di rumah! Jangan miliki utang yang tak aman, dan jika perlu berutang, pastikan hanya untuk properti, misalnya rumah.
6. Mulai Mencatat Yang Dibeli.
Cara lain untuk membuka mata Anda adalah dengan mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan dan hubungkan perasaan Anda dengan pembelian yang dilakukan. Selain itu, bijaksanalah jika Anda mencatat sasaran keuangan agar tetap terpusat pada apa yang penting dan harus diprioritaskan.
7. Jauhi Godaan Yang Tak Perlu.
Jika Anda tahu bermasalah, coba hindari toko-toko yang menawarkan potongan harga atau hindari pusat-pusat perbelanjaan. Jika Anda tak dapat menghindarinya, buat daftar tentang apa yang akan Anda beli, dan berpegang pada daftar tadi.
Buang semua katalog, jangan menonton saluran TV yang menawarkan belanja melalui TV, terutama berhati-hati jika Anda sedang bepergian ke luar kota atau luar negeri. Jika Anda harus berbelanja di satu tempat yang bisa membuat tergoda, ajak teman yang dapat mengingatkan agar Anda tidak royal, dan berpegang pada daftar yang sudah dibuat.
8. Temukan Alternatif Sehat.
Jika Anda merasa sangat ingin berbelanja, alihkan perhatian, misalnya dengan melakukan jalan kaki atau lah raga. Cara ini dapat mengalihkan pikiran dari godaan untuk berbelanja.
9. Kembangkan Sejumlah Kemungkinan.
Daripada membuang waktu untuk berbelanja, Anda bisa menjadi sukarelawan di sebuah komunitas, menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, mengikuti kursus, membaca buku, dan lainnya. Melakukan cara-cara untuk membantu orang lain, akan jauh lebih bermanfaat daripada menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.
10. Tahu Kapan Minta Bantuan.
Jika Anda merasa sifat borosnya sudah lepas kendali dan tak dapat mengatasinya sendirian, carilah bantuan, misalnya dengan konseling atau terapi kepada ahlinya.


