yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Dua kasus perkosaan yang dialami tenaga kerja wanita Indonesia di Malaysia menuai kecaman. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid bahkan mendesak agar pemerintah segera menghentikan pengiriman TKW sektor informal ke negeri jiran.
"Mestinya ke depan nanti Indonesia stop pengiriman tenaga kerja wanita unskill labour. Setidaknya, TKI yang jadi pembantu rumah tangga jangan dikirim oleh Indonesia," kata kepada VIVAnews, Rabu, 14 November 2012.
Kalaupun Pemerintah akan mengirim TKI, setidaknya tenaga kerja yang punya keterampilan dan keahlian. Seperti perawat, baby sitter maupun sektor formal lainnya. "Jelas akan lebih terhormat. Gaji lebih bagus, keamanan lebih terjaga," ujarnya.
Ia pun heran dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang masih tetap mengirimkan tenaga kerja sektor informal. Sebab, kata Hidayat, negara semiskin Bangladesh pun tidak pernah mengirim pekerja wanita untuk jadi pembantu rumah tangga di luar negeri.
"Negara semiskin Srilangka, Kamboja, Pakistan, juga India. Tapi kita mengirimkan pekerja wanita pembantu tanpa jaminan keamanan. Jadi lebih baik kita stop saja pengiriman itu," tuturnya.
Berselang empat hari, dua TKW Indonesia diperkosa di Malaysia. Pertama, TKI asal Aceh--yang belum terungkap namanya-- diperkosa majikan laki-lakinya, 4 November 2012.
Kedua, TKI berinisial SM yang diperkosa tiga polisi Malaysia, 9 November 2012. Meski belakangan tertimpa musibah, tapi kasus SM lebih dulu mencuat ke publik setelah dia melapor ke kantor polisi.