asoybanget
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 52516
- Sejak
- 12 Sep 2008
- Pesan
- 1.375
- Nilai reaksi
- 47
- Poin
- 48
Lokasi Koja Jakarta Utara
Karakteristik penduduk :
1. Masyarakat kultural (betawi aseli)
2. Masyarakat pekerja (sebagian kawasan industri)
3. Kawasan multi sosial (kebanyakan pindahan dari daerah)
Ciri Stigmatisasi yang dibangun :
1. Pria berjenggot, wanita bercadar, celana menggantung
2. Rajin sholat dimasjid bukan penduduk aseli
3. Memiliki faham fundamental, menyuarakan syariat Islam & Khilafah
4. Anggota FBR, FPI, Laskar lainnya.
Kemungkinan disusupi (supaya nampak seperti teroris) : bisa, dengan simbolik.
Kejanggalan : Tidak pernah terungkap delik pelanggaran pidana yang dituduhkan, sampe sekarang siapa orang orang yang tertangkap tidak pernah terekspos oleh media.
Lokasi Jati Asih, Bekasi
Karakteristik penduduk :
1. Masyarakat pekerja (kawasan industri)
2. Multi sosial (bukan penduduk aseli)
Ciri Stigmatisasi yang dibangun :
1. Celana menggantung
2. Jarang keluar rumah/ bersosialisasi
3. Melakukan aktifitas diluar kebiasaan warga (misal : pertukangan sampe malam, membakar kertas tiap hari, membakar sesuatu yg seperti bau terbakar, dan memasuki rumah bukan dari pintu)
Kemungkinan disusupi (supaya nampak seperti teroris) : bisa dengan cara simbolik dan aksi intelijensia (ditemukannya bahan peledak).
Kejanggalan :
1.) Eko Joko dan Air Setyawan masih nampak berada di Solo hingga Jum'at siang. Sedangkan pengakuan tetangga kedua orang tersebut (dengan karakter yg sama) telah berada di tempat semenjak beberapa minggu.
2.) Penanganan ditempat (tembak ditempat) terhadap tersangka.
3.) Tiba tiba ditemukan peledak dengan jumlah luar biasa (500kg) yang ditemukan didalam mobil. Mobil lurah baluwarti yang dipake membawa peledak tersebut katakanlah berangkat dari Solo siang hari langsung menuju bekasi (12jam), tanpa berhenti kemungkinan akan memicu ledakan sendiri secara tidak sengaja. Pertanyaannya apakah sedemikian canggih pelaku terror membawa peledak sedemikian banyak tanpa meledak dengan jarak tempuh 500km lebih dari solo?
Lokasi Temanggung, Jawa Tengah
Karakteristik penduduk :
1. Masyarakat Kultural
2. Homogen (pedesaan)
Ciri Stigmatisasi yang dibangun :
1. Agamawan
2. zuhud (miskin), sederhana dan apa adanya.
Kemungkinan disusupi (supaya nampak seperti teroris) : Perubahan mendadak beberapa orang yang sebelumnya berkarakter antagonis dalam masyarakat.
Kejanggalan :
1.) penyidikan seharusya menjadikan saksi terhadap pemilik rumah yang tidak mengetahui secara pasti siapa tamu yang numpang menginap dini hari.
2.) Apakah benar terdapat tembakan balasan dari dalam rumah, sedang beberapa sumber mengatakan tidak ditemukan senjata api didalam rumah.
3.) Penanganan secara lambat (14jam) dan sangat tidak efektif (600pasukan + backup TNI, 4 ambulan, 3 genset besar, ribuan amunisi dan bahan peledak) hanya untuk melumpuhkan 4 pelaku terror
4.) Hanya diberitakan seorang tewas tertembak dengan peledak yang tidak dipake (bukan rompi)
Dalam 2 diantara 3 skenario diatas (jati bening dan temanggung), penguasa tidak berusaha mencegah stigmatisasi massal dalam pemberitaan dalam isu terorisme yang melenceng. Dikatakan bahwa masalah ini adalah permasalahan kriminal, namun sejatinya juga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan ketenangan ditengah masyarakat. Bukan menciptakan efek trauma secara massal (saling curiga) dan stigmatisasi oleh masyarakat.... Tetep Proyek ya Proyek (asal duit ngucur)
Dalam kasus koja, penguasa bisa mencegah stigmatisasi dan bisa melakukan kontrol terhadap media secara kuat. Namun dalam dua kasus terakhir, penguasa terkesan menghindari tanggung jawabnya, bahkan terkesan supaya kasus tersebut diekspos secara besar besaran. Bagaimana menurut anda???!!!
(BN)
Karakteristik penduduk :
1. Masyarakat kultural (betawi aseli)
2. Masyarakat pekerja (sebagian kawasan industri)
3. Kawasan multi sosial (kebanyakan pindahan dari daerah)
Ciri Stigmatisasi yang dibangun :
1. Pria berjenggot, wanita bercadar, celana menggantung
2. Rajin sholat dimasjid bukan penduduk aseli
3. Memiliki faham fundamental, menyuarakan syariat Islam & Khilafah
4. Anggota FBR, FPI, Laskar lainnya.
Kemungkinan disusupi (supaya nampak seperti teroris) : bisa, dengan simbolik.
Kejanggalan : Tidak pernah terungkap delik pelanggaran pidana yang dituduhkan, sampe sekarang siapa orang orang yang tertangkap tidak pernah terekspos oleh media.
Lokasi Jati Asih, Bekasi
Karakteristik penduduk :
1. Masyarakat pekerja (kawasan industri)
2. Multi sosial (bukan penduduk aseli)
Ciri Stigmatisasi yang dibangun :
1. Celana menggantung
2. Jarang keluar rumah/ bersosialisasi
3. Melakukan aktifitas diluar kebiasaan warga (misal : pertukangan sampe malam, membakar kertas tiap hari, membakar sesuatu yg seperti bau terbakar, dan memasuki rumah bukan dari pintu)
Kemungkinan disusupi (supaya nampak seperti teroris) : bisa dengan cara simbolik dan aksi intelijensia (ditemukannya bahan peledak).
Kejanggalan :
1.) Eko Joko dan Air Setyawan masih nampak berada di Solo hingga Jum'at siang. Sedangkan pengakuan tetangga kedua orang tersebut (dengan karakter yg sama) telah berada di tempat semenjak beberapa minggu.
2.) Penanganan ditempat (tembak ditempat) terhadap tersangka.
3.) Tiba tiba ditemukan peledak dengan jumlah luar biasa (500kg) yang ditemukan didalam mobil. Mobil lurah baluwarti yang dipake membawa peledak tersebut katakanlah berangkat dari Solo siang hari langsung menuju bekasi (12jam), tanpa berhenti kemungkinan akan memicu ledakan sendiri secara tidak sengaja. Pertanyaannya apakah sedemikian canggih pelaku terror membawa peledak sedemikian banyak tanpa meledak dengan jarak tempuh 500km lebih dari solo?
Lokasi Temanggung, Jawa Tengah
Karakteristik penduduk :
1. Masyarakat Kultural
2. Homogen (pedesaan)
Ciri Stigmatisasi yang dibangun :
1. Agamawan
2. zuhud (miskin), sederhana dan apa adanya.
Kemungkinan disusupi (supaya nampak seperti teroris) : Perubahan mendadak beberapa orang yang sebelumnya berkarakter antagonis dalam masyarakat.
Kejanggalan :
1.) penyidikan seharusya menjadikan saksi terhadap pemilik rumah yang tidak mengetahui secara pasti siapa tamu yang numpang menginap dini hari.
2.) Apakah benar terdapat tembakan balasan dari dalam rumah, sedang beberapa sumber mengatakan tidak ditemukan senjata api didalam rumah.
3.) Penanganan secara lambat (14jam) dan sangat tidak efektif (600pasukan + backup TNI, 4 ambulan, 3 genset besar, ribuan amunisi dan bahan peledak) hanya untuk melumpuhkan 4 pelaku terror
4.) Hanya diberitakan seorang tewas tertembak dengan peledak yang tidak dipake (bukan rompi)
Dalam 2 diantara 3 skenario diatas (jati bening dan temanggung), penguasa tidak berusaha mencegah stigmatisasi massal dalam pemberitaan dalam isu terorisme yang melenceng. Dikatakan bahwa masalah ini adalah permasalahan kriminal, namun sejatinya juga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan ketenangan ditengah masyarakat. Bukan menciptakan efek trauma secara massal (saling curiga) dan stigmatisasi oleh masyarakat.... Tetep Proyek ya Proyek (asal duit ngucur)
Dalam kasus koja, penguasa bisa mencegah stigmatisasi dan bisa melakukan kontrol terhadap media secara kuat. Namun dalam dua kasus terakhir, penguasa terkesan menghindari tanggung jawabnya, bahkan terkesan supaya kasus tersebut diekspos secara besar besaran. Bagaimana menurut anda???!!!
(BN)