Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.398
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Sterling & Walker alami rasisme setelah City kalah.
Penyerang sayap Manchester City, Raheem Sterling ketika menghadiri jumpa pers di London, Inggris, Senin (8/4/2019) setempat, sehari sebelum menjalani laga perdana perempat final Liga Champions kontra TOttenham Hotspur. (ANTARA/REUTERS/John Sibley)
Jakarta (ANTARA) - Penyerang Manchester City Raheem Sterling & pemain bertahan Kyle Walker mengalami pelecehan rasial pada Instagram menyusul kekalahan regu tersebut 0-1 oleh Chelsea dalam final Liga Champions, Sabtu waktu setempat, begitu laporan Sky Sports yg dikutip Reuters.
Laporan tersebut mengatakan keduanya dikirimi emoji kera pada Instagram mereka setelah pertandingan.
Sterling juga jadi target menyusul kemenangan City pada semifinal atas Paris St Germain, tidak lama setelah kampanye boikot media sosial sepak bola Inggris berakhir awal bulan ini.
Baca juga: Sterling alami pelecehan rasial 48 jam setelah boikot sosmed berakhir
Baca juga: Red Star minta maaf terkait pelecehan rasial yg diterima Ibrahimovic
Reuters sudah mengontak Facebook, yg memiliki Instagram, untuk meminta komentar.
Beberapa pemain di klub Liga Premier sudah jadi target dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pemain Manchester United Anthony Martial, pemain Liverpool Trent-Alexander Arnold & Sadio Mane serta pemain Chelsea Reece James.
Penyerang Manchester United Marcus Rashford mengatakan bahwa ia sudah jadi target "sedikitnya 70 penghinaan rasial" pada media sosial setelah kekalahan pada Rabu oleh Villarreal dalam final Liga Europa.
Baca juga: Pesepak bola Inggris diskusi soal pelecehan dengan pemerintah Inggris
Baca juga: Southampton lapor polisi soal kasus pelecehan rasial Alex Jankewitz
Baca juga: West Bromwich lapor polisi dalam kasus pelecehan rasial di medsos
Pada Februari, badan Sepak Bola Inggris mengirim surat terbuka kepada Facebook & Twitter, mendesak pemblokiran & penghapusan segera posting yg ofensif, serta proses verifikasi yg lebih baik bagi pengguna.
Instagram sudah mengumumkan langkah-langkah baru & Twitter berjanji untuk melanjutkan upayanya setelah mengambil tindakan pada lebih dari 700 kasus pelecehan terkait sepak bola di Inggris pada 2019.
Inggris Raya bulan ini mengatakan satu rencana undang-undang baru yg akan menciptakan perusahaan media sosial didenda hingga 10% dari omset atau 18 juta pound kalau mereka gagal memberantas pelecehan secara daring, sementara manajer senior juga dapat menghadapi tindakan kriminal.
Baca juga: Neville: sepak bola harus bikin lompatan akbar untuk lawan rasisme
Berita diatas dikutip dari internet, jika Sterling & Walker alami rasisme setelah City kalah adalah spam, mohon beritahu kami.
Penyerang sayap Manchester City, Raheem Sterling ketika menghadiri jumpa pers di London, Inggris, Senin (8/4/2019) setempat, sehari sebelum menjalani laga perdana perempat final Liga Champions kontra TOttenham Hotspur. (ANTARA/REUTERS/John Sibley)
Jakarta (ANTARA) - Penyerang Manchester City Raheem Sterling & pemain bertahan Kyle Walker mengalami pelecehan rasial pada Instagram menyusul kekalahan regu tersebut 0-1 oleh Chelsea dalam final Liga Champions, Sabtu waktu setempat, begitu laporan Sky Sports yg dikutip Reuters.
Laporan tersebut mengatakan keduanya dikirimi emoji kera pada Instagram mereka setelah pertandingan.
Sterling juga jadi target menyusul kemenangan City pada semifinal atas Paris St Germain, tidak lama setelah kampanye boikot media sosial sepak bola Inggris berakhir awal bulan ini.
Baca juga: Sterling alami pelecehan rasial 48 jam setelah boikot sosmed berakhir
Baca juga: Red Star minta maaf terkait pelecehan rasial yg diterima Ibrahimovic
Reuters sudah mengontak Facebook, yg memiliki Instagram, untuk meminta komentar.
Beberapa pemain di klub Liga Premier sudah jadi target dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pemain Manchester United Anthony Martial, pemain Liverpool Trent-Alexander Arnold & Sadio Mane serta pemain Chelsea Reece James.
Penyerang Manchester United Marcus Rashford mengatakan bahwa ia sudah jadi target "sedikitnya 70 penghinaan rasial" pada media sosial setelah kekalahan pada Rabu oleh Villarreal dalam final Liga Europa.
Baca juga: Pesepak bola Inggris diskusi soal pelecehan dengan pemerintah Inggris
Baca juga: Southampton lapor polisi soal kasus pelecehan rasial Alex Jankewitz
Baca juga: West Bromwich lapor polisi dalam kasus pelecehan rasial di medsos
Pada Februari, badan Sepak Bola Inggris mengirim surat terbuka kepada Facebook & Twitter, mendesak pemblokiran & penghapusan segera posting yg ofensif, serta proses verifikasi yg lebih baik bagi pengguna.
Instagram sudah mengumumkan langkah-langkah baru & Twitter berjanji untuk melanjutkan upayanya setelah mengambil tindakan pada lebih dari 700 kasus pelecehan terkait sepak bola di Inggris pada 2019.
Inggris Raya bulan ini mengatakan satu rencana undang-undang baru yg akan menciptakan perusahaan media sosial didenda hingga 10% dari omset atau 18 juta pound kalau mereka gagal memberantas pelecehan secara daring, sementara manajer senior juga dapat menghadapi tindakan kriminal.
Baca juga: Neville: sepak bola harus bikin lompatan akbar untuk lawan rasisme
Berita diatas dikutip dari internet, jika Sterling & Walker alami rasisme setelah City kalah adalah spam, mohon beritahu kami.