• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Stay In My Heart [Part 1]

Satsujin

IndoForum Newbie E
No. Urut
71769
Sejak
30 Mei 2009
Pesan
32
Nilai reaksi
0
Poin
6
Sebelumnya minta maaf yah kepada teman-teman yang membaca....

Cerita masih dalam bentuk kasarnya, hanya dilakukan beberapa kali revisi...
Jadi mohon dengan sangat, jika membaca please leave saran dan kritiknya yah.... ;);)

Coz aku harap cerita ini nanti bisa digunakan untuk kompetisi cerita fiksi bertema cinta.

Untuk awal, kuposting dulu part 1 nya yah~

Mohon sarannya~



Stay In My Heart

Inspired By True Story

Pagi itu angin bertiup pelan dan dengan lembut menerpa pepohonan maple yang ada di taman belakang kampus. Suara angin yang menerpa dedaunan maple membuat taman itu terasa sepi. Warna kuning kemerahan yang menghiasi pepohonan menambah suasana sendu taman itu. Terlihat seorang lelaki sedang berbaring di salah satu kursi panjang yang ada di taman itu. Kedua matanya menatap jauh ke atas kerimbunan dedaunan pohon maple. Tidak lama kemudian, terlihat sesosok gadis yang bersembunyi di balik pohon maple yang tidak jauh dari lelaki itu. Ia berjalan mengendap mendekati lelaki itu, berusaha untuk menyembunyikan kehadirannya. Beberapa saat setelah berjalan dengan langkah – langkah kecil, akhirnya tibalah ia disamping lelaki itu.

Sesaat ia menatap mata lelaki yang tertutup dan dilindungi oleh tangan kirinya. Merasa pandangannya kurang dekat, ia pun membungkukkan badannya agar bisa lebih melihat dengan jelas. Saat wajahnya hampir menempel tangan kiri lelaki itu, sebuah suara mengagetkannya dan membuatnya menarik kembali pandangannya.

“Apa yang sedang kamu lakukan di sini anak kecil?” kata Ling yang masih berbaring menikmati tiupan angin yang lembut saat itu.

“Ling jahat! Sampai kapan kamu mau panggil aku dengan panggilan anak kecil terus?” ketus Angel sambil menaikkan wajahnya yang muram.

Ling membuka matanya, dan bangkit dari baringannya. Ia menatap Angel untuk sesaat dan kemudian tersenyum.

“Kamu kapan tiba di sini?” tanya Ling.

“Baru saja kemarin” jawab Angel singkat sambil duduk disamping Ling.

“Bukankah seharusnya kamu di Jepang? Kenapa tiba-tiba bisa muncul di sini?” tanya Ling lagi sedikit penasaran.
“Mulai hari ini aku adalah mahasiswi universitas ini, hehe…” kata Angel sambil tersenyum dan memberikan tanda peace dengan kedua jari tangan kanannya.

Senyumnya membuat ia terlihat sangat cantik, kaos pink dipadu dengan celana jeans biru serta dengan rambut panjang terurai hingga punggung membuatnya terlihat anggun.

Kata-kata Angel membuat Ling sedikit merasa terkejut, dan kembali melayangkan beberapa pertanyaan.

“Hee?? Kenapa tiba-tiba pindah? Bukankah lebih bagus di Jepang?” tanya Ling lagi mengernyitkan keningnya.
“Em… rahasia…, haha…” kata Angel sambil tertawa kecil.

Mendengar jawaban Angel, kerutan pada kening Ling bertambah menandakan rasa penasarannya atas jawaban Angel yang kelihatan bercanda.

“Hahaha…. Dasar kamu ini, dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah sedikit pun” kata Ling tertawa lepas.

“Kamu juga, sedikit pun tidak berubah” balas Angel sambil membelai rambut pendek Ling.

“Benarkah…?” tanya Ling menatap dalam mata Angel, tatapan yang seolah-olah akan menembus perasaan itu membuat Angel tersentuh.

“Matamu sendu sekali Ling…. Kamu…”

“Haha… Tidak apa-apa… Aku baik-baik saja” kata Ling memotong kata-kata Angel, berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.

Melihat sikap Ling yang aneh, Angel hanya bisa berdiam diri dan melihat wajah Ling yang sering melamun.

Ling mengangkat wajahnya, melihat jauh ke arah dedaunan maple yang rimbun. Setelah beberapa saat, Ling berusaha mengubah topik dan mengubah suasana pembicaraan.

“Oh ya, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku berada di sini?”

“Tentu saja aku tahu, taman maple ini adalah tempat kesukaanmu menghabiskan waktu. Dulu juga selalu begitu” jawab Angel sedikit tersenyum.

“Dasar… Kamu selalu tahu apa yang aku lakukan” kata Ling tersenyum lebar sambil mengusap kepala Angel.

“Ling… Apa kamu masih ingat masa-masa kita saat SMU? Masa-masa saat….”

Belum selesai Angel berkata, terdengar suara bel yang nyaring dari arah kampus, menandakan perkuliahan akan segera dimulai.
Ling pun beranjak dari tempat duduknya. Menepuk-nepuk bagian belakang celana jeansnya, dan mengambil tasnya.

“Tentu aku masih ingat, masih terlukis dengan jelas. Sifat manjamu sangat merepotkan saat itu. Aku harus menuruti semua permintaanmu, menemanimu bermain sepanjang waktu di taman ini” kata Ling.

“Permainan yang paling suka kamu mainkan, pangeran datang menjemput tuan putri. Kalau masih ingat, aku harus menjemputmu seperti menjemput seorang tuan putri, mengulurkan tangan padamu tiap saat ingin menjemputmu.” tambah Ling tersenyum sambil menatap Angel dan mengulurkan tangan kirinya.

Merasa suara perasaannya terjawab, Angel pun merasa senang. Senyumannya menghiasi wajah cantiknya yang diterangi pantulan cahaya merah daun maple. Tanpa menunggu lama, ia pun menyambut tangan pangeran hatinya dengan senyuman diwajahnya.

Mereka berdua pun meninggalkan taman itu, berjalan menuju kampus yang letaknya tidak terlalu jauh.
 
waw...lumayan...untuk paragraf pertama...lanjut dong...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.