• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Status Darurat Banjir Lahar Dingin Kelud Diperpanjang

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
vlU1n.jpg
Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memperpanjang status tanggap darurat banjir lahar dingin Gunung Kelud hingga April.

Sebab, mengacu pada prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi di sekitar puncak Kelud masih akan berlangsung lama.

“Tentunya ini berbahaya bagi permukiman di sekitar sungai lahar. Karenanya status darurat bencana berlaku hingga awal bulan depan,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Palal Ali Santoso.

Hujan deras pasca-erupsi 13 Februari 2014 mengguyur bagian utara puncak Kelud. Malapetaka lahar dingin pun menimpa sebagian Kabupaten Kediri. Cek dam di wilayah Kecamatan Kepung ambrol.

Material vulkanik yang bercampur air hujan itu juga merusak jembatan di Kecamatan Kandangan. Lahar dingin juga merusak cek dam di Dusun Kalikebo, Kecamatan Gandusari, saat hujan turun di bagian selatan puncak kelud.

Seperti diketahui, berdasarkan peta bencana, terdapat tujuh sungai yang berpotensi terlimpahi lahar dingin Kelud, di antaranya Sungai Tremas Lama, yang melintas wilayah Kecamatan Wonodadi hingga Udanawu, Sungai Tremas Baru di Kecamatan Udanawu, Kali Putih di Kecamatan Garum dan sebagian Gandusari, Kali Lekso di Kecamatan Gandusari, Wlingi dan Selopuro, serta Kali Semut di Kecamatan Wlingi dan Gandusari.

Sementara itu, sejak 21 Februari para pengungsi yang berasal dari empat kecamatan, yakni Nglegok, Garum, Gandusari, dan Ponggok, sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar, Mujianto, menjelaskan, ada10 kluster Kelud masih diaktifkan. Para petugas terus memantau di lapangan, termasuk menyosialisasikan ke warga untuk tetap menjaga kewaspadaan.

“Sebab Kelud belum berstatus normal,” ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.