• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Starbucks Batalkan Pembukaan 40.000 Gerai Baru

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
192201p.jpg


Selasa, 11 November 2008 | 14:05 WIB

ATLANTA, SENIN - Krisis finansial global yang melanda dunia membuat sejumlah perusahaan memikirkan ulang rencana ekspansinya. Demikian pula dengan Starbucks Corp. Gerai kopi terbesar di dunia itu memutuskan untuk membatalkan rencananya membuka 40.000 gerai baru. Hal itu diungkapkan CEO Starbucks Howard Schultz setelah perusahaannya membukukan penurunan laba sebesar 96 persen pada kuartal IV ini.

Asal tahu saja, penjualan di gerai-gerai Starbucks di AS dalam 13 bulan terakhir mengalami penurunan 8 persen. Angka ini lebih besar dari antisipasi yang dilakukan Starbucks. Tingginya harga bensin dan barang-barang lain menjadi pemicu berkurangnya daya beli warga AS untuk kopi premium. Hasilnya, perusahaan pun memutuskan untuk lebih fokus pada pertumbuhan dan laba. “Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ekspansi,” kata Schultz.

Catatan saja, pendapatan bersih kuartal IV Starbucks terjun bebas menjadi 5,4 juta dollar AS atau 1 sen per saham. Setahun sebelumnya, angka tersebut mencapai 158,5 juta dollar AS atau 21 sen per saham. “Perekonomian saat ini sangat tidak bersahabat. Mereka tengah berjuang keras untuk bertahan,” jelas CEO Sanders Financial Management di Atlanta.

Meski demikian, Starbucks memang masih memiliki segudang rencana ekspansi tahun depan. Gerai kopi tersebut akan membuka 700 gerai baru di luar AS. Meski demikian, jumlah ini lebih sedikit dibanding prediksi sebelumnya sebanyak 900 gerai. Sebagai gantinya, Starbucks akan mengurangi jumlah gerai yang ada di AS sebanyak 20 unit pada 2009.

Anjloknya kinerja Starbucks tersebut juga membuat turunnya harga saham perusahaan asal Amerika Serikat (AS) di bursa perdagangan Nasdaq. Kemarin, saham Starbucks anjlok 2,9 persen atau 30 sen menjadi 9,90 dollar AS. Dengan demikian, sepanjang tahun ini, saham Starbucks sudah merosot tajam sebesar 50 persen.

Isu lain yang turut menggerus harga saham Starbucks antara lain adanya prediksi bahwa pendapatan per saham Starbucks akan berada pada kisaran 71 sen hingga 90 sen, tergantung dari penurunan penjualan yang dialami. Padahal pada Juli lalu, pendapatan per saham gerai kopi ini diprediksi akan berkisar 90 sen hingga 1 dollar AS. Sementara, para analis mematok pendapatan sebesar 87 sen.

Catatan saja, pada 2008 ini, total gerai yang dimiliki Starbucks di AS sebanyak 883 unit. Meski demikian, jumlah itu masih kalah jauh dari total gerai yang dibuka pada tahun lalu.

Starbucks Hentikan Penggunaan Susu China

umat, 19 September 2008 | 13:08 WIB
BEIJING,JUMAT - Starbucks Corp., gerai kopi terbesar dunia, memutuskan untuk menghentikan penggunaan susu keluaran China Mengniu Dairy Co. dalam racikan minumannya. Hal itu ditujukan dengan alasan keamanan, setelah ditemukannya racun dalam beberapa produk tersebut.

Perusahaan yang berkantor pusat di Seattle tersebut mulai melakukan langkah preventif setelah pihak Mengniu mengonfirmasi bahwa beberapa produk susu cairnya terkontaminasi racun. "Adanya pengakuan serius ini membuat outlet Starbucks di China menarik seluruh produk susu keluaran Mengniu hingga ada pemberitahuan lebih lanjut," jelas manajemen Starbucks melalui surat elektronik kepada Bloomberg.

Meski demikian, pihak supplier sudah meyakinkan Starbucks bahwa susu yang mereka terima dari Mengniu tidak termasuk produk yang terkontaminasi.

Sebelumnya, pemerintah China dalam sebuah penyelidikan intensif menemukan adanya kandungan melamin pada susu bubuk yang dijual Sanlu Group Co, Mengniu (produsen susu cair terbesar China), dan 20 perusahaan lainnya. Susu terkontaminasi tersebut diduga keras yang menyebabkan kematian pada empat bayi dan dirawatnya sekitar 1.300 bayi di Negeri Panda tersebut. (Barratut Taqiyyah)

061411p.jpg
 
PERTAMAX!!

yah gtu deh perusahaan multinasional lagi pusing jhhahaha...
 
40.000 banyak bener ya, saat2 krisis turunin harga dong....
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.