• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Spekulasi Bunga The Fed Masih Bayangi Rupiah

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Ketidakpastian baru terkait kenaikan suku bunga bunk Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed kembali menekan rupiah. Di pasar spot Senin (21/9/2015), rupiah versus dollar AS melemah 0,78 persen ketimbang posisi akhir pekan lalu menjadi 14.486,20.

Sementara kurs tengah rupiah di bunk Indonesia menguat 0,08 persen ke 14.451. The Fed menunda kenaikan suku bunga di bulan September.

Namun Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menyebut spekulasi baru muncul. Pada Minggu (20/9/2015), Presiden The Fed San Fransisco, John Williams menyebutkan, akan tetap menaikkan bunga pada FOMC Meeting Oktober atau November mendatang.

“rupiah melemah karena sentimen ini dan menyebabkan capital outflow di pasar saham dan obligasi,” jelas Christian.

Selasa (22/9/2015) ini, ia memprediksi rupiah kembali tertekan di 14.495–14.435. Pasar menanti pidato Presiden The Fed Atlanta, Dennis Lockhart tentang ekonomi AS.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury PT bunk Negara Indonesia Tbk bilang jika pernyataan Lockhart hawkish (memberikan indikasi kenaikan), rupiah akan melemah lagi. Maklum dari dalam negeri, masih minim katalis. Prediksinya rupiah bergerak di 14.420–14.490.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.