yonie
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 95969
- Sejak
- 24 Apr 2010
- Pesan
- 450
- Nilai reaksi
- 22
- Poin
- 18
Baru2 in lagi heboh mengenai kecurangan yang diduga dilakukan oleh Pertamina terkait kualitas premium mereka.
Di sini ada sedikit informasi yang mungkin dapat menjadi alasan kenapa Dirut nya Pertamina, Bu Karen berani mengatakan dengan lantang bahwa kualitas Premium mereka sama dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
maaf sebelumnya kalo repost /sry
Di sini ada sedikit informasi yang mungkin dapat menjadi alasan kenapa Dirut nya Pertamina, Bu Karen berani mengatakan dengan lantang bahwa kualitas Premium mereka sama dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Lihat plang nama besar saat menuju ke SPBU. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya tertera huruf 31.XXXXX atau 34.XXXXX. itu bukan kode buntut. Huruf awal pertama menandakan kode wilayah . Sedang angka kedua mengandung arti kepemilikan.
"Kepala 3 berarti SPBU berdomisili di Jakarta Jawa Barat, Banten dan sekitarnya. Sedangkan angka 1 berarti kepemilikan Pertamina sendiri. Sedangkan angka 4 berarti kepemilikan swasta atau dealer," jelas M. Harun, juru bicara PT Pertamina.
Menurut Harun, ada tiga kategori SPBU. Pertama COCO alias corporate owner corporate operate, CODO yakni corporate owner dealer operate. "Terakhir DODO, dealer owner dealer operate," tambahnya.
Kualitas COCO dan CODO diyakini lebih baik dibanding DODO. Dari sisi bisnis bisa dimengerti. DODO dimiliki per orangan, biar cepat balik modal, pengusaha sering berlaku curang.
"Sebenarnya, sekarang ini sangat kecil kemungkinan untuk SPBU berbuat nakal. Nekat kalau memang untuk berlaku seperti itu. Persaingan antar SPBU sekarang makin ketat. Suatu saat jika berlaku curang sanksi bukan cuma dari Pertamina, tapi langsung dari konsumen," jelas M. Harun lagi.
Em -Plus mencoba survei kecil-kecilan terhadap beberapa SPBU. Ada 4 sampel secara acak di ambil dari Jakarta dan wilayah Tangerang, Banten. Dua berkode 31 dan dua berkode 34. Memang survei ini belum bisa menggambarkan seluruh kinerja SPBU secara umum.
Uji coba untuk mengetes volume liter dan berat jenis. Tiap sampel diambil masing-masing 2 liter di dalam kaleng. Berat jenis ditimbang untuk mengetahui apakah kandungan bensin sudah terkontaminasi. Bisa dengan air atau minyak. Patokan untuk Bj bensin berkisar antara 0,715 sampai 0,725.
Khusus menghitung liter, Em-Plus gunakan gelas ukur yang dimiliki pabrikan. Begitu juga untuk menghitung berat jenis, diukur melalui timbangan digital. Akurat!
Hasil yang diperoleh Em-Plus terhadap ke empat sampel tergolong baik. Kehilangan bensin masih dalam toleransi pihak Pertamina. "Kami mentoleransi tiap 1 litar paling banyak 5 ml," jelas Harun.
Dari empat sampel, cuma satu sampel yang melenceng melebihi dari batas toleransi. "Kita memang tidak menutup mata. Pertamina tidak akan tinggal diam. Kita secara rutin selalu mengadakan sidak. Kalau ketemu yang tidak benar, langsung dipenalti," tutup Harun.
Awas...
TABEL PENGUJIAN
1. 31-XXXXX (Jakarta Pusat)
Beli : 2L
Diukur : 2L
Bj :0,709
2. 34-XXXXX (Tangerang)
Beli : 2L
Diukur : 1,985L
Bj : 0,720
3. 31-XXXXX (Tangerang)
Beli : 2L
Diukur : 1,995L
Bj : 0,726
4. 34-XXXXX (Tangerang)
Beli : 2L
Diukur : 1,990L
Bj : 0,724
maaf sebelumnya kalo repost /sry



