• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Spanduk Dukungan Terhadap Kopassus Muncul di Solo

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ac_UPb185_Hn.jpg

SOLO - Spanduk bertuliskan dukungan terhadap jiwa ksatria prajurit Kopassus bermunculan di Kota Solo, Jawa Tengah. Penyerangan LP Cebongan hingga menewaskan empat tahanan dinilai sebagai tindakan tegas menumpas premanisme.

Spanduk bertuliskan "Kami Bangga dan Salut Pada Jiwa Ksatria Prajurit Kopassus" tidak tertera identitas pemasangnya. Namun spanduk-spanduk tersebut menarik perhatian para pengguna jalan karena dipasang di pusat Kota Solo.

Selain itu juga terdapat spanduk dukungan terhadap TNI dan Polri yang terpasang di dua titik keramaian, yani di perempatan Gendengan, dan bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi tersebut bertuliskan "Dukung TNI dan Polri Berantas Premanisme" dikeluarkan salah satu ormas Mega Bintang.

Seorang warga, Mulyadi, yang bekerja di sekitar spanduk terpasang, menilai yang dilakukan prajurit Kopassus bukan sebagai bentuk kejahatan atau aksi balas dendam. Sebaliknya, justru yang dilakukan pasukan elite itu merupakan upaya perlindungan masyarakat dari organisasi preman yang tumbuh subur.

"Jangan jauh-jauh, di terminal bus saja ada pengamen baru masuk sudah pasti akan diusir kelompok lain yang telah mengibarkan bendera. Kalau dibiarkan, para preman ini akan semakin merajalela," jelas Mulyadi, Jumat (5/4/2013).

Mulyadi menilai penyerangan prajurit Kopassus ke LP Cebongan merupakan tindakan wajar. Sebab, empat kawanan preman tersebut terlebih dulu menganiaya hingga menewaskan anggota Kopassus, Sertu Santoso.

Sebanyak 11 prajurit Kopassus yang mengeksekusi mati empat tahanan Polda DIY itu dianggap bertindak tegas. Apabila hal itu tidak dilakukan, maka empat tersangka dikhawatirkan semakin merajalela.

"Saya kira 11 prajurit Kopassus itu tidak usah diproses, biarkan saja toh empat orang yang ditindak tegas yang pertama membuat ulah. Kalau tidak diambil tindakan tegas, selepas dari hukuman, mereka justru akan semakin merajalela," pungkasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.