• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sosok Pemimpin Yang Tidak Pantas Diteladani

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Sosok Pemimpin Yang Tidak Pantas Diteladani


Halo gan/sis apa kabarnya, semoga tetap semangat & sehat sering serta menjaga protokol kesehatan di penghujung akhir tahun 2020. Ane gatau apakah disini forum yg tepat untuk curhat tetapi ane lagi kepengen cerita pengalaman aja. Oke Mari kita mulai ! Siapin cemilan karena lumayan panjang
emoticon-Angkat Beer


Jadi gini, ane kerja di salah satu Perusahaan Swasta di Kota xxxxx sebagai pelaksana administrasi Umum/Operasional, Operator Komputer/IT & lainnya (pokoknya multi banget wkwk). Perusahaan ini merupakan usaha rintisan yg baru brojol/lahir akhir tahun 2019.

Singkat cerita, perusahaan ini bergerak dibidang yg jarang banget dilaksanakan oleh kebanyakan perusahaan, bahkan dapat dibilang usaha yg sexy. Perusahaan ini dipimpin oleh seseorang yg sangat pakar di bidang usaha ini & berpengalaman lebih dari 15 tahun walau cuma lulusan SMA, merangkak dari jabatan bawahan hingga akhirnya dapat jadi pimpinan, terdengar sangat inspiratif? tunggu dulu baca hingga selesai. Awal ane diperkenalkan, first impression ane yah oke terlihat baik, humble, komunikatif sperti ia bercerita seputar pengalamannya pokoknya benar meyakinkan deh, modal yg bagus untuk jadi pemimpin bukan?, terinspirasi? Tunggu lagi!

Selayaknya manusia pasti ada sisi positip & negatifnya & sejauh mana sisi negatifnya itu dapat kita tolerir. Semua hal itu perlahan mulai terkuak seiring dengan berjalannya waktu. Diawali dengan perusahaan ini yg mendapatkan suntikan modal kerja untuk mengurus perizinan operasional sebesar seratus jutaan. Ane kaget sekali ketika orang ini mendapatkan uang, ternyata tidak dicatat sama sekali setiap pengeluarannya, padahal itu uang orang lain yg mesti dipertanggungjawabkan secara tepat & jelas.

Nah, ketika semua selesai & orang lain minta catatannya, baru si pimpinan ini nyuruh ane bikin laporan pertanggungjawaban, dalam hati ane Lah ente yg ngeluarin duit semua, belanja sana-sini yg bikin laporan harusnya ente walaupun begitu ane menaruh hormat kepada pimpinan, ane bikinin dengan dikasih tahunya oleh si pimpinan juga tidak dengan mengeluarkan bukti catatan tertulis, tetapi cuma ngomong doang berapa total pengeluarannya. Dari situ diketahuilah awal mula kejanggalan, salah satunya yg terbukti jelas adalah komitmen perizinan yg disepakati & uang yg sudah masuk dari keterangan si pimpinan adalah sekian juta, namun ketika dikonfirmasi ke rekan pimpinan yg turut serta menolong mengurusi perizinan dikatakan uang yg sudah masuk sebesar sekian juta. Nah loh, terus ini ada GAP sekian juta dikemanain? Kok keterangan si pimpinan dengan rekannya yg sama-sama mengurusi berbeda? Masih jadi misteri. Kemudian masih ada hal lainnya yg patut dipertanyakan karena tidak ada catatan langsung dari si pimpinan, cuma OMDO.

Si Pimpinan pada awal-awal sering nitip DUIT ke ane. Nah untuk mempermudah pembaca memahami situasinya berikut kurang lebih percakapan yg terjadi (x=pimpinan, a= ane)

X : diw titip uang sekian puluh juta
A : ok dicatet dulu
X : di kirim balik sekian puluh juta, sisa 100rb-200rb buat pulsa adi
A : ok, terima kasih

Lalu, si Pimpinan ini pun dengan tidak adanya malunya sering kali juga meminjam DUIT ke ane yg notabene ane adalah bawahannya. Dengan kurang lebih percakapannya begini (x=pimpinan, a= ane) :

X : diw ada uang nganggur 500rb? Kirim dulu ke saya, nanti hari Z dikembaliin nunggu transferan dari B
A : Oh ya ada tunggu,
X : Ok, terima kasih
(Keesokan harinya pas mau ditagih ane sering bilang ada kebutuhan karena seringkali tidak tepat waktu seperti yg dijanjikan)
A : Pak kirimin uang yg kemarin pinjem solnya ini ada keperluan anu anu
X : Oh ya nanti malam di solnya ini masih nunggu trf dari B
A : Oh ya ditunggu
(setelah itu ada notif transfer)
X : Itu udah saya trf, lebih 100rb buat pulsa di
A : Ok terima kasih.

Nah, lagi-lagi persoalan ada lebihnya itu padahal ane ga minta dilebihin tuh duit pinjeman, cuma minta pengembalian sebesar nominal pinjaman aja ga masalah. Dan menurut si pimpinan, uang lebih seperti itu tidak perlu dilaporkan ke manajemen perusahaan. HAH? Pertanyaan ane itu DUIT apa? Duit operasional perusahaan? Duit keuntungan perusahaan apa Duit Pribadi? Solnya kalau ditanya pun pasti jawabannya Tenang, santai, aman
emoticon-Tai
.

Selanjutnya pengalaman yg menimpa ane sendiri, pernah pada saat itu ada pembagian tunai Gaji bulanan hari Sabtu. Kebetulan pada hari itu ane lagi ada keperluan. Karena ane menghargai, menghormati & mempercayai si pimpinan itu, akhirnya ane bilang ke Dirkeu untuk dititipin ke si pimpinan terus hari senin ane ambil ke kantor. Keesokan harinya ane WA dong si pimpinan karena mau ngambil hak ane itu, ternyata dia bilang lagi mau ke luar kota sambil ngeshare foto lagi dikereta, ane jawab ok deh nanti aja kalau udh pulang diambilnya. Beberapa hari kemudian karena tak kunjung dapat kabar si pimpinan itu udah pulang dari luar kota atau belum, ane WA dirkeu, dirkeu bilang si Pimpinan itu dari kemarin-kemarin ada di kantor ga kemana-mana, Dalam hati ane, Shit apa apaan nih?:amazed
emoticon-Stick Out Tongue
adahal ane sendiri nge WA ke si pimpinan jawabannya masih di luar kota terus belum pulang. Nah, setelah dapat informasi dari Dirkeu itulah langsung ane sidak tanpa basa-basi ke kantoreh taunya si Pimpinan itu ada dong di Kantor seperti agak kaget lihat ane terus langsung SKSD bicara pekerjaan. Mungkin karena tau ane mau ngambil HAK ane yg dititipin ke dia. Kemudian ane tanya uang dari dirkeu ada? terus jawabnya nanti yg adi mah ditransfer+ada lebihnya. Ane pikir pada saat itu Loh! kan dari Dirkeu dikasih/dititipnya bentuk tunai, kenapa jadi malah mau di transfer? Berarti kan Gaji ane itu udah dipake sama Pimpinan tanpa seijin & sepengetahuan ane, karena dia juga gada bilang/konfirmasi sama sekali. Dari situlah ane mulai Kecewa & menganggap bahwa INI ORANG GA BENER!
emoticon-Mad
Akhirnya ane menghadap ke Dirkeu untuk dikasih talang gaji ane itu & menunggu si pimpinan mentransfer gaji. Kapan? Beberapa pekan kemudian baru ditransfer, padahal yg lain sudah dapat pada hari dimana ane ada perlu, bayangin ane yg paling rajin kerja, paling cape, paling banyak ngurusin kerjaan/multitasking tetapi Hasil/Reward Gaji tertunda beberapa pekan akibat dipake oleh si Pimpinan tanpa minta ijin ke ane, terlebih itu adalah amanah/titipan. Mau kerjasama dengan ane mah gampang, mau ane bantu gampang, asal jujur, terbuka, & amanah tidak perlu pake duit lebih segala karena ane punya prinsip mau ente tutup mulut ane dengan berapa duit pun kebenaran adalah harga mati & bakal ane perjuangkan
emoticon-Metal
.

Manajemen Perusahaan sering mengadakan Rapat untuk merumuskan kebijakan kedepannya & salah satunya adalah kebijakan setiap transaksi yg berhubungan dengan kegiatan operasional wajib ditujukan melalui rekening perusahaan, si pimpinan itu pun menyutujuinya & hal tersebut jadi komitmen bersama, kesepakatan manajemen. Namun setelah ane turut serta dalam beberapa pekerjaan setelah kesepakatan terjadi, ternyata faktanya masih aja transferan dari operasional ditujukan ke Rekening Pribadi dengan dalih perusahaan tidak mengeluarkan uang jadi tidak perlu ikut riweuh, nagih & perusahaan juga kan sedang krisis tidak punya uang. Hmm kok miris ya dapatnya terucap ujaran seperti itu dari seorang pimpinan teratas perusahaan, yg notabene secara hukum Posisinya bertindak untuk & atas nama perusahaan serta setiap kegiatannya mengpakai kop surat berlogo perusahaan. Diperparah dengan tidak adanya Itikad baik & komunikasi yg baik dengan para stakeholders lainnya khususnya dirkeu tentang masalah keuangan perusahaan, mengakibatkan si pimpinan itu mengambil tindakan tanpa seijin & sepengetahuan manajemen. Yaitu meminjam uang ke orang lain yg ceritanya untuk keperluan operasional tetapi hingga saat ini tidak catatan/bukti tertulis/laporan dari pimpinan itu mengenai hutang piutangnya dari siapa saja, berapa jumlahnya dll.
Lagi-lagi seorang pimpinan yg tidak mengerti bagaimana pentingnya mencatat transaksi keuangan adalah sangat fatal!.
emoticon-Gila


Seorang pimpinan seperti halnya pemimpin perusahaan, apapun permasalahannya harusnya dapat mencari cari jalan keluar & mengambil keputusan yg bijak berdasarkan mufakat bersama. Selain itu, tata bahasa, tata perilakunya menentramkan, mendamaikan bukan malah jadi trouble maker/Pembuat masalah apalagi dengan menjelekkan orang lain, menuduh orang lain dll. Secara spiritual, si pimpinan ini pun selama bersama ane di Kantor walaupun ia beragama islam, mengaku islam, KTP islam, tetapi ane tidak pernah sekalipun lihat ia melaksanakan ibadah solat wajib di mushola kantor. Apa solatnya di rappel atau gmana ane ga ngerti
emoticon-Hammer
. Dan yg paling luar biasa fatal ngeselinnya dari pimpinan ini adalah ia merasa bahwa saya bukan orang yg perlu dinasehati lagi
emoticon-fuck2
ujar pimpinan. wooooo emang situ udah oke akhlaknya? Merasa paling benar? Hei sadar bung ente islam tetapi solat aja kagak, ente cuma manusia biasa yg tidak luput dari kesalahan/kekhilafan sangat tidak pantas ucapan seperti itu keluar dari mulut seorang pemimpin
emoticon-fuck3
. Sifat/karakter asli seseorang memang dapat terlihat ketika salah satunya ia sedang dirundung masalah/tersudutkan, & si pimpinan ini yg ane lihat ia tidak paham konsep manajerial perusahaan yg benar (pengalaman kerja belasan tahun ngapain aja cuy) tidak sanggup berpikir jernih & tidak mempunyai visi, misi, konsep yg jelas mengenai bagaimana sebuah perusahaan berjalan dengan baik, yg dipikirannya ternyata hanyalah DUIT, DUIT & DUIT. Ia beranggapan bahwa semua masalah & urusan itu dapat diselesaikan,dibereskan & dipercepat dengan uang padahal menurut ane tidak semua urusan/masalah dapat diselesaikan dengan uang, cuma orang yg berpikir praktis & punya pemikiran sempit yg beranggapan seperti itu. Sudah mah tidak jujur, tidak amanah, tidak komitmen ditambah berpikir praktis & sempit SUNGGUH PAKET KOMPLIT. Memang kalau berpikir realistis ane juga tidak memungkiri bahwa DUIT itu penting & perusahaan ane ini juga memang sedang ada masalah financial, namun ada alasan yg jelas, logis & dapat ditolerir kenapa itu dapat terjadi, kemudian juga yg malah bikin miris adalah kewajiban si pimpinan dari hasil beberapa kegiatan operasional yg masuk melalui rekening pribadinya, ternyata belum dibayarkan ke perusahaan, walaupun sebenarnya di manajemen sudah ada bukti catatan berapa kewajiban yg musti dibayarkan.

Akibat ulahnya tersebut, karyawan pun jadi korban karena tidak adanya pemasukan ke manajemen sehingga tidak dapat membayar kewajiban kepada karyawannya termasuk ke ane. Si pimpinan ini malah berkata bahwa sebenarnya uang untuk bayar gaji ada Cuma saya tahan dulu nunggu manajemennya jelas & bener dulu. HmmIni contoh pemimpin perusahaan yg egois cuma memikirkan kepentingan sendiri tidak memikirkan perusahaan sendiri khususnya hak karyawan, so akhirnya cuma memberi janji doang, lagian juga kewajiban si pimpinan ke perusahaan aja belum dibayar, kok sok menganggap pahlawan berani mengeluarkan pernyataan seperti itu
emoticon-Gila
.

Ane juga pernah tanya kenapa ga komunikasi yg intensif dengan Dirkeu dan/atau pimpinan lainnya tentang ketersediaan danang operasional supaya tidak bertindak seenaknya tanpa perhitungan resiko. Dia malah bilang kasihan Dirkeu banyak pikiran, takut banyak beban. Ini menurut ane wadidaw banget sih, karena malah terkesan menghina serta menganggap orang lain ga guna & ia merasa dapat menghandle semuanya sendiri. Padahal udah mah ia tidak jujur, tidak amanah, tidak komitmen, eh tidak ada komunikasi interpersonal yg baik pula sehingga akhirnya bertindak seenaknya menciptakan keputusan subjektif/sendiri yg malah semakin menyimpang & menambah beban perusahaan bukannya mengurangi. Salah satu tindakannya yg jelas menambah beban perusahaan adalah dengan mengerjakan gali lubang tutup lubang minjem DUIT kepada orang lain untuk kebutuhan operasional perusahaan tanpa seijin/sepengetahuan manajamen, lalu ia bilang ia yg akan bertanggungjawab sepenuhnya. HAH? SERIUS BRO? tetapi kok ane konfirm ke Dirkeu banyak orang yg ente ngutangin malah nagih ke manajemen ya? Tanggung jawab ente mana? Dan si Pimpinan ini pun ketika meminjam DUIT sering menjanjikan pengembalian danang yg tidak masuk AKAL seperti ke ane dulu. Contoh nya berdasarkan informasi orang marketing perusahaan yg pernah memberinya pinjaman, yaitu : ketika Si pimpinan mau Pinjem sekian puluh Juta untuk operasional, nanti hari x pas ada pembayaran dari konsumen dengan janji dikembaliin ada lebih sekian ratus ribu-1 Juta. FIX SIH INI MAH SI PIMPINAN LAGI BUKA USAHA INVESTASI BODONG
emoticon-Big Grin
. Pertanyaan ane sama, itu DUIT lebih darimana? Duit operasional? Duit keuntungan apa gimana? Solnya ia sering bilang kalau uang lebih tidak perlu dilaporkan ke manajamen. Tapi ga sampe ada uang lebih yg dikasih ke orang lain misal 500rb-1jutaan tetapi ga dilaporkan ke manajemen. Kalau MINJEM DUIT untuk operasional dilebihin pada prinsipnya ga masalah asal sudah sesuai perhitungan (resiko, untung, pajaknya) & juga DILAPORKAN semuanya ke manajemen. KALAU TIDAK DILAPORKAN ENTE BISA DIDUGA MELAKUKAN PERBUATAN PENGGELAPAN/KORUPSI , terus yg terpenting juga adalah JANJI NGEMBALIIN DUITNYA musti sesuai dengan apa yg dijanjikan. Faktanya ini kan udah mah gada lebih, ga tepat waktu terus malah menyalahkan orang marketing tersebut karena ga sanggup menyediakan danang operasional. Kan PARAH YA! Udah syukur dibantu minjemin malah nyerang balik, FIX si Pimpinan PLAYING VICTIM
emoticon-fuck2


Berdasarkan pengalaman kerja ane bersama si pimpinan itu, mendengarkan cerita & keluh kesah si pimpinan. Ane menduga si pimpinan malah mencoba playing victim (merasa dirinya seolah-olah yg jadi korban). Alasan dapat jadi playing victim adalah karena ia tidak mau mengakui kesalahan & akhirnya mencari pembenaran diri atas apa yg ia perbuat, menjual cerita, merasa apa yg ia perbuat adalah benar & merasa semua yg dilakukan demi kebaikan perusahaan (kalau demi perusahaan tanggung jawab & kewajiban harusnya sudah dibayarkan dong) tidak mau belajar & open minded, tidak instrospeksi diri, & pimpinan ini acap kali juga membicarakan orang lain atas suatu masalah yg terjadi kemudian menuduh bahwa orang tersebutlah yg bertanggung jawab. Karena ane tipe orang yg tidak menerima mentah-mentah omongan dari satu pihak maka ane sering mencoba kroscek ke pihak lainnya.

Terakhir ane ketemu si pimpinan ia mengatakan bahwa susah kerjasama dengan orang-orang yg ga ngerti bisnis kenapa orang-orang lihatnya cuma yg jelek saja ia juga mengatakan ini mah terlanjur akbar pasak daripada tiang. Ia menganggap bahwa dirinya adalah seorang pembisnis yg hebat. Ane cukup rispek & menghargai mengingat pengalaman kerja ia selama belasan tahun dibidang ini. Namun perlu digaris bawahi, menurut ekonomis ane mau berapa lamapun pengalaman kerja ente di lapangan kalau tidak dibarengi dengan peningkatan kemampuan SDM serta perilaku yg lebih baik mah akan percuma saja. Si pimpinan ini seolah-olah Berbisnis sendiri dengan cuma memakai tameng perusahaan dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi, bahkan berani mengorbankan karyawan/pihak lain untuk mencapai tujuannya.

Selain berbisnis dengan mengorbankan hak karyawan juga si pimpinan dirasa tidak ada kontribusi nyata pada perusahaan yg dibuktikan dengan belum masuknya pembayaran kewajiban atas hasil operasional kepada manajemen perusahaan, alih-alih untung yg ada malah buntung. Jika kita melihat dari sisi marketing, branding & pencitraan perusahaan sudah jelas apa yg sudah dilakukan si pimpinan mencoreng nama baik perusahaan, dimulai investor yg mulai menjauh, mengerjakan pinjaman uang tanpa seijin/sepengetahuan ke berbagai pihak sehingga menimbulkan beban, terlalu berani mengambil resiko pekerjaan, bertindak & memutuskan sendiri tanpa mempertimbangkan pendapat pimpinan lainnya & akhirnya karyawan yg jadi korban.

Dengan melihat dari tutur kata, sifat & tingkah laku si pimpinan ditambah dengan pernyataan-pernyataan yg sudah ia lontarkan sebelumnya, ane dapat menyimpulkan bahwa si pimpinan ini diduga mempunyai jiwa ego yg tinggi, kenapa? karena ia merasa paling punya pengalaman, paling tahu seluk bisnis ini, serta bertindak berdasarkan pengalamannya yg cenderung subjektif (yang mana pengalamannya itu belum tentu baik & benar diterapkan sekarang), sehingga kalau karyawan/pimpinan lainnya tidak bertindak sejalan dengan apa yg ia mau maka kemungkinan akbar tidak akan sinkron/harmonis, & inilah yg terjadi. Apalagi diperkuat dengan pernyataan si pimpinan yg bilang saya mah bukan orang yg perlu dinasehati lagi dari situ menandakan bahwa si pimpinan ini sudah menutup dirinya, tidak mau berkembang & belajar hal-hal baru & ane yakin orang-orang seperti ini lama-lama akan ditinggal oleh zaman, karena berperilaku antik & akan tersisihkan oleh orang punya attitude baik & harap terus belajar

Berdasarkan uraian-uraian di atas ane harap menyampaikan kepada agan/sist bahwa sedapat mungkin hindarilah bekerjasama dengan pimpinan dan/atau orang yg memiliki beberapa sifat & perilaku antara lain:
1. Tidak jujur
2. Tidak Komitmen dengan ucapan & perbuatannya, sering melanggar komitmen yg disepakati
3. Tidak Terbuka, Transparan & Akuntabel
4. Tidak Amanah
5. Mempunyai Ego tinggi, keras kepala padahal perbuatannya menyimpang
6. Tidak memiliki visi & misi yg jelas
7. Tidak memiliki pemikiran terbuka/Open Minded
8. Tidak ada keharapan mencoba hal-hal baru
9. Tidak mau mengakui kesalahan & instrospeksi diri
10. Selalu mencari pembenaran diri & playing victim
11. Mementingkan pribadi dibandingkan kepentingan bersama/perusahaan
12. Mengorbankan pihak lain/karyawan untuk tidak dibayar dengan semestinya demi pekerjaan dapat selesai semata-mata supaya konsumen menganggap bahwa ia bagus/hebat namun ia sebagai pimpinan tidak dapat menjaga hak karyawannya
emoticon-Cape d... (S)


Demikianlah cerita yg dapat ane hinggakan kali ini. Mohon maap kalau threadnya agak berantakan & penggunaan mengatakan yg kurang dimengerti. Ane harap semoga ada pelajaran & hikmah yg dapat diambil
emoticon-Add Friend (S)



Boleh
emoticon-Rate 5 Star
Boleh banget
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
tetapi jangan
emoticon-Blue Guy Bata (L)


Gimana menurut agan/sis? Komentarnya dong
emoticon-Cendol (S)

Kemarin 20:22
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.