• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sosok ibu yg bagaikan madu racun

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Maaf kalau ada mengatakan yg tidak rapi & tidak lengkap. Karna saya menulis langsung ke inti & sambil menangis
Tapi kalau ada yg mau merapikan & mau cerita lengkapnya dapat hubungi saya selagi saya masih ingat detailnya


Saya punya kucing namanya bobi sebelum meninggal dia pernah matung saya kira bercanda, saya ajak main lah. tetapi tetap saja matung, beberapa menit normal lagi besoknya masih seperti itu ketika saya cek kenapa ternyata box tempat bab masih bersih jadi dia belum bab dari kemaren.
dg kesibukan kerjaku, saya cuma dapat mengobatinya dg cara tradisional yg saya cari di internet namun belum kunjung membaik, besoknya bobi mulai parah mulai nafas yg berat & muntah, disini saya mulai panik karna dia sudah mulai lemas di jam 3 pagi, jam 5 masih bertahan & saya kontak lah sebuah petshop yg ada dokter hewan, jam 6 mulai respon admin petshop & katanya dokter ada jm 3 sore, disini saya mulai ragu apakah bobi masih kuat hingga jm 3 sore, & benar saja pada hari jumat jm 7 bobi menghembuskan nafas terakhir, disini saya merasa bersalah kenapa tidak kemaren2 kontak dokter hewan biar dapat book tanggalnya. sebelumnya saya sudah prepare dengan obat2 kucing yg saya beli di internet hampir semua saya beli tetapi ada 1 obat yg belum ada yaitu obat sembelit, bobi tidak bab 3 hari hingga menghembuskan napas terakhir. bagaimana tidak seekor binatang yg dapat menemani saya waktu main game, tidur bahkan bangunin subuh, sudah saya anggap sebagai partner hidup tetapi saya tidak dapat merawatnya.

singkat cerita dengan perkerjaan yg super sibuk saya memutuskan untuk resign waktu kontrak habis & saya mau menikmati sejenak dengan keluarga saya.
kontrak kerja saya habis di tanggal 20 waktu bulan puasa, di dalam keluarga saya paling dekat dengan sosok ibu, ibu adalah orang hebat menurut saya, ibu adalah sosok yg merintis pekerjaan untuk ayah mulai dari buat batu bata, jual kain keliling komplek jalan kaki, jualan plastik di pasar dengan lesehan, saya ingat dengan keadaan pasar yg becek, sempit & harus pagi buta untuk berjualan, saya tau rasanya dharap pagi tetapi ibu tetap duduk bersila sambil memangku saya, hingga akhirnya terbeli sebuah kios & di teruskan oleh bapak. ibuk yg mulai nganggur harap meraih cita2 sebagai guru, ibuk daftar kuliah tepat saya lulusan SMK & saya mengalah supaya ibuk dapat kuliah.
singkat cerita ibuk dapat gelar sarjana & sambil merintis PAUD di desanya, seiring berjalan waktu dia jadi kepala sekolah di PAUD & TK & ikut berbagai organisasi kemasyarakatan. disini saya mulai tidak suka karena setiap mengajar murid dia langsung pergi ke organisasi 1 pulang siang langsung tidur sore dia berangkat ke organisasi lain, & dalam 1 hari saya dapat ngobrol paling 3 jam sebelum ibuk tidur lagi. & disini saya menolak apapun perintahnya yg berbentuk organisasi, ini adalah bentuk penolakan karna saya merasa kurang perhatian lagi dengan sosok ibu. mungkin dianggap durhaka tetapi ini adalah resiko aku.

balik lagi ke tanggal 20 yg habis kontrak tetapi tidak saya lanjut. iya saya mencoba menikmati hari2 bersama ibu hingga ke lebaran tanggal 2, hari itu saya dapat menikmati setiap jam bersama ngobrol & lain2.
tradisi di keluarga setiap lebaran pasti datang kerumah mbah ( keluarga dari bapak ) biasanya dengan kesibukan saya cuma dapat 2 hari tetapi tahun ini beda saya harap menikmatinya.
pada malah hari dalam 1 tahun cuma dapat tidur sesekali dengan ibuk, tidur disampingnya menciptakanku nyaman tetapi dengan kebiasaanku begadang saya sering tidur jam 2an.
waktu saya mau tidur saya lihat paras ibuk yg tertidur & disitu saya menangis dalam hati saya berbicara "kok paras ibuk seperti ini sudah tidak cantik" kondisi wajahnya seperti orang kesakitan matanya yg terbuka setengah dengan pupil pucat, napas yg berat tetapi tidak mendengkur & tidak keluar cahaya di wajahnya.
dalam posisi masih nangis disebelahnya dalam hati berbicara "kondisinya seperti orang mati, kalau saya di tinggal ibuk apakah saya sidah siap" disini tangisanku sudah tidak tertahan & saya lari ke kamar mandi, hingga tangisanku reda & balik tidur di sebelah ibu.
paginya tepat hari ke 5 kita refreshing ke gunung 1 keluarga, kita ke tempat wisata tetapi tempatnya harus naik dulu supaya dapat hingga puncak, saya tau ibuk paling belakang karna fisiknya yg cepat lelah, saya tuntun dia hingga ke puncak, hingga puncak hujan & kami berteduh di sebuah gazebo & memesan kopi. kami ngobrol disini & foto2 hingga sore. kami pulang & hingga rumah jam 7 malam, disini saya punya rencana untuk langsung pulang karna saya harap waktu full 1 hari rehat tanpa kegiatan. kami pulang jm 8 malam & hingga rumah jm 12 malam. hingga rumah kita tidur di kamar masing2.
tanggal 8 setelah rehat 1 hari kami pergi ke rumah sodara yg jaraknya hampir sama dengan rumah mbah. skip Minggu depan tgl 13 - 14 saya pergi liburan dengan teman ke dieng karna dapat cerita dari ibuk karna tempatnya bagus & dharap yg menantang. selesai liburan selang beberapa hari tv rusak yg biasa buat nonton mbah ( keluarga ibu ), mbah marah2 hingga diam tidak berbicara beberapa hari, disini saya dipanggil ibuk untuk beli tv baru dengan uangnya, disini saya bingung dengan gaji ibuk yg honorer 1 bulan 200rb sanggup beli tv untuk Mbah. dalam posisi saya masih milih2 model tv mana yg cocok sesuai budget, saya di kasih tawaran untuk ikut rekreasi sekolahnya ibuk, disini saya tolak dengan alasan saya sudah pernah kesana & biar mbah saja.

ibuk piknik dengan muridnya ditambah adik, bapak & juga mbah diposisi itu saya menunggu tv baru yg mau diantat ke rumah, tv datang & saya pasang supaya dapat jadi kejutan bagi mbah, sehingganya mereka pulang & langsung tidur.
besoknya seperti biasa dengan kesibukan ibuk kami cuma dapat mengbrol 3 jam sebelum dia tidur lagi, saya memanfaatkannya dengan menjelaskan fitur tv baru dengan bertanya tempat rekreasi yg di datangi kemarin.
kami menonton YouTube sambil di jelaskan ibu kemarin kesini2 & memikirkan liburan keluarga next kemana.
selanh 1 pekan ibuk ada rencana datang kerumah teman lamanya yg waktu saya kecil dia yg merawat yg jatuh pada hari kamis, sebelum itu dia sering mengingatkan kalau wajib datang & saya sering bilang "tidak dapat, pasti hujan" ibuk tau kalau yg saya ucapkan cuma bercandaan. skip hari kamis & terjadilah, benar2 hujan & full 1 hari, saya tengok ibuk ternyata lagi sakit, disini saya menganggap sepele karna biasanya memang begitu, kalau hujan dharap pasti menggigil & demam sementara ( biasanya berlangsung 2 jam ) agak aneh memang tetapi hal seperti ini biasa terjadi 2-3bulan sekali.
tapi kali ini terasa beda dari pagi hingga malam masih belum membaik, besoknya ibu brobat ke teman yg mengerti medis dikasih obat & tidak berefek hingga besoknya.
hari sabtu pagi dia bilang sangat sakit di bagian perut tetapi yg saya lihat gejala seperti yg dialami bobi kucing saya.
kami jm 8 pergi ke puskesmas untuk mengecek ibu ini sakit apa & di diagnosa lah perawat disana dengan sakit usus buntu, mereka bilang tidak dapat dirawat disini harus dirawat di rumah sakit. disini kami percaya2 saja sama perawat disana, kami ikut2 saja interuksi mereka & di bawa ke rumah sakit yg di rujuk mereka.
sehingganya di rumah sakit dibawalah ke IGD & di diagnosa lagi penyakit DB, kita masih menunggu untuk ruangannya hingga 3 jam sebelum ke ruangan diagnosa baru muncul yaitu TBC, ke ruangan dipasanglah oksigen & infus, hingga malam hari yg awalnya nafas dari hidung pindah ke mulut & sesekali minta tolong ke saya untuk lepas masker oksigen, saya bilang jangan karna itu pesan dokter. tetapi sesekali saya lepas karna kasian, nafas dia ringan kalau tidak pakai masker.
hari berikutnya tidak kunjung baik, tanpa perkembangan adanya penurunan, berbagai obat di suntik ke ibuk, masih di suruh minum pil 3 biji & 1 sendok obat berbentuk sirup, hingga siang semakin parah & di tambah alat penunjang kehidupan, disini saya mulai khawatir yg asalnya sakit perut kok hingga ke pernafasan.
dan lebih parahnya hasil lab belum keluar jadi obat pasti untuk ibuk belum ada & juga hari pekan dokter spesialis libur. kita cuma dapat pasrah, memang memberi kepercayaan & bergantung ke orang lain itu berat, tetapi bagaimana kita cuma orang kecil yg tidak tau medis cuma dapat nurut.
hingga akhirnya ibuk kritis di jm setengah 8 & Alhamdulillah dia masih dapat sholat magrib & isya.
posisi kritis & tidak kunjung membaik dokter & perawat berencana memindahkan ibu ke ICU tetapi dengan lamban & persiapan yg belum matang alat penunjang hidup ibuk dilepas & di ruangan ICU masih belum siap. nafas ibu semakin melemas disini saya mulai panik tetapi kami tidak dibolehkan masuk ke ruangan ICU hingga beberapa menit kami sekeluarga dipanggil untuk mendoakan ibu supaya masih di beri kesempatan tetapi takdir berkata lain dokter berkata "kami dari pihak rumah sakit turut berduka cita"
kata terakhir ibu yg masih saya ingat
"hpku mana pinjam sebentar" dia cek hp sambil membalas WA
"tolong transfer ke orang ini ya" saya di suruh transfer ke anggota organisasi yg dia ikuti
" dokternya mana kok lama, kok masih disuruh nunggu 1 jam " padahal tidak ada yg bilang nunggu
kata2 ini waktu kondisi dia mulai buruk & berat untuk ngomong jadi sangat singkat
" tidur " saya jawab kalau ibu tidur kita juga tidur
" makan " saya jawab yg penting ibu makan dulu ibu mau sembuh kan dia jawab "iya"
" sesak boleh lepas "
" obat " dia sering mengingatkan obat karna keharapannya pengen sembuh
" sesak " dia bilang berulang kali hingga tangannya tidak dapat melepas masker sendiri
hingga kondisi kritis dadi badan tidak gerak, mata yg mulai menutup & pola nafas semakin rendah.

diposisi ini memang saya sudah mengiklaskan kepergian ibu, ibuk adalah orang baik banyak yg datang kerumah mulai dari jamaah masjid, guru hingga ke bupati. kami orang kecil tetapi nama ibuk dapat hingga ke orang besar.
saya sangat bangga dengan ibuk sebelum kepergiannya ternyata dia menyimpan uang banyak yg mungkin untuk tambahan saya nikah nanti. kalau dipikir peninggalan ibuk sangat banyak hingga kita tidak kerepotan dengan biaya pemakamannya. berat memang mengiklaskan tetapi hidup terus berlanjut kenangan indah dari masalalu memang harap diulangi tetapi dengan memikirkan masa depan mungkin dapat ditutupi kenangan indah yg baru dengan keluarga ini.

note : hingga hari ini hasil lab / rontgen belum kami terima jadi ibu sakit apa kita masih belum tau & anehnya setelah ibu dinyatakan meninggal kita di suruh bayar administrasi & mayat ibu langsung dibawa ke ambulan ke rumah kami, kesannya seperti diusir tetapi kenyataannya memang begitu.
kami dari keluarga memang sudah ikhlas ibu sudah tiada tetapi kami masih belum ikhlas ibu diperlukan seperti itu di rumah sakit, ibu orang baik, tidak pernah marah, sering beramal, berbakti kepada orang tua, perhatian sama keluarga, mengabdi sebagai guru & kemasyarakatan bahkan tanpa di bayar.
dan saya tegaskan KAMI BELUM IKLHAS IBU DIPERLUKAN SEPERTI ITU DIRUMAH SAKIT


SELAMAT JALAN IBU MAAF ANAKMU BELUM BISA BELI MOBIL UNTUK IBU TAPI SAYA TETAP JANJI DENGAN GAJI KECIL SAYA AKAN BERUSAHA SUPAYA KALAU PERGI KE RUMAH MBAH BIAR BISA TIDUR JADI TIDAK CAPEK LAGI. TERIMAKASIH IBU KAMU ADALAH IBU YANG PALING HEBAT DAN BERJASA.

jam 8.30 tanggal 28 Mei 2022 SELAMAT JALAN IBU, SEMOGA IBU DAPAT TEMPAT YANG LEBIH BAIK, JAGA BOBI DAN TUNGGU KAMI Hari ini 05:19
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.