Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sorak Sorai Megawati sebut Tak Perlu Koalisi hingga Usul Nomor Urut
Usulan Megawati supaya partai politik peserta pemilu memakai nomor lama ini ditujukan untuk menekan biaya cetak alat kampanye. Hal itu mendapat respon penolakkan dari Partai Lainnya. Seperti yg dikutip dari pernyataan Partai Ummat yg sebut hal itu egois soal usulan nomor urut.
Selanjutnya, Ketua Umum partai PDI P Megawati juga menawarkan kalau Parpol Ingin Gabung, Silakan Saja, tetapi PDIP Tak Perlu Koalisi seperti yg dikutip dari solopos.
Hal itu dihinggakan Megawati saat ditanya wartawan mengenai kerja sama politik yg dijajaki PDIP jelang Pemilu 2024.
Mungkin karna pengalaman Politik Bu Mega yg dapat dikatakan berpengalaman ia juga menyarankan peluang & solusi.
Ini memang namanya politik ya jadi tidak dapat mengatakan namanya black and white atau hitam putih. Jadi semestinya ya sabar saja lah dulu. Ini kan sedang pematangan dalam rangka untuk pelaksanaan. Jadi kalau belum apa apa begitu sudahya monggo. Ini kan PDI Perjuangan. Kalau partai lain harap gabung ke sana, silakan saja. Dan saya memang mengatakan, bukan karena sombong, tetapi karena faktualnya PDI Perjuangan kan dapat pegang sendiri, jadi itupun jadi sebuah bagian dari hitungan ya, urai Megawati.
Sementara disisi lain, pernyataan Mantan Presiden RI ke 6 sekaligus ketua biasa Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono turun gunung & menyebutkan ada indikasi kecurangan pada pemilu 2024 mendatang menuai sorotan dari kalangan partai bahkan hal itu juga turut jadi perhatian Publik.
Seperti yg sudah kalian ketahui. Partai Demokrat merupakan Partai Opsisi. Mendapatkan isu terkait adanya upaya bahwa Partai Demokrat jangan berharap banyak untuk dapat mengajukan Calon Presiden pada Pemilu mendatang.
Perseteruan kedua partai ini dapat dikatakan sering panas sejak 2009 silam. Padahal, sebelumnya, ada hubungan 'mesra'antara kedua petinggi Partai tersebut saat Megawati Soekarno Putri & Soesilo Bambang Yudhoyono mejabat sebagai Pemimpin Negara Republik Indonesia pada masanya.
Hari ini 01:27
foto : dok PDI P /istimewa
Usulan Megawati supaya partai politik peserta pemilu memakai nomor lama ini ditujukan untuk menekan biaya cetak alat kampanye. Hal itu mendapat respon penolakkan dari Partai Lainnya. Seperti yg dikutip dari pernyataan Partai Ummat yg sebut hal itu egois soal usulan nomor urut.
Selanjutnya, Ketua Umum partai PDI P Megawati juga menawarkan kalau Parpol Ingin Gabung, Silakan Saja, tetapi PDIP Tak Perlu Koalisi seperti yg dikutip dari solopos.
Hal itu dihinggakan Megawati saat ditanya wartawan mengenai kerja sama politik yg dijajaki PDIP jelang Pemilu 2024.
Mungkin karna pengalaman Politik Bu Mega yg dapat dikatakan berpengalaman ia juga menyarankan peluang & solusi.
Ini memang namanya politik ya jadi tidak dapat mengatakan namanya black and white atau hitam putih. Jadi semestinya ya sabar saja lah dulu. Ini kan sedang pematangan dalam rangka untuk pelaksanaan. Jadi kalau belum apa apa begitu sudahya monggo. Ini kan PDI Perjuangan. Kalau partai lain harap gabung ke sana, silakan saja. Dan saya memang mengatakan, bukan karena sombong, tetapi karena faktualnya PDI Perjuangan kan dapat pegang sendiri, jadi itupun jadi sebuah bagian dari hitungan ya, urai Megawati.
Sementara disisi lain, pernyataan Mantan Presiden RI ke 6 sekaligus ketua biasa Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono turun gunung & menyebutkan ada indikasi kecurangan pada pemilu 2024 mendatang menuai sorotan dari kalangan partai bahkan hal itu juga turut jadi perhatian Publik.
Seperti yg sudah kalian ketahui. Partai Demokrat merupakan Partai Opsisi. Mendapatkan isu terkait adanya upaya bahwa Partai Demokrat jangan berharap banyak untuk dapat mengajukan Calon Presiden pada Pemilu mendatang.
Perseteruan kedua partai ini dapat dikatakan sering panas sejak 2009 silam. Padahal, sebelumnya, ada hubungan 'mesra'antara kedua petinggi Partai tersebut saat Megawati Soekarno Putri & Soesilo Bambang Yudhoyono mejabat sebagai Pemimpin Negara Republik Indonesia pada masanya.

Hari ini 01:27