TitisanAriel
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 170818
- Sejak
- 26 Apr 2012
- Pesan
- 3.458
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 36
Semakin usia bertambah, semakin menurun pula fungsi fisiologisnya. Baik laki-laki maupun perempuan mengalaminya.
Pada laki-laki tua, salah satu masalah yang dihadapai adalah ereksi dan penggunaan obat perangsang. Lebih dari setengahnya, laki-laki di atas 50 tahun, telah mecoba obat perangsang, dan kurang dari setelahnya memperbaruhi resep obat tersebut.
Hal ini dikarenakan obat tidak bekerja seperti yang diharapkan dan efek samping yang mengganggu. Di sisi lain, ada cara lain untuk meningkatkan ereksi, yaitu dengan memiliki gaya hidup sehat dan konsumsi suplemen.
Namun, ereksi tergantung pada sistem saraf dan kardiovaskular yang sehat. Rangsangan seksual memicu sistem saraf untuk membuka arteri di penis, sehingga memungkinkan masuknya darah lebih banyak. Dan masalah neurologis dan kardiovaskular dapat mengganggu proses ini.
Psychology Today memaparkan bagaimana mencegah masalah ereksi.
• Merokok dan makanan berlemak
Sebut saja masalah merokok dan konsumsi makanan tinggi lemak hewani (sosis saat sarapan, pizza untuk makan siang, dan burger saat makan malam) merupakan "neraka" bagi sistem kardiovaskular. Pasalnya mereka mengisi aliran darah dengan ion oksigen ("radikal bebas") yang melukai dinding arteri dan memacu pembentukan lemak, kolesterol tinggi, dan "plak". Seiring berjalannya waktu, plak tumbuh dan mempersempit arteri, membatasi aliran darah. Ketika plak menebal, lalu mempengaruhi arteri di jantung akan menyebabkan penyakit jantung dan "penurunan" kelamin.
Namun studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan populasi umum, perokok lebih banyak menderita disfungsi ereksi (DE). Studi lain menunjukkan bahwa peningkatan kadar kolesterol dapat meningkatkan risiko DE.
Referensi obat disfungsi ereksi herbal BPOM RI, legal dan aman
Pada laki-laki tua, salah satu masalah yang dihadapai adalah ereksi dan penggunaan obat perangsang. Lebih dari setengahnya, laki-laki di atas 50 tahun, telah mecoba obat perangsang, dan kurang dari setelahnya memperbaruhi resep obat tersebut.
Hal ini dikarenakan obat tidak bekerja seperti yang diharapkan dan efek samping yang mengganggu. Di sisi lain, ada cara lain untuk meningkatkan ereksi, yaitu dengan memiliki gaya hidup sehat dan konsumsi suplemen.
Namun, ereksi tergantung pada sistem saraf dan kardiovaskular yang sehat. Rangsangan seksual memicu sistem saraf untuk membuka arteri di penis, sehingga memungkinkan masuknya darah lebih banyak. Dan masalah neurologis dan kardiovaskular dapat mengganggu proses ini.
Psychology Today memaparkan bagaimana mencegah masalah ereksi.
• Merokok dan makanan berlemak
Sebut saja masalah merokok dan konsumsi makanan tinggi lemak hewani (sosis saat sarapan, pizza untuk makan siang, dan burger saat makan malam) merupakan "neraka" bagi sistem kardiovaskular. Pasalnya mereka mengisi aliran darah dengan ion oksigen ("radikal bebas") yang melukai dinding arteri dan memacu pembentukan lemak, kolesterol tinggi, dan "plak". Seiring berjalannya waktu, plak tumbuh dan mempersempit arteri, membatasi aliran darah. Ketika plak menebal, lalu mempengaruhi arteri di jantung akan menyebabkan penyakit jantung dan "penurunan" kelamin.
Namun studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan populasi umum, perokok lebih banyak menderita disfungsi ereksi (DE). Studi lain menunjukkan bahwa peningkatan kadar kolesterol dapat meningkatkan risiko DE.
Referensi obat disfungsi ereksi herbal BPOM RI, legal dan aman

