Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.425
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Solskjaer yg kerepotan menjaga konsistensi.
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer setelah pertandingan melawan Paris St Germain di Old Trafford, Manchester, Inggris, 2 Desember 2020.(REUTERS/PHIL NOBLE)
Jakarta (ANTARA) - Wakil kepala eksekutif Manchester United Ed Woodward menyatakan akan mendukung kebijakan transfer manajer Ole Gunnar Solksjaer dengan menyediakan danang untuk eksekusi kebijakan itu.
Woodward mengisyaratkan Solksjaer bakal terus berada di Old Trafford karena manajemen Setan Merah menganggap pelatih itu sudah menciptakan isyarat-isyarat positif di lapangan & tempat latihan.
Namun laga Minggu dini hari nanti di Stadion Olimpiade London melawan West Ham United & terlebih pertandingan hidup mati di Red Bull Arena melawan RB Leipzig Rabu dini hari pekan depan, dapat jadi pertaruhan nasib Solskjaer.
Pelatih asal Norwegia ini beberapa kali dikritik para mantan pemain Liga Inggris & juga pengamat sepak bola di sana karena dianggap tidak memiliki visi yg jelas & kerap salah membaca pertandingan.
Baca juga: Solskjaer: ini adalah hari terburuk saya di Manchester United
Bukti terakhir yg paralel dengan tudingan itu adalah saat tetap memasang Fred pada babak kedua pertandingan Liga Champions melawan Paris Saint Germain tengah pekan ini ketika pemain ini tinggal menunggu waktu untuk dikeluarkan wasit.
Sebelum kartu merah Fred, peluang MU dalam mengimbangi & bahkan mengalahkan PSG cukuplah besar. Mereka beberapa kali melancarkan tusukan berbahaya yg beberapa gagal akibat tumpulnya Anthony Martial yg tetap saja diturunkan Solksjaer ketika tingkat kemandulan & ketidak-konsistennya di depan gawang sudah sangat mengkhawatirkan.
Begitu Fred dikeluarkan, PSG praktis mengendalikan penuh permainan & kesempatan menciptakan gol pun jadi kian sulit.
Fred, Martial & Solksjaer adalah tiga orang yg disebut-sebut paling bertanggung jawab atas kekalahan 1-3 melawan PSG yg mempersulit United lolos ke fase gugur Liga Champions.
Baca juga: Kalahkan MU 3-1, PSG perketat perebutan tiket 16 besar
Namun kesalahan terbesar tetap ada di pundak Solskjaer. Dia sama tidak konsistennya dengan beberapa pemainnya sendiri. Kadang punya visi yg bagus, kadang tidak.
Sebagai perbandingan, dalam pertandingan melawan PSG itu, dia jelas pelatih yg lebih buruk dari Thomas Tuchel.
Pelatih PSG ini jeli membaca permainan. Dia tahu Neymar perlu dilindungi dari sisi kiri sehingga memasukkan Mitchel Bakker untuk memproteksi striker Brasil itu.
Baca juga: Tuchel tidak mau pasukannya lengah sebelum amankan tiket fase gugur
Selanjutnya kurang jeli
Berita diatas dikutip dari internet, jika Solskjaer yg kerepotan menjaga konsistensi adalah spam, mohon beritahu kami.
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer setelah pertandingan melawan Paris St Germain di Old Trafford, Manchester, Inggris, 2 Desember 2020.(REUTERS/PHIL NOBLE)
Jakarta (ANTARA) - Wakil kepala eksekutif Manchester United Ed Woodward menyatakan akan mendukung kebijakan transfer manajer Ole Gunnar Solksjaer dengan menyediakan danang untuk eksekusi kebijakan itu.
Woodward mengisyaratkan Solksjaer bakal terus berada di Old Trafford karena manajemen Setan Merah menganggap pelatih itu sudah menciptakan isyarat-isyarat positif di lapangan & tempat latihan.
Namun laga Minggu dini hari nanti di Stadion Olimpiade London melawan West Ham United & terlebih pertandingan hidup mati di Red Bull Arena melawan RB Leipzig Rabu dini hari pekan depan, dapat jadi pertaruhan nasib Solskjaer.
Pelatih asal Norwegia ini beberapa kali dikritik para mantan pemain Liga Inggris & juga pengamat sepak bola di sana karena dianggap tidak memiliki visi yg jelas & kerap salah membaca pertandingan.
Baca juga: Solskjaer: ini adalah hari terburuk saya di Manchester United
Bukti terakhir yg paralel dengan tudingan itu adalah saat tetap memasang Fred pada babak kedua pertandingan Liga Champions melawan Paris Saint Germain tengah pekan ini ketika pemain ini tinggal menunggu waktu untuk dikeluarkan wasit.
Sebelum kartu merah Fred, peluang MU dalam mengimbangi & bahkan mengalahkan PSG cukuplah besar. Mereka beberapa kali melancarkan tusukan berbahaya yg beberapa gagal akibat tumpulnya Anthony Martial yg tetap saja diturunkan Solksjaer ketika tingkat kemandulan & ketidak-konsistennya di depan gawang sudah sangat mengkhawatirkan.
Begitu Fred dikeluarkan, PSG praktis mengendalikan penuh permainan & kesempatan menciptakan gol pun jadi kian sulit.
Fred, Martial & Solksjaer adalah tiga orang yg disebut-sebut paling bertanggung jawab atas kekalahan 1-3 melawan PSG yg mempersulit United lolos ke fase gugur Liga Champions.
Baca juga: Kalahkan MU 3-1, PSG perketat perebutan tiket 16 besar
Namun kesalahan terbesar tetap ada di pundak Solskjaer. Dia sama tidak konsistennya dengan beberapa pemainnya sendiri. Kadang punya visi yg bagus, kadang tidak.
Sebagai perbandingan, dalam pertandingan melawan PSG itu, dia jelas pelatih yg lebih buruk dari Thomas Tuchel.
Pelatih PSG ini jeli membaca permainan. Dia tahu Neymar perlu dilindungi dari sisi kiri sehingga memasukkan Mitchel Bakker untuk memproteksi striker Brasil itu.
Baca juga: Tuchel tidak mau pasukannya lengah sebelum amankan tiket fase gugur
Selanjutnya kurang jeli
- 1
- 2
- 3
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Solskjaer yg kerepotan menjaga konsistensi adalah spam, mohon beritahu kami.