• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Solo Larang Topeng Monyet

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
6WEcp.jpg
Kota Solo mengikuti langkah DKI Jakarta dalam penertiban terhadap seniman topeng monyet. Dengan pendekatan persuasif, kini perempatan jalan di Kota Bengawan mulai bersih dari eksploitasi hewan tersebut.

Kepala Satpol PP, Sutarjo, saat ditemui wartawan di Balai Kota, Kamis (31/10/2013), mengaku telah mendata seniman topeng monyet yang mengais rezeki di Kota Bengawan. Hasilnya, dia mencatat ada belasan orang yang menjadikan topeng monyet sebagai pekerjaan.

”Mereka sudah kami minta tidak beraktivitas lagi. Sekarang jumlahnya sudah mulai berkurang,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, aktivitas topeng monyet biasanya ditemui di perempatan Gendengan, perempatan Ngemplak, perempatan Dawung, Kandang Sapi, Jl. M.T. Haryono, perempatan Gading hingga event car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi.

Namun, sejumlah titik seperti di perempatan Gendengan, Jl. M.T. Haryono dan CFD mulai steril dari topeng monyet.

Sutarjo mengatakan rata-rata seniman topeng monyet berasal dari Soloraya sampai Jawa Barat.

”Kalau mereka dari luar Solo ya kami bina terus kami suruh pulang. Kalau sudah diperingatkan tiga kali masih ngeyel, kami sita monyetnya,” tegas dia.

Dia mengklaim selama ini seniman topeng monyet cukup kooperatif dengan upaya Pemkot. Hingga tindakan terakhir, belum satu pun monyet yang ia sita akibat penolakan penertiban. Namun, pihaknya berjanji terus menggelar patroli simultan untuk menghapus topeng monyet di Kota Bengawan.

Selain alasan eksploitasi hewan, Sutarjo menilai topeng monyet harus ditertibkan karena mengganggu pengguna jalan. Menurutnya, aktivitas topeng monyet di persimpangan jalan berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

”Tidak semua orang berani sama monyet. Kalau warga panik terus memacu kendaraannya gimana. Monyet jalanan seperti itu juga berisiko menularkan penyakit rabies.”

Wali Kota, F.X. Hadi Rudyatmo, menilai pemahaman terhadap asal usul seniman topeng monyet penting dalam penertiban aktivitas itu. Jika seniman tersebut warga Solo, Rudy bakal mencarikan solusi agar warga tetap memiliki penghasilan.

Namun jika pelaku berasal dari luar Solo, dia akan mengembalikannya ke daerah asal.

”Namun intinya penyiksaan terhadap hewan seperti itu tidak boleh dilakukan,” tandasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.