• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sogokan Pengusaha

erica_aur

IndoForum Junior A
No. Urut
5603
Sejak
26 Agt 2006
Pesan
2.937
Nilai reaksi
211
Poin
63
Seorang pengusaha bertekad memenangkan perkaranya dengan pengusaha lain. Ia menanyakan kepada pengacaranya apakah kalau dia memberikan hadiah pada hakim, hakim akan bersimpati.

"Jangan, jangan sekali-kali!" cegah si pengacara.


"Anda pasti kalah kalau Anda menyogok hakim yang jujur itu."


Sang pengusaha tidak perduli dan mengirimkan sebuah mobil mewah kepada hakim tersebut. Kenyataannya dia memenangkan perkaranya.


"Aneh," kata si pengacara ketika tahu si pengusaha telah menyogok hakim. "Perbuatan Anda jelas salah."


"Memang benar," kata si pengusaha yang lihai itu. "Waktu mengirim mobil tersebut kutiskan nama lawanku sebagai pemberinya."
 
Dua Lagi

Suatu malam ada dua orang pemuda mencuri apel di sebuah kebun dekat kuburan. Setelah mereka puas mendapatkan apel dalam jumlah yang cukup banyak, akhirnya mereka kabur sambl membawa apel-apel itu. Mereka membawa apel itu dalam baju mereka.

Kemudian mereka bersembunyi di belakang pintu gerbang kuburan. Apel hasil curian itu mereka bagi dua. Ketika baju yang dipakai untuk membawa apel dibuka, ada 2 buah apel menggelinding ke arah pintu gerbang, tapi kedua orang pemuda itu mengacuhkan apel itu.


Lalu yang satu mulai membagi apel tersebut sambil berkata,
"Yang satu untukmu, yang satu ini untukku," kemudian dia membagi lagi,
"satu untukku, satu untukmu".


Waktu itu di depan pintu gerbang kuburan lewat seorang ibu. Ia mendengar ada suara, "Satu untukmu, satu untukku". Ibu itu mengira kalau ada hantu yang sedang berbagi makanan. Dan makanan hantu tak lain adalah mayat, begitulah pikiran ibu itu.


Saking takutnya kemudian si ibu itu berlari menuju pos satpam penjaga kuburan. Ia lapor kepada satpam kalau ada hantu sedang membagi-bagikan bagian tubuh mayat untuk dijadikan santapan. Kemudian si ibu dan satpam itu menuju ke pintu gerbang kuburan.


Sesampainya di pintu gerbang kuburan, 2 orang pemuda itu masih belum selesai membagikan apel itu. "Satu untukmu, satu untukku, itu adalah yang terakhir. Kalau masih kurang puas, tenang saja, ada 2 lagi masih menanti di pintu gerbang!"


Mendengar itu si ibu dan satpam langsung lari terbirit-birit...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.