• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Soeharto beli telepon emas

erica_aur

IndoForum Junior A
No. Urut
5603
Sejak
26 Agt 2006
Pesan
2.937
Nilai reaksi
211
Poin
63
Saat melakukan lawatan ke Amerika Serikat, Soeharto mengunjungi Gedung
Putih. Sebagai pimpinan negara ke tiga, ia sangat ter-kagum² dengan
kemewahan interior istana kepresidenan Paman Sam itu. Ia tambah kagum
lagi saat masuk ke ruangan Bill Clinton. Di ruangan itu terdapat sebuah
telepon berwarna emas yang menghiasi meja kerja Clinton.

Mata Soeharto lama tidak beranjak dalam memandang telepon itu. Clinton
pun tahu maksud kawannya itu sehingga ia serta merta menawarkan kepada
Soeharto.
"Silakan kalau Anda mau mencoba. Telepon ini istimewa, bisa dipakai
menelepon ke mana saja", kata Clinton.

Belum selesai Clinton bicara, Soeharto segera memotongnya, "Maksud Anda
pesawat ini juga bisa dipakai untuk telepon ke surga ?".

Bisa, pokoknya ke mana saja. Silakan kalau mau mencoba. Saya juga sering
telepon ke surga untuk konsultasi kepada beberapa kepala negara disana
termasuk Soekarno. Cuma, ya itu, pulsanya mahal karena ini telepon
istimewa. Satu menit 1.000 dolar".

Soal biaya mahal bagi Soeharto tidaklah masalah karena ia yakin
kekayaannya tak akan habis hanya untuk membayar pulsa telepon.
Lalu Soeharto mencoba nomor telepon surga yang telah diberikan dari Clinton.

"Halo, apakah saya bisa bicara dengan Bu Tien ?" tanya Soeharto.
Terdengar suara, "Siapa Bu Tien? Kami tidak kenal nama itu. Apa anda bisa menyebut
nama lengkap atau dari mana asalnya ?".
"Ibu Hajjah Raden Ayu Siti Hartinah Soeharto, Ibu Negara dari Indonesia", kata pak Harto.
Si penerima telepon mencoba mencari nama itu dalam daftar penghuni surga.
Dan terdengar jawaban, "Maaf, nama tersebut tidak ada".

Muka Soeharto mulai memerah. Ia tak yakin bahwa Bu Tien tidak ada di surga.
Clinton pura² tak tahu perubahan raut muka Soeharto. Clinton lantas
menyodorkan nomer telepon baru, "Harto, coba Anda hubungi nomor ini,
mungkin Bu Tien ada disana", kata Clinton. Serta-merta Soehartopun segera
menelpon nomor yang dimaksud. Dan ternyata, bu Tien ada disitu cuma harus menunggu
lama karena ia berada di tempat yang paling ujung.

"Bapak, katanya mau segera menyusul, kok belum juga muncul sih. Aku sangat
gerah disini, panas", kata Bu Tien.
"Kalau aku nyusul sekarang, aku takut siapa yang akan menjaga harta kita. Anak dan cucu kita pasti dimusuhi
rakyat. Lho kok kamu kepanasan, memangnya kamu ada dimana ?" tanya Soeharto.

Soeharto pun baru tahu bahwa Bu Tien ada di neraka.

Karena malu, Soeharto pun berusaha tidak menceritakannya kepada orang
lain, termasuk kepada rombongan yang ikut hadir di Gedung Putih.
Walaupun demikian Soeharto tetap bergembira bisa ber-bincang² dengan istrinya. Setelah
selesai perbincangan dengan Bu Tien ia membayar biaya percakapan yang jumlahnya
sekitar 15.000 dolar. Selesai membayar, Soeharto tidak segera beranjak
dari meja Clinton. Ia masih memandangi dan me-megang² gagang telepon. Clintonpun
tahu maksudnya. "Anda bisa membeli telepon itu kalau mau. Harganya 100.000
dolar", katanya.

Mendengar kalimat tersebut Soeharto kontan berdiri dan mendekati
Moerdiono.
"Moer, sediakan uang sebanyak itu sekarang juga. Bayar dan bawa pulang
telepon ini. Kabarkan pula kepada anak dan cucu saya, supaya berkumpul di
rumah ketika aku pulang", perintah Soeharto.

Dan betul juga. Seusai kunjungan kerja, di Cendana sudah berkumpul anak²
dan cucu² Soeharto. Juga tampak hadir kerabat Bu Tien dan Soeharto dari
Solo. Belum sempat istirahat, Soeharto langsung memerintahkan kepada
Moerdiono untuk segera memasang telepon emas itu. Setelah terpasang, satu
per satu anak dan cucu Soeharto menelepon Bu Tien hingga menghabiskan
waktu sekitar 2 jam. Tapi apa yang terjadi, Soeharto kaget, karena ternyata
biaya teleponnya tidak semahal sewaktu pemakaian di Gedung Putih.
Dalam waktu 2 jam, biaya pulsanya hanya 5.000 dolar.

Soeharto segera mengangkat telepon dan menghubungi Clinton. Ia marah²,
"Nton, kamu menipu saya ya? Waktu saya telepon dari Gedung
Putih, 15 menit biayanya 15.000 dolar. Sedangkan kami dari Cendana dengan
pemakaian dua jam biayanya hanya 5.000 dolar. Kamu ingin memeras saya ya?".

Mendengar hal tersebut Clinton dengan dingin dan santai menjawab, "Jangan
marah dulu. Harap diketahui, saluran telepon dari Gedung Putih ke neraka
itu pulsanya pulsa internasional sehingga biayanya mahal. Kalau dari
Cendana ke neraka itu kan termasuk pulsa lokal".
 
gila...parah bgt.../heh nancep abis dah.../wah
 
suharto suharto presiden ku /gg/gg/gg/gg/gg
 
wakakakakkakak soeharto cuma lokal ke hell =))=))=))
 
wkakakakakaka... sakit banget tu.... pulsa lokal boooo =)) =)) =))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.