• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Soal UMK Pakde Redam Investor

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Gubernur Jatim Soekarwo mengaku tahu dan paham, bagaimana meredam agar investor tidak lari dari Jatim pasca penetapan UMK Jatim yang lebih tinggi dari Jakarta.

Bahkan Pakde Karwo juga tahu, bagaimana cara merayu agar pengusa-pengusaha itu tetap berada di Jatim. "Kami paham dengan situasi sekarang. Besaran UMK yang sudah kita tetapkan itu, sudah sesuai hitungan yang tepat. Tinggal sekarang bagaimana kita merayu saja para investor itu, untuk tidak lari dari Jatim. Seperti saat pacaran begitu, nanti cara ngrayunya," ucap Pakde Karwo saat pemberangkatan peserta gerak jalan tradisional Mojokerto - Surabaya, di Mojokerto, Jumat (21/11/2014).

Namun, Pakde Karwo enggan membeberkan strategi dan bentuk rayuannya tersebut. Sebelum kenaikan harga BBM, Pakde Karwo mengaku telah menghitung dengan tepat. Bahwa besaran UMK di daerah-daerah industri di Jatim yang masuk ring satu Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto sebesar Rp 2,4 juta. Karena terjadi kenaikan harga BBM, mendapatkan hasil itungan besaran UMK di daerah itu adalah Rp 2,7 juta.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja Pemrov Jatim yakin bahwa investor tak bakal lari. "Ada 2,9 juta buruh kita bekerja di seluruh industri di Jatim. Kalau toh investor lari, kami berharap tetap ada di wilayah Jatim," kata Kepala Disnaker Transmigrasi Edi Purwanto.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.