Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Heboh jelang masa waktu penerimaan mahasiswa baru terutama perguruan tinggi negeri (PTN). Banyak murid & orang tua kecewa sebab terancam gagal berpeluang kuliah ke PTN.
Gara-garanya keterlambatan SMA/SMK mendata dokumen murid & sekolahnya ke perangat teknologi informasi Seleksi Nasional Panerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2023.
Jumlahnya tidak tanggung-tanggung banyaknya. Mencapai 3 ribu SMA/SMK & diperkirakan hingga 70 ribu murid SMA/SMK berpotensi hilang kesempatan kuliah di PTN.
Akhirnya: mencak-mencak di media sosial. Kesal. Gerutu. Muncul kritik ke panitia SNPMB 2023 & Kemdikbudristek.
Lho mengenai input data dokumen murid (nilai rapor & pretasi) serta SMA/SMK bersangkutan itu kan pekerjaan rutin berulang setiap tahunnya. Bukan baru kali ini saja.
Yang bertanggungjawab memasukkan data murid & SMA/SMK, ya jelas setiap masing-masing sekolah. Pasalnya murid dari sekolah terkait yg harap ikut SNPMB 2023.
Jadi panitia SNPMB 2023 tinggal menunggu data siapa saja murid yg harap berkompetisi masuk kuliah di PTN. SMA/SMK mana saja yg mencatatkan muridnya ikut SNPMB 2023.
Kekesalan & kritiknya harus tepat sasaran. Jangan segala sesuatu yg menyangkut dunia pendidikan nasional ditimpakan ke Kemdikbudristek atau operator misalnya panitia.
Kok masih banyak sekolah yg bingung & terkesan lalai mendaftarkan dokumen murid & data sekolahnya ke sistem teknologi SNPMB 2023, kan aneh. Padahal sekali lagipekerjaan seperti ini setiap tahun dilakukan.
Dengan begitu semestinya sekolah sudah paham apa tanggung jawab & tugasnya menjelang masa seleksi kuliah ke PTN.
Padahal asal diketahui saja waktu input data nilai murid & lingkungan sekolah sangat lama dibuka oleh panitia SNPMB 2023. Hingga sebulan lamanya, dari 9 Januari-9 Februari 2023.
Nah terus selama sebulan waktu kesempatan pendaftaran data SNPMB 2023 tersebut, sekolah mengerjakan apa saja? Ini semua jadi pertanyaan. Kasihan murid & orang tua murid.
Alasan SMA/SMK yg terancam gagal ikut SNPMB 2023 pun terdengar agak klise: karena telat input data dokumen murid & masing-masing sekolahnya.
Bila proses kerja mendata nilai & pretasi murid maupun sekolah dilakukan di akhir waktu yg mepet, jelas kemungkinan akbar dapat telat. Risiko gangguan teknologi dapat terjadi.
Sekolah yg harap muridnya ikut SNPMB 2023 bukan cuma belasan atau puluhan, tetapi puluhan ribu! Jumlahnya membludak & mungkin saja menciptakan kendala teknologo
Dapat disimpulkan berarti sekolah yg abai & anggap enteng pada prosedur SNPMB 2023. Seharusnya sigap & bertindak cepat pada cita-cita muridnya.***
Hari ini 09:58
Gara-garanya keterlambatan SMA/SMK mendata dokumen murid & sekolahnya ke perangat teknologi informasi Seleksi Nasional Panerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2023.
Jumlahnya tidak tanggung-tanggung banyaknya. Mencapai 3 ribu SMA/SMK & diperkirakan hingga 70 ribu murid SMA/SMK berpotensi hilang kesempatan kuliah di PTN.
Akhirnya: mencak-mencak di media sosial. Kesal. Gerutu. Muncul kritik ke panitia SNPMB 2023 & Kemdikbudristek.
Lho mengenai input data dokumen murid (nilai rapor & pretasi) serta SMA/SMK bersangkutan itu kan pekerjaan rutin berulang setiap tahunnya. Bukan baru kali ini saja.
Yang bertanggungjawab memasukkan data murid & SMA/SMK, ya jelas setiap masing-masing sekolah. Pasalnya murid dari sekolah terkait yg harap ikut SNPMB 2023.
Jadi panitia SNPMB 2023 tinggal menunggu data siapa saja murid yg harap berkompetisi masuk kuliah di PTN. SMA/SMK mana saja yg mencatatkan muridnya ikut SNPMB 2023.
Kekesalan & kritiknya harus tepat sasaran. Jangan segala sesuatu yg menyangkut dunia pendidikan nasional ditimpakan ke Kemdikbudristek atau operator misalnya panitia.
Kok masih banyak sekolah yg bingung & terkesan lalai mendaftarkan dokumen murid & data sekolahnya ke sistem teknologi SNPMB 2023, kan aneh. Padahal sekali lagipekerjaan seperti ini setiap tahun dilakukan.
Dengan begitu semestinya sekolah sudah paham apa tanggung jawab & tugasnya menjelang masa seleksi kuliah ke PTN.
Padahal asal diketahui saja waktu input data nilai murid & lingkungan sekolah sangat lama dibuka oleh panitia SNPMB 2023. Hingga sebulan lamanya, dari 9 Januari-9 Februari 2023.
Nah terus selama sebulan waktu kesempatan pendaftaran data SNPMB 2023 tersebut, sekolah mengerjakan apa saja? Ini semua jadi pertanyaan. Kasihan murid & orang tua murid.
Alasan SMA/SMK yg terancam gagal ikut SNPMB 2023 pun terdengar agak klise: karena telat input data dokumen murid & masing-masing sekolahnya.
Bila proses kerja mendata nilai & pretasi murid maupun sekolah dilakukan di akhir waktu yg mepet, jelas kemungkinan akbar dapat telat. Risiko gangguan teknologi dapat terjadi.
Sekolah yg harap muridnya ikut SNPMB 2023 bukan cuma belasan atau puluhan, tetapi puluhan ribu! Jumlahnya membludak & mungkin saja menciptakan kendala teknologo
Dapat disimpulkan berarti sekolah yg abai & anggap enteng pada prosedur SNPMB 2023. Seharusnya sigap & bertindak cepat pada cita-cita muridnya.***
Hari ini 09:58