al_hudzaifah
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 18915
- Sejak
- 16 Jul 2007
- Pesan
- 3.389
- Nilai reaksi
- 60
- Poin
- 48
Smartphone Kuasai 10% Pasar Ponsel
10 Januari 2009
Pangsa pasar smartphone (ponsel pintar) masih di bawah 10% dari totap pasar ponsel di Indonesia yang tahun lalu mencapai sekitar 25 juta unit. Djunadi Satrio, Senior Manager Product Group Marketing PT Sony Ericsson Indonesia, menuturkan rendahnya penetrasi pasar itu dipengaruhi tiga faktor, yaitu harga, penguasaan teknologi, dan akses Internet yang tidak memadai.
"Sejak dahulu peminat smartphone masih sangat tersegmentasi. Di sisi lain vendor-vendor ponsel tidak banyak yang memosisikan produk ini pada portofolio bisnisnya," ujarnya. Dia memperkirakan pasar smartphone Indonesia tahun ini masih belum semarak.
Menurutnya, kontribusi ponsel pintar bagi pendapatan vendor yang bermain pada ponsel tradisional tidak signifikan. "Diperkirakan hanya sekitar 10% saja." Walaupun begitu, dia menilai vendor ponsel dinilai akan tetap mempertahankan produk tersebut sebagai variasi dari portofolio bisnis mereka.
Karena, lanjut Djunadi, jika vendor hanya fokus pada satu produk saja, hal itu akan riskan untuk bisnis mereka. "Apabila produk mereka gagal di pasaran maka akan buruk pula untuk bisnis mereka."
Dia menuturkan pertumbuhan pasar ponsel di Tanah Air tahun ini diperkirakan berada pada kisaran 20%-25% mengikuti pertumbuhan pelanggan operator.
Proyeksi laju pertumbuhan pasar ponsel tersebut tidak berbeda jauh dengan kinerja pertumbuhan pasar ponsel Indonesia 2008. Dengan volume penjualan sebesar 25 juta unit selama Januari-Desember 2008, pasar ponsel domestik mengalami pertumbuhan sebesar 20% dibandingkan dengan penjualan 2007.
Untuk pasar ponsel pintar, Djunadi berpendapat apabila vendor mampu mempertahankan performa penjualan yang dicapai pada 2008 lalu saja pun sudah baik
Menurut laporan dari International Data Corporation (IDC), pasar ponsel dunia akan mengalami penurunan 1,9% tapi tidak pada ponsel pintar yang diproyeksikan bisa tumbuh sebesar 8,9%. IDC juga mengungkapkan pada masa mendatang tren perangkat ponsel yang terkonvergensi akan banyak dilirik.
IDC melihat pengguna ponsel semakin teredukasi akan kelebihan fitur yang bisa diberikan ponsel pintar terutama aplikasi-aplikasi online seperti jejaring sosial.
Sumber: Bisnis Indonesia