Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Source Imageby wfmz
Pada tanggal 2 Mei 1972 seorang pria misterius masuk ke sebuah hotel bernama Americus di Allentown, dengan mendaftar sebagai Gorge Ames. Oleh pekerja hotel Ia tampak seperti orang yg "terlalu sopan", namun pribadinya seperti mendirikan tembok disekitarnya & terlihat sibuk sekali.
George Ames disini adalahFrederick W Hahneman, seorang insinyur berusia 49 tahun. Fred memilih untuk membajak pesawat Eastern Airlines 727 dengan tujuan akhir Miami transit di Washington.
Berbeda dengan kasus D.B. Cooper yg dapat melenggang membawa koper berisi bom tanpa terlebih dahulu mendapatkan screening logam, maskapai Eastern Airlines sudah menerapkan standar keamanan untuk mengerjakan profiling psikologis penumpang & pemasangan perangkat pendeteksi logam.
Tetapi, sistem keamanan tersebut dirasa tidak berfungsi ketika pembajakan terjadi. Terbukti bahwa Fred dapat membawa Colt Cobra kaliber 38 yg terisi penuh ke dalam penerbangan tersebut. Ia membawanya & menodongkan senjata tersebut ke kapten pilot WL Hendershott.
Fred meminta uang tebusan sebesar US$303.000,- & parasut serta beberapa rokok merek tertentu. Pesawat yg direncanakan mendarat di Washington, diminta Fred untuk mendarat di Dulles. Setelah mendarat para penumpang sebanyak 48 orang, dipersilahkan turun bersama satu orang pramugari.
Fred meminta pilot kembali menerbangkan pesawat ke arah Honduras, tempat Ia lahir. Pada pukul sekitar 04.00 pagi, Fred melompat dengan mengpakai parasut & membawa serta tas berisi uang & berhasil mendarat di hutan Honduras.
Hahneman berusaha untuk bersembunyi sementara cerita tentang kejahatannya luntur dimakan waktu. Namun, FBI & aparat penegak hukum lokal sudah mulai menyebarkan poster dirinya dengan reward sebesar US$25.000,-.
Hahneman mulai panik & terdesak. Ia meminta teman lamanya untuk menyembunyikan dirinya, tetapi hal itu tidak memungkinkan. Sang teman menyarankan untuk Hahneman segera menyerahkan diri saja.
Satu bulan kemudian, tepatnya tanggal 2 Juni 1972, Hahneman menyerahkan diri melalui Kedutaan Besar AS di Tegucigalpa, Honduras. Dalam persidangan Ia dijatuhkan sanksi seumur hidup. Namun, pada tanggal 13 Maret 1984, Hahneman dibebaskan secara bersyarat & dibebaskan secara penuh pada tanggal 17 Agustus 1984.
Istri & keluarganya tidak tahu menahu akan tujuan dari suaminya dalam mengerjakan pembajakan tersebut. Hahneman pun tidak pernah mengungkap niat & tujuannya, karena uang sebanyak US$303.000,- ditemukan utuh !
Quote:
"Di tengah pusaran kegelapan, kejahatan kerap dimaklumi sebagai kewajaran".
Najwa Shihab
Najwa Shihab
Sumber : Link1, Link2
Hari ini 16:04