yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Petugas melihat kondisi pelaku perampasan yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (1/11/2012). Perampasan tersebut gagal setelah korbannya melawan.
Andik Purwanto, pengendara mobil boks yang menjadi korban perampasan, mengaku kecurigaannya terhadap ulah polisi gadungan itu mulai muncul setelah dua pelaku yang tidak menemukan narkoba pada mobilnya malah menyita dompet, uang Rp 7 juta, dan handphone sebagai jaminan agar ia datang ke mapolsek untuk tes urine.
Kecurigaannya semakin kuat setelah melihat kedua pelaku yang berboncengan sepeda motor ini malah berbalik arah berlawanan dengan jalan menuju polsek terdekat. "Saya lihat kok mereka balik, berarti mereka bukan polisi. Saya langsung kejar," kata warga Tulungagung ini.
Menurut Andik, kedua pelaku juga tidak menguasai medan. Hal itu terlihat dari pelarian kedua pelaku yang tidak dapat menemukan gang kecil untuk menghindari pengejaran yang dilakukannya dengan mobil boks. Bahkan pelaku yang diduga putus asa tersebut kemudian kembali berbalik arah menuju arah kendaraan korban. Saat jarak semakin dekat itulah Andik menabrakkan mobilnya ke motor pelaku.
"Dia berupaya menghindar dengan lewat trotoar, langsung mobil saya naikkan ke trotoar dan bruak, mereka berdua jatuh," tutur Andik.
Setelah jatuh, lanjut Andik, kedua pelaku masih sempat melarikan diri sehingga ia dan kedua rekannya yang ada di mobil segera turun dan melakukan pengejaran. Satu pelaku dapat diamankan, sementara satunya lagi melarikan diri.
Kejadian tersebut cukup menyita perhatian masyarakat. Pelaku yang tertangkap bernama Endrik Waluyo, warga Jombang. Endrik kemudian dibawa polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri karena menderita beberapa luka.
Kepala Subbag Humas Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Surono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Pihaknya juga meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dari aksi kejahatan yang semakin beragam modusnya.
"Jika menemukan kejadian yang sama jangan mudah percaya. Usahakan bertahan dan tanyakan surat tugasnya," kata AKP Surono.