• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Siswi Ini Lapor Polisi Telah Dirampok, Tapi Data CCTV Tak Ada Perampokan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
5J1h6.jpg
Siswi kelas III SMK swasta di Jalan Gajahmada, Kota Semarang nekat memberikan laporan palsu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Selasa (21/4/2015) siang sekitar pukul 11.00.

Siswi bernama A (17), itu melaporkan bahwa dirinya menjadi korban perampokan di Jalan Veteran, tepatnya di depan Indomaret Veteran, sejam sebelum dia melaporkan ke SPKT Polrestabes Semarang.

Uang Rp 2 juta miliknya dirampas pria menggunakan pisau. Saat dimintai keterangan oleh petugas SPKT, A mengatakan uang tersebut merupakan uang kas kelas yang bersumber dari sumbangan rekan-rekan satu kelasnya.

"Saya ditodong pria pakai pisau, uangnya dirampas," ujar gadis berambut lurus panjang ini.
Dia menceritakan, saat itu dia sedang berbelanja keperluan di Indomaret tersebut, namun ketika keluar dari pintu Indomaret, datang seorang pria menggunakan memegang pisau dan menodongnya.

"Pria itu minta barang berharga saya, saya takut jadinya serahkan uang itu," katanya.

Setelah kejadian, A mengaku kembali ke sekolah dan mengadu kepada teman temannya. Ditemani dua temannya, A lalu mendatangi SPKT Polrestabes Semarang untuk mengadu. Laporan diterima, tim Inafis Polrestabes Semarang lalu mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti bukti.

Namun petugas dibuat bingung lantaran karyawan Indomaret tidak melihat adanya kejadian tersebut. Bahkan rekaman CCTV di Indomaret tidak menunjukkan adanya kejadian perampokan seperti yang dilaporkan oleh A.

"Sudah dicek sama Inafis, CCTV juga tidak ada perampokan seperti laporannya," ujar seorang anggota SPKT Polrestabes Semarang.

Lantaran dugaan laporan palsu ini, polisi memanggil orang tua A. "Laporannya belum bisa kami teruskan, kami panggil orang tuanya dulu. Ada indikasi berbohong, mau buat laporan palsu," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.