yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PACITAN- Seorang siswa SD Negeri Sugihwaras 2, Desa Sugihwaras, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, bernasib nahas akibat terbatasnya fasilitas di sekolah.
Bocah itu tewas akibat tertimpa lemari buku yang juga berfungsi sebagai penyekat antara ruang kelas dan ruang perpustakaan.
Peristiwa terjadi saat jam istirahat sekolah pada Kamis 26 Juli kemarin. Saat itu, korban bernama Fattahul Umam, siswa kelas 2, tengah bermain bersama temannya di ruang kelas. Tanpa sadar, korban menarik kain selambu penutup buku.
“Saat kain ditarik, lemari roboh. Karena posisi korban berada persis di bawah lemari sehingga langsung tertimpa lemari. Tubuh korban terjepit dan dibawa ke Puskesmas Pringkuku, namun tewas di perjalanan,” kata Sugeng, penjaga sekolah, Jumat (27/7/2012).
Sementara itu, kematian korban menyebabkan keluarganya terpukul. Susilo dan Rini Widiastuti, orangtua Fattahul, terus menangis. Mereka tidak menyangka anaknya meninggal di sekolahan dengan kondisi cukup mengenaskan.
Murni kecelakaan, keluarga korban tidak menuntut atas kasus ini. Jenazah bocah kelas dua itu diserahkan ke keluarga dan langsung dimakamankan di pemakaman umum desa setempat.
Bocah itu tewas akibat tertimpa lemari buku yang juga berfungsi sebagai penyekat antara ruang kelas dan ruang perpustakaan.
Peristiwa terjadi saat jam istirahat sekolah pada Kamis 26 Juli kemarin. Saat itu, korban bernama Fattahul Umam, siswa kelas 2, tengah bermain bersama temannya di ruang kelas. Tanpa sadar, korban menarik kain selambu penutup buku.
“Saat kain ditarik, lemari roboh. Karena posisi korban berada persis di bawah lemari sehingga langsung tertimpa lemari. Tubuh korban terjepit dan dibawa ke Puskesmas Pringkuku, namun tewas di perjalanan,” kata Sugeng, penjaga sekolah, Jumat (27/7/2012).
Sementara itu, kematian korban menyebabkan keluarganya terpukul. Susilo dan Rini Widiastuti, orangtua Fattahul, terus menangis. Mereka tidak menyangka anaknya meninggal di sekolahan dengan kondisi cukup mengenaskan.
Murni kecelakaan, keluarga korban tidak menuntut atas kasus ini. Jenazah bocah kelas dua itu diserahkan ke keluarga dan langsung dimakamankan di pemakaman umum desa setempat.