• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Siswa ke Sekolah Nyeker

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
0V14.jpg
Tokoh masyarakat Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Sujari mengaku sedih menyaksikan puluhan siswa SDN Jabungan harus jalan kaki tanpa sepatu, menyeberangi Sungai Kethekan demi bisa sekolah.

Ia mengatakan ada dua akses menuju SDN Jabungan. Pertama, lewat sungai Kethekan dan kedua lewat jalan raya. Namun keduanya tidak layak disebut memadai. "Untuk yang lewat jalan raya, orangtua siswa harus melewati jalan darurat atau jalan kecil selebar maksimal 2 meter buatan warga sendiri. Jalannya pun naik turun dan licin," tuturnya.

Ketua RW 1 itu bercerita orangtua siswa yang memilih mengantarkan anaknya lewat jalan tersebut harus melewati talud ambrol. Tidak hanya itu, jika tidak hati-hati maka sepeda motor orangtua bisa terpeleset karena jalan paving yang berlumut.

Sujari langsung menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya terkait kondisi tempat lahirnya tersebut. Ia heran, meski berada di Kota Semarang tapi infrastrukturnya masih kalah dengan kelurahan lain di luar Semarang. "Mau lewat manapun ke SDN sama-sama tidak memadai. Jalan setapak menuju SD pun inisiatif warga sendiri," jelasnya, pekan lalu.

Tokoh masyarakat lainnya, Hermawan Sulis mendesak pemerintah Kota Semarang untuk memperhatikan wilayah Jabungan. Khusus untuk akses ke satu-satunya sekolah dasar di Jabungan harus benar-benar diperhatikan.

Ia meminta akses jalan untuk anak sekolah diprioritaskan dalam pembangunan tahun ini. Dengan begitu, pengalaman warga yang sekian puluh tahun bersekolah nyeker, dengan menenteng sepatu, tidak terulang lagi. "Wilayah ini butuh perhatian khusus dari pemerintah Kota Semarang," jelasnya.

Terpisah, nasib jembatan talang irigasi Plempungan di perbatasan Kabupaten Karanganyar-Boyolali, mulai menunjukkan titik terang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan rencana pembangunan jembatan tersebut masuk dalam musyawarah perencanaan pembangunan wilayah (Musrenbangwil) eks Karesidenan Surakarta, Selasa (31/3) pagi ini.

Ditemui Tribun Jateng di kantornya, Senin (30/3), Ganjar mengatakan, ia telah menginstruksikan Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Bambang NK untuk "mengawal" nasib jembatan tersebut. "Iya. Kita ingin jembatan tersebut masuk (usulan Musrenbangwil)," ujar Ganjar.

Ganjar berjanji akan segera mengeksekusi rencana pembangunan jembatan tersebut. Lantaran, jembatan sangat dibutuhkan untuk akses warga masyarakat di kawasan itu.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga Jateng telah melakukan survei di jembatan tersebut. Kepala Dinas Bina Marga Jateng, Bambang NK menuturkan, jembatan yang akan dibangun di Plempungan adalah jembatan tipe B. Dengan bentang sepanjang 60 meter, lebar 7 meter dan menggunakan rangka baja, dibutuhkan biaya sekitar Rp 12 miliar.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.