Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Are you miss me all....!!
Ane rasa tidak ada yg merindukan tulisan ane sih sebenarnya.
Ane aja yg kepedean sok salep kaskus.
Di mulai dengan salam tamvan...
Ane mau bahas soal sebuah bentuk sistem pemerintahan yg masih sering di gaungkan di negara tersayang ane ini.
Narasinya sih bagus, seolah-olah sistem ini dapat menuntaskan segala problem yg masih melanda negara Indonesia.
Tapi hidup ini tak selamanya seindah teorinya.
Sudah dari masa ke masa & sudah berabad-abad lamanya bahwa bila harap sukses itu harus berusaha & berdoa.
Namun usaha itu juga kudu mesti terpikirkan dengan tepat & bijaksana.
Seorang pemulung tidak akan sukses bila cuma berpikir bagaimana mencari barang-barang bekas yg dapat di jadikan uang.
Pemulung tersebut juga harus smart dalam mengelola uang hasil tersebut dapat di kembang biakan dengan cara bisnis yg sesuai kemampuan & kekuatan diri sendiri.
In the end....
Hidup itu tidak semudah bacotan.
Layaknya seorang bayi yg belum paham berjalan dengan kedua kakinya maka dia akan belajar merangkak dulu tuk memahami bagaimana semestinya berjalan.
Demikian pula dengan sistem pemerintahan khilafah ini.
Pahami dulu apa itu sistem khilafah & bagaimana mekanismenya.
Jangan mudah terbuai dengan kata-kata bahwa Tuhan ada bersama sistem ini.
Nobody knows dengan pasti bahwa ini sebuah sistem yg di kehendaki Tuhan ?.
Nabi Muhammad S.A.W sendiri tidak meninggalkan sebuah sistem pakem dalam berpolitik tetapi cuma mengajarkan syariat islam dalam kehidupan umatnya sehari-sehari.
Lebih ke arah sifat manusianya.
Wajib amanah,jujur, bertakwa & adil.
Yaa kira-kiranya seperti itulah yg jadi landasan hukum syariat warisan Beliau kepada umatnya & khususnya kepada pemimpin bangsa yg beragama Islam.
Konsep ini akan otomatis berkesesuaian dengan ajaran Beliau bila benar-benar di laksanakan sebaik mungkin tanpa memandang itu sistem demokrasi ataupun monarki.
Yang di rubah itu bukan baju & penampilan luarnya tetapi akal & kebersihan hati.
Itulah yg di ajarkan oleh Baginda Rasul.
Makanya tidak ada warisan Beliau soal sistem pemerintahan dalam agama Islam.
Tidak percaya....
Mari kita buka jejak sejarah pemilihan khalifah sesudah Beliau wafat.
Abu Bakar terpilih sebagai Khalifah pengganti Beliau dengan di pilih langsung dengan penunjukan langsung berdasarkan kesepakatan kaum muslim berbagai golongan.
Umar bin khattab terpilih sebagai Khalifah berdasarkan wasiat dari Abu Bakar semasa Beliau hidup.
Utsman bin affan terpilih sebagai Khalifah pengganti Khalifah Umar berdasarkan musyarawah dari tokoh-tokoh masyarakat dengan menampilkan beberapa calon termasuk Beliau.
Ada dewan yg bertugas menyeleksi para calon Khalifah & melalui proses lumayan panjang maka satu nama yg terpilih yaitu Khalifah Utsman.
Ali Bin Abi Thalib jadi Khalifah berdasarkan metode pemilihan yg sama dengan terpilihnya Abu Bakar jadi Khalifah.
Kemudian dengan metode yg sama pun, terpilihlah Hasan Bin Ali jadi pengganti Ayahnya.
Di bawahnya lagi sudah mulai terbentuk sistem yg pakem yaitu sistem pemerintahan monarki alias kerajaan.
Di mulai dari Bani Muawiyah.
Tuk detail silahkan klik ini info tamvan
Sudah bacakan...
Lalu sistem khilafah yg di gaungkan oleh kelompok tertentu mau mencontoh yg mana ini...?
Coba tanyakan kepada orang orang yg harap merubah sistem pemerintahan Indonesia yg berdemokrasi dengan sistem khilafah yg mereka anut...?
Mau take yg mana ini...?
Cara memilih Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman Ali atau Muawiyah...?
Karena di peristiwa bersejarah tersebut ada sistem demokrasinya loh yaaa.
Sedangkan Demokrasi bagi penganut sistem Khilafah adalah sebuah sistem pemerintahan yg salah...!
Kalau ada yg bertanya yg mana..?
Maka ane tunjuk saat pemilihan Khalifah Utsman.
Khalifah Umar memerintahkan tuk membentuk sebuah dewan yg akan menyeleksi calon penggantinya.
Semirip dengan pemilihan Presiden melalui DPR
Mereka adalah tokoh-tokoh yg di percaya masyarakat sebagai wakil mereka.
.
Ane bikin trit ini bukan harap menjelekan sistem khilafah tetapi cuma harap mencoba menggali lebih dalam yg mana bentuk pakem sistem pemerintahan khilafah ini.
Agar jelas saja & tidak terpaku akan menjadikan negara bersyariat Islam saja tetapi tidak jelas prosedur memilih Pemimpinnya bagaimana.
Cara memilih Pemimpin itu sebuah dasar aturan yg sangat wajib.
Kemana sebuah bangsa ini berjalan akan di tentukan oleh Pemimpinnya.
Ini adalah sebuah perkara perdana yg harus di jadikan pondasi sebelum berbicara lanjut tentang hal-hal yg lain dalam sebuah sistem pemerintahan.
Jangan terbuai jargon-jargon saja tetapi kelanjutannya tidak jelas.
Itu namanya pembodohan kepada diri sendiri.
Inilah yg namanya berusaha.
Harus tau detail sistem yg akan di usung.
Ibarat anda beli mobil baru yaaa jangan cuma karena bermodalkan merk saja lalu yakin ini mobil bagus.
Faktanya masih ada saja produk gagal dari perusahaan mobil terkenal & sudah berpengalaman puluhan tahun menciptakan mobil berkualitas.
Karena takut kepanjangan maka trit tentang sistem khilafah ini akan ane buat dua episode.
So...bila berkenan silahkan menunggu tulisan ane berikutnya tentang sistem ini.
Ane tidak bermaksud menjelekan sistem ini.
Karena namanya yg desain manusia pasti ada kekurangannya.
Makanya ane bahas skala biasa saja.
How to create sistem khilafah yg jelas & banyak pertanyaan yg harap ane ketahui bila sistem ini mau di tegakan.
Ini semua tentang wawasan saja.
Agar dapat lebih membuka cakrawala pengetahuan di IndoForum.
Next, ane akan membahas soal dalaman nya sistem ini.
Mencoba mencari kisi-kisi dari model sistem pemerintahan ini.
Tujuan akhir supaya publik dapat lebih open mind khususnya kepada orang-orang yg harap sistem ini ada di Indonesia.
Agar dapat menakar dengan jelas yg mereka harapkan.
Salam tamvan...