Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pembahasan kali ini cukup sederhana, dimana media saat ini jadi corong utama politik di Indonesia. Siapa yg dapat menguasai media, maka akan dapat menguasai politik di tanah air.
Tak heran bila pemilik media akhirnya terjun ke dunia politik, mereka mewartakan sebaliknya bila di pihak oposisi & mewartakan kehebatan pemerintah bila pendirinya berada di lingkungan istana.
Itu sudah biasa bagi media-media di Indonesia yg saling silang pendapat dalam memberitakan sebuah kasus politik yg harusnya jadi bagian pendidikan di Indonesia.
Sebelum adanya televisi swasta dimasa orde baru semua pemberitaan jelas di fokuskan untuk mewartakan hal yg baik-baik saja. Maka, secara tak langsung jarang orang bergosip tentang politik, lebih banyak gosip di warkop tentang keluarga hehehe...
Sedangkan saat ini ketika reformasi merubah hal itu semua, maka media-media yg dipunya oleh para politikus mulai memainkan peran.
Dimana banyak media televisi yg menyajikan full berita tentang apapun kejadian di Indonesia ternyata lebih diminati, disini banyak media berita yg dipunya oleh para elite politikus. Gunanya sebagai sarana atau kendaraan politik bila musim pemilihan tiba.
Seperti TV One & Metro TV, yg berada dikubu berseberangan ketika pemilihan Pak Jokowi & Prabowo, setidaknya hal ini memang menyeimbangkan pemberitaan. Tapi, hasilnya masyarakat akan terpolarisasi diantara dua kubu yg saling berseteru, karena TV One sering memberitakan kebaikan Prabowo & menjelekkan lawan sedangkan Metro TV mengerjakan sebaliknya.
Pers saat itu tidak memihak pada kepentingan publik, tetapi memihak siapa yg jadi sponsornya. Seharusnya pers itu memiliki etika & tanggung jawab, untuk melindungi kepentingan publik dari pemberitaan yg dihinggakan.
Karena yg diberitakan oleh media massa itu adalah News bukan Views, kalau di kaskus, youtube, IG, okelah views yg jadi tujuan. Maka banyak yg disajikan informasi vulgar, unik, aneh, santai & yg enjoy karena ini sebuah forum atau media sosial bukan News. Tapi kalau media massa itu adalah News bukan Views.
Jadi kalau disparitas di media sosial, misalkan thread ini tak disuka orang. Maka, silahkan jangan membaca karena tujuannya memang views. Tapi kalau media berita, media massa tidak dapat menyuruh orang lain jangan menonton karena itu berupa News, dimana apa yg terjadi harus diberitakan harus secara objektif.
Masa ada kebakaran, kebanjiran, gempa atau apapun itu yg diberitakan tidak disetujui banyak orang. Kan jadi aneh, kecuali memang ada fake news.
Kalau ada alasan dari pihak media dengan ucapan "masyarakat kan dapat memilih, jadi silahkan saja milih kalau tidak setuju ya jangan ditonton". Hal ini agak cacat logika akhirnya masa ada kebanjiran tidak setuju dengan berita yg diwartakan, gimana ceritanya, hehehe...
Sebenarnya informasi itu penting untuk manusia, itu mengasah cara berfikir manusia. Dengan mengumpulkan berbagai informasi yg diolah, maka jadilah pemahaman baru.
Jadi berfikir itu didapatkan dari berbagai informasi yg dihinggakan, atau pengetahuan yg diresapi oleh sistem indrawi. Tapi kalau tidak mendapatkan pengetahuan dari sistem indrawi itu dinamakan kepercayaan. Jadi yg membedakan pengetahuan & kepercayaan itu adalah sistem indrawi.
Nah informasi media ini dapat memberikan informasi yg cukup luas dengan indrawi kita jadi pengetahuan, bahkan dapat di luar waktu seperti pidato Bung Karno, padahal kita tidak berada di zamannya. Atau dapat juga diwartakan sesuatu diluar ruang kita. Seperti perang Ukraina-Rusia yg jauh jaraknya, namun dapat kita ketahui di kamar kita. Dan bila informasi ini diolah dapat jadi pemahaman untuk manusia itu sendiri, seperti melihat perang efeknya seperti apa, maka akan ada pemahaman baru buat mereka yg tidak menyukai kerusakan & harap kedamaian, caranya dengan tidak berkonfrontasi dengan negara lain. Atau pemahaman sebaliknya.
Namun, apabila media sering memberikan informasi cabul, irrasional, dangkal & tidak sesuai dengan kepentingan publik, & sebagainya. Maks kalau bahan-bahan informasi untuk pengetahuan kita semua seperti itu, maka secara tidak sadar yg akan dipikirkan masyarakat juga seperti itu. Maka, hasilnya masyarakat akan jadi masyarakat yg rusak.
Ssperti perpecahan yg terjadi di masyarakat tentang kubu politik, hingga sekarang dampaknya masih terasa. Itu semua karena ulah media yg berpihak pada satu kubu. Maka muncul masyarakat yg sektarian & penuh kebencian.
Apalagi kalau media memberitakan terus-menerus tentang hal yg cabul, irrasional, ternyata diminati hingga viewsnya meledak tinggi maka di masyarakat akan terbentuk pemikiran yg mana kecabulan dibanyak tempat pun terjadi, hal-hal rahasia jadi hal yg tak dapat dipisahkan dari negeri ini.
Ada pepatah yg mengatakan " kita memang akan dipertemukan dengan apa-apa yg kita cari" & itulah kunci dalam menemukan informasi.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik
Pic : google