Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Di pembahasan kali ini kita akan membahas tentang sosok fir'aun, yg sering dianggap sosok jahat hingga mengaku Tuhan, di dalam agama sosok ini tidak diketahui identitasnya cuma karakternya saja yg di ceritakan.
Menariknya cerita tentang Fir'aun cuma cerita sepihak kepada bangsa Yahudi, sedangkan kalau melihat literasi sejarah dari sudut pandang Bangsa Mesir, mereka adalah bangsa yg tidak rasis, Seperti Yusuf dapat jadi wazir di tanah mesir, bahkan orang keturunan Afrikapun dapat jadi bagian kerajaan mesir.
Jadi bagaimana kalau pembahasan Fir'aun ini kita lihat dari sudut pandang bangsa Mesir kuno. Sepertinya akan menarik untuk dibahas!
Fir'aun sebenarnya hanyalah sebuah gelar untuk raja-raja di Mesir kuno, istilah itu muncul tahun 1.200 SM. Nah menurut Jean Yoyotte, pakar egiptologi dari Prancis, dalam Pharaonic Egypt: Society, Economy, and Culture yg terbit dalamGeneral History of Africa II: Ancient Civilizations of Africa, istilah Firaun berasal dariper-ao.
Bisa dibilang istilah ini pada era Kerajaan Lama bermaksud merujuk pada Rumah Besar bagi sang pangeran, termasuk kediamannya & para menterinya. Jadi begini Fir'aun dulu itu untuk sebutan orang yg tinggal di rumah yg besar, lalu bahasa itu ada yg pharaoh, fir'aun & hal-hal semacam itu.
Lalu baru pada masa Kerajaan Baru (15701070 SM), istilah Firaun jadi sebutan bagi seorang raja. Pada masa Mesir kuno, mereka adalah orang pagan yg memuja dewa dewi. Maka Fir'aun itu dianggap, manifestasi atau perwujudan dari personifikasi Dewa Dewi yg dimaksud itu.
Dalam peradaban kerajaan antik itu seorang Raja dapat dibilang bagian dari Dewa, entah itu cuma sebagai wakil dari Dewa. Maka ketika Raja meninggal harus digantikan oleh anaknya yg masih keturunan Dewa juga.
Di dalam peradaban antik rata-rata terjadi etnosentrisme, namun berbeda dengan Mesir yg tidak rasis.
Quote:
etnosentrisme adalah sikap suatu kelompok yg merasa dirinya paling baik, paling benar, & paling hebat dibandingkan kelompok masyarakat lain. Dengan begitu, mereka menjadikan nilai & norma yg dimiliki sebagai dasar untuk menilai kelompok masyarakat lain.
Sumber kutipan https://www.detik.com/edu/detikpedia...-dan-dampaknya
Jadi bangsa Mesir antik menganggap bangsa yg lain itu setara dengan mereka, walau Dewa Dewinya berbeda. Fir'aun pada masanya dapat berasal dari bangsa manapun, ada Persia, Israil, Romawi hingga bangsa kulit hitam pun ada.
Satu hal lagi bangsa Mesir antik sudah membudayakan kesetaraan gender, dimana hal itu di dasari dari penemuan banyak patung yg sering berpasangan.
Bahkan tak cuma hingga disitu, ada juga Fir'aun dalam peradaban Mesir yg dihormati, wanita-wanita itu adalah Hatshepsut, Nefertiti, Cleopatra, Sobekneferu, Twosret.
Lalu bagaimana dengan bangsa Yahudi di Mesir? Mereka itu adalah pengungsi, karena tanah Israil pernah mengalami kekeringan & paceklik yg sangat panjang. Lalu mereka pun beranak pinak di Mesir, lalu mereka yg awalnya sedikit kini semakin banyak.
Lalu kalau sudah banyak biasanya akan timbul gesekan karena sifat pongah, rasis belum lagi menguasai sektor-sektor yg strategis. Dan Fir'aun dimasa itu mencoba melindungi kaum "pribumi". Dan mencoba untuk mengusir orang-orang Yahudi, kemudian ketika Mesir dilanda banyak bencana orang-orang Yahudi pergi ke tanah yg dijanjikan Tuhan mereka & membawa harta benda yg mereka miliki.
Kalau sudut pandang kita seperti ini, dengan perspektif yg berbeda apakah kita menganggap Fir'aun sosok yg jahat?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik
Pic : google