Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kisruh di internal lembaga KPK sepertinya masih terus memanas & akan menciptakan episode yg sangat banyak nantinya.
Semua bermula dari perubahan UU KPK.
Ada perubahan status para pegawai KPK akan di jadikan ASN(Aparatur sipil negara).
Reaksi para pegawai lembaga KPK kebanyakan menolak status mereka di ASN kan, namun yg namanya sudah jadi undang-undang yaa wajib di taati, suka tidak suka,tetap yg namanya aturan wajib di jalani walaupun misuh-misuh, macam aturan di forum BP rayalah.
Pasti banyak juga, warga BP yg protes jadi nggak heranlah.
Ane tidak harap ikut larut dalam persoalan, apakah dengan status ASN akan memperlemah kinerja KPK ?
Karena semua dapat saja terjadi.
Bisa malah kuat namun dapat pula makin loyo melawan koruptor yg jumlahnya tidak di ketahui namun sangat banyak kayanya.
Ane harap mengajak gansis melihat dari sudut pandang lain akan kisruh internal KPK ini.
Ada oligarki di dalam tubuh KPK & menurut ane ini tidak sehat tuk lembaga KPK ke depannya.
Bisa di bilang seluruh pegawai KPK ini cukup solid namun ini malah tidak bagus.
Kalau solid dalam berkerja menuntaskan kasus-kasus korupsi yg menumpuk dari kapan tahun sih jelas bagus.
Namun kalau solid melawan pemimpinnya yg berjumlah lima orang yg di pilih secara ketat oleh dua lembaga tertinggi negara, bagi ane bukanlah sesuatu yg baik.
Soal baik & buruknya pemimpin KPK periode ini absolut tanggung jawab Presiden & DPR karena mereka yg memilih.
Para pegawai KPK wajib menaati kebijakan dari pemimpin mereka saat ini.
Bila ada sesuatu yg di rasa tidak baik.
Maka UU sudah mengatur saluran tuk mereka yaitu Dewan Pengawas KPK & DPR.
Selebihnya taati kebijakan para pemimpinmu bukannya malah melawan, selama itu sesuai aturan yg sudah ada.
Dalam kasus ini, jelas sesuai aturan yg ada & jelas pula bahwa untuk urusan test kebangsaan bukanlah ranah para pemimpin KPK.
KPK bermitra dengan berbagai instansi pemerintahan lainnya dalam test ASN di KPK
Quote:
Enam tugas Dewas, yaitu:
satu, mengawasi pelaksanaan tugas & wewenang KPK; kedua, menetapkan kode etik pimpinan & pegawai KPK; ketiga, menerima laporan kalau ada dugaan pimpinanan atau pegawai yg melanggar kode etik; keempat, mengerjakan persidangan kepada orang yg mengerjakan dugaan adanya pelanggaran UU ataupun pelanggaran kode etik tadi; kelima memberikan persetujuan atau tidak atas penyadapan & penggeledahan & penyitaan; terakhir mengevaluasi kinerja KPK selama satu tahun & melaporkannya ke Presiden, DPR & BPK.
Quote:
Jakarta - Tes alih pegawai KPK jadi aparatur sipil negara (ASN) disorot lantaran sejumlah pertanyaan yg dianggap kurang relevan dengan pekerjaan di KPK ditanyakan kepada peserta tes. Dalam menyelenggarakan tes tersebut, KPK menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, TNI AD, Badan Intelijen Negara (BIN), & Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
TNI angkat bicara soal pertanyaan-pertanyaan dalam tes ASN KPK yg disorot, TNI mengatakan pertanyaan dalam tes ASN disusun regu yg dipimpin BKN.
"Secara teknis, bahan pertanyaan yg hinggakan dalam tes ASN KPK tersebut bagian dari soal tes yg disusun oleh regu asesmen yg dipimpin oleh BKN RI, yg dipilih KPK sebagai mitra," mengatakan Kapuspen TNI Brigjen TNI Prantara Santosa saat dihubungi detikcom, Jumat (7/5/2021).
Prantara mengatakan, sesuai dengan penjelasan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, pelaksanaan tes ASN ini sudah melalui tahap penyamaan persepi.
"Seperti yg dihinggakan Wakil Ketua KPK, kepada media bahwa seluruh instansi pelaksana asesmen sudah melalui proses penyamaan persepsi dengan BKN RI melalui rangkaian Rapat Internal Bersama Unit Terkait Guna Mempersiapkan Asesmen," terang Prantara.
Berkaitan dengan tes wawasan kebangsaan ini sudah dihinggakan KPK dalam konferensi pers pada Rabu, 5 Mei 2021. Ketua KPK Firli Bahuri menyebut aturan tes wawasan kebangsaan itu berdasar pada Peraturan Komisi (Perkom) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Status Pegawai Menjadi ASN.
Ketua KPK Firli Bahuri mengaku tidak tahu materi pertanyaan dalam tes ASN itu. "Mohon maaf, itu bukan materi KPK, karena tadi sudah dihinggakan yg menyiapkan materi siapa, penanggung jawabnya siapa, kan jelas tadi," ucap Firli.
Seperti yg kita tau, sejumlah pegawai KPK yg kebetulan gagal dalam test kebangsaan ini, menyerang & menyalahkan ke lima pimpinan KPK ini atas hasil mereka yg gagal lolos.
Apakah gansis mau punya anak buah seperti ini...?
Hal seperti ini bagi ane sangatlah tidak sehat tuk lembaga yg punya power hukum di negara ini.
Siapapun pemimpin KPK ke depannya akan sering di dikte oleh bawahannya, bila dalam kasus ini, para pegawai yg tidak lolos akan terus di pertahankan.
Pimpinan KPK yg terpilih cuma akan jadi boneka pajangan saja.
Padahal mereka di beri tanggung jawab mengatur & mengawasi kinerja para pegawai KPK di bawahnya.
Publik cuma sanggup melihat kelima sosok ini & hasi kinerja mereka di KPK
Sedangkan kinerja pegawai KPK, cuma para pemimpin KPK yg sanggup melihatnya.
Lalu buat apa sering memilih lima pemimpin KPK secara bergantian, yg melibatkan dua lembaga tertinggi negara ini, kalau nantinya cuma akan di dikte bawahannya atau malah rajin berseteru dengan bawahannya seperti kasus sekarang ini.
Lalu mau berharap apa? kalau KPK di kelola orang-orang yg tidak taat pada aturan & perundang-undangan yg ada, dengan alasan testnya ngaco namun dari yg katanya testnya ngaco ini seribuan pegawai KPK lolos test.
Konyol sekali melihat orang-orang di luar sana yg mengaku tokoh publik ataupun guru akbar membela yg tidak lolos test ini adalah demi lembaga KPK.
Justru dengan sikap seperti itu akan menambah kuat oligarki di tubuh lembaga ini & hal tersebut rentan di salah pakai tuk kepentingan the shadow leader lembaga KPK.
Oligarki sendiri berarti sebuah struktur pemerintahan dimana kekuasaan berpusat cuma pada sekelompok orang. Seringkali golongan ini mengendalikan kekuasaan sesuai dengan kepentingan mereka sendiri & ini sudah jelas terlihat kog dengan sikap pembangkangan yg terjadi.
Salah satunya menyalahkan pimpinan mereka sendiri atas kegagalan test kebangsaan.
Padahal sudah jelas siapa saja yg merumuskan pertanyaan test kebangsaan tersebut & siapa yg bertugas menilai hasil test tersebut & yg pasti bukan pemimpin mereka.
Silahkan mensayangi lembaga ini namun bila kita mensayangi dengan cara yg salah justru akan merusak lembaga ini. Hari ini 04:10