• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0


Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Sekarang ini Indonesia memang terlihat tenang, tidak banyak kegaduhan tetapi di medsos duh sudah mirip armageddon saling berbalas pantun, hujat sana & sini apalagi yg berkaitan dengan agama. Lalu disela-sela keributan ada yg bilang gerakan radikal Islam sudah ada sejak lama?

Menarik pernyataan itu apakah iya atau tidak, yuk lah kita kulik!

Kita mulai dari kolonialisme di negara Islam, ketika zaman 15 & 16 negara eropa mulai menjelajah dunia & mulai mencari wilayah-wilayah yg dianggap masih kosong untuk mencari benua baru untuk ditinggali.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Nah, ketika mereka datang ternyata banyak pulau yg sidah dihuni & ditempati negara-negara Islam. Mereka terkejut & kaget ketika ada penjajahan, karena menurut mereka di zaman dulu orang eropa itu sudah dikalahkan berkali-kali & dianggap negara biasa saja. Namun kenapa diabad 15 itu mereka jadi negara yg kuat, kaya, superior, & dapat menjajah negara-negara Islam.

Mereka orang Islam tidak tahu kalau kemajuan eropa itu dimulai dari belajar filsafat, dapat dibilang filsafat adalah poros utama dari ilmu pengetahuan. Disini orang Islam masih bingung, negara kecil tetapi sanggup menjajah & membentuk kolonial.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Mereka ini berulang kali melawan namun sering gagal, begitu juga dengan kerajaan Islam yg berada di nusantara, hingga akhirnya ketika masa kolonialisme itu berakhir mereka sudah terlambat, karena negara Islam yg dibawah kekhalifahan Turki Ustmani saat itu sudah runtuh tahun 1924.

Keruntuhan ini menciptakan orang Islam di seluruh dunia kaget, ketika mereka sudah harap lepas dari penjajahan bangsa eropa tetapi khalifah Islamnya sendiri runtuh. Maka dari sini mulai ada tudingan pada negara eropa yg menyebabkan khalifah Turki itu runtuh.

Dari sini mulai muncul gerakan radikal, fundamental & ekstrimis yg harap mengembalikan kekhilafahan Islam. Jadi disini ada yg beranggapan agama Islam itu Ad- Din bukan Al-Millah. Jadi Agama Islam itu mencakup seluruh aspek kehidupan, maka termasuk juga urusan bernegara, hukum, tata pemerintahan & lainnya.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Nah gerakan-gerakan yg mengklaim seperti itu di zaman sekarang disebut fundamentalis, jadi mereka ini berpendapat Islam itu sudah lengkap semua peraturannya menurut Qur'an & Hadist.

Gerakan fundamentalis ini, mendapatkan momentum ketika didirikannya Ikhwanul Muslimin 4 tahun setelah Turki Ustmani runtuh sekitar tahun 1928 yg didirikan oleh syekh Hassan al-Banna.

Gerakan ini masuk ke Indonesia melalui peranan Mohammad Natsir sekitar tahun 1930, dengan berdirinya Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Namun lambat laun belakangan setelah reformasi dimanfaatkan oleh para pendukung Ikhwanul Muslimin yg ada di Indonesia & berdirilah Partai Keadila, sekarang berubah jadi Partai Keadilan Sejahtera. Hal ini dikuatkan oleh Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan, awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir & Timur Tengah.

Tapi ada juga yg membantah tentang hubungan itu, mereka bilang cuma terinspirasi saja. Nah, apa yg dicita-citakan oleh Ikhwanul Muslimin?

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Mereka harap mengembalikan Islam yg kaffah atau menyeluruh dari semua sendi kehidupan, dari mulai bangun tidur hingga tidurnya lagi. Dari mulai memperbaiki diri, hingga memperbaiki dunia. Itu mereka nyatakan ada di dalam Islam.

Maka ada prinsip yg mereka jalani secara terstruktur, dimulai dari memperbaiki diri, keluarga, masyarakat, hingga memperbaiki negara jadi negara Islam dengan syariah Islam & negara itu harus bersatu dengan negara Islam lainnya bersatu dalam kekhalifahan.

Dan khalifah itu dibentuk untuk menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia hingga Islam jadi mayoritas agama manusia di bumi.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Gerakan Ikhwanul Muslim setelah jadi gerakan akbar di dunia, sayangnya terpecah jadi dua setelah syekh Hassan al-Banna meninggal.

Ada golongan yg moderat seperti Yusuf Al Qaradhawi & ada Muhammad al-Ghazali, ada juga golongan yg fundamentalis seperti Sayyid Qutub, & Said Hawwa.

Sayyid Qutub, ini pemikiran sangat ekstrim "kalau anda tidak mau masuk Islam secara sempurna, lebih baik tidak usah sama sekali" jelas pemikiran ini yg menciptakan Islam jadi jahat.

Sedangkan Syekh Yusuf Al Qaradhawi tidak seperti itu, silahkan saja masuk Islam semampunya. Sebatas sanggupnya apa yg dapat dilakukan untuk Islam.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Karena ada pecahnya Ikhwanul Muslimin ini, maka yg masuk ke Indonesia yg terbentuk dalam tubuh PKS, maka mereka ini golongan Sayyid Qutub atau Syekh Yusuf Al Qaradhawi, masih tidak jelas.

Karena PKS sendiri saat ini tidak sesolid ketika awal didirikan, di internal mereka saja pun sepertinya terjadi perpecahan. Ini terlihat dari tokoh-tokoh mereka yg banyak keluar & menyebut PKS opportunis.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Lalu ada gerakan Hizbut Tahrir yg dibubarkan di Indonesia, gerakan ini hampir di seluruh dunia juga banyak dilarang. Alasannya kenapa?

Karena mereka itu harap menjadikan negara Islam di seluruh dunia menaungi umat muslim. Tujuannya untuk mendirikan kembali khilafah, & untuk mencapai rahmatan lil alamin. Yang didirikan tahun 1953, Hizbut Tahrir ini berawal dari Baitul Maqdis, Palestina, oleh imam pertamanya, Taqiy al-Din al-Nabhani. Dan Sosok al-Nabhani sebelumnya pernah aktif di Ikhwanul Muslimin Yordania.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


HT masuk ke Indonesia pada tahun 1983, namun akbar ketika tak lama reformasi di Indonesia bergulir. Asas mereka Islam, & menolak Pancasila, tidak mau hormat bendera, bahkan hukum negara dianggap thaghut, lucunya mereka menciptakan partai politik namun di luar parlementer, tujuannya cuma demo, & harap menunjukkan Islam ini begini & begitu & seterusnya.

Karena gerakan ini menentang Pancasila maka ijinnya dicabut oleh pemerintah, namun pemikirannya masih banyak di masyarakat.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Lalu ada lagi yg disebut dengan Wahabi, ini katanya musuh bebuyutan NU. Namun mereka sendiri tidak mau disebut Wahabi, karena mereka gerakan tanpa nama namun lebih suka mengenakan nama muwahiddun dimana mendukung ajaran yg memurnikan keesaan Allah (tauhid).

Kemudian di Indonesia mereka menyebut ulama Sunnah, orang-orang yg memegang teguh pada sunnah. Ini bukan fundamentalis, seperti gerakan Ikhwanul Muslimin & HIzbut Tahrir namun ini sebuah gerakan yg paling loyal sama negara tempat mereka berada.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Jadi di tempat lahirnya gerakan ini di Saudi Arabia, mereka sangat loyal pada pemerintahan. Mau benar atau salah, tetap di dukung. Selama pemimpinnya muslim, di Indonesia sendiri sering menyalahkan wahabi, salafi, atau apapun itu namanya, dianggap anti Pancasila, anti negara, padahal mereka tidak ada tujuan kesana. Bahkan mereka mengharamkan demonstrasi untuk mengkritik pemerintah.

Jadi kalau mau mengkritik pemerintah harus sesuai sunnah, jangan bikin keributan tetapi diam-diam & datangi pemimpin yg dikritik dengan cara yg baik. Karena keributan itu mereka anggap mempermalukan Islam, tetapi mereka ini sangat konservatif & ini menciptakan orang NU di Indonesia banyak yg salah paham kepada mereka.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Contoh konservatif mereka itu sering bertentangan dengan NU, seperti tahlilan dilarang, nonton tv makruh bahkan dapat haram, lagu itu haram, maulid diharamkan, celana tidak boleh melebihi mata kaki, intinya tidak boleh mengerjakan hal yg tidak dilakukan oleh nabi.

Tapi mereka damai, tidak menyukai kekerasan, bahkan tidak menuntut pemerintah ini & itu, bahkan walau pemerintah tak mengpakai syariah Islam tidak begitu dipermasalahkan. Bisa dikatakan mereka puritan dalam ibadah, namun dalam sisi kritisi tidak mengancam negara.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Lalu ada gerakan FPI yg dianggap radikal, banyak yg bilang konservatif. Namun sebenarnya FPI adalah gerakan tradisional & tidak konservatif, karena didirikan oleh Habib.

Beda dengan wahabi yg ultra konservatif, karena di wahabi Habib itu tidak memiliki keistimewaan apapun namun tetap dihormati. Karena di dalam Islam keturunan nabi tidak dijamin sholeh, masuk surga, bahkan taat kepada Allah. Jadi Habib itu derajatnya sama dengan manusia yg lain, yg diukur karena ketakwaannya, & bermanfaat untuk orang lain.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Karena di masa Nabi Muhammad & sesudahnya juga banyak keturunan nabi yg berprilaku menentang, kalau sekarang hal ini dianggap kurang baik oleh masyarakat, seperti contohnya Sukainah binti Al-Husain cicit dari Nabi yg tidak berjilbab & jadi kritikus sastra dimasa itu.

Quote:


Abu al-Faraj al-Isfahani dalam bukuEnsiklopedia Sastra, Kisah & Puisimenuliskan Sukainah adalah perempuan dengan rambut paling indah. Ia menyisir & merapikan rambutnya begitu apik. Tak ada perempuan dengan rambut seindah rambutnya, hingga ia jadi mode tersendiri bagi kaum perempuan pada zamannya yan disebut dengan nama mode Sukainah. Umar bin Abdul Aziz menghukum laki-laki yg menyisir rambutnya ala Sukainiyah dengan mengguntingnya.

Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


Mengutip kembali dari bukuPerempuan Ulama Diatas Panggung Sejarahyang ditulis K.H. Husein Muhammad bahwa banyak hal yg menarik dari pribadi Sayyidah Sukainah sekaligus pandangan-pandananya yg dinilai progresif & kontroversial. Salah satunya ialah saat menikah, ia meminta dibuatkan perjanjian pranikah yg harus yg ditandatangani calon suaminya. Berikut beberap bunyi perjanjiannya adalah:

Tidak boleh mengambil perempuan lain dengan mengatakan lain tidak boleh poligami.

Tidak boleh ada rahasia dalam hal keuangan dengan mengatakan lain keuangan harus terbuka.

Tidak boleh melarang keluar untuk beraktivitas di luar rumah kalau dirinya menghendaki.

Sumber kutipan https://bincangmuslimah.com/kajian/s...-sastra-33656/


0.jpg



Kalau FPI ini sebaliknya mengagungkan Habib, & perkataan Habib itu beberapa akbar kebenaran, hal ini dinamakan tradisional bukan konservatif.

FPI secara idiologis tidak bermasalah, namun yg jadi masalah adalah mereka agresif, anarkis, hingga tidak toleran & sebagainya. Silahkan dinilai sendiri, tetapi mereka tidak sama dengan ikhwanul muslimin, Hizbut Tahrir, mereka harap Indonesia itu bersyariah namun kasar hehehe...


*****
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia


Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Rate 5 Star


Sisi Lain, Gerakan Radikal Islam Di Indonesia!








Hari ini 10:24
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.