• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sisi Gelap dari Standar Kecantikan Wanita

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Sisi Gelap dari Standar Kecantikan Wanita


Kira-kira seperti apa sosok wanita ideal yg ada dalam pikiran Anda? Kebanyakan orang mungkin akan membayangkan sosok wanita yg langsing, berkulit putih, berhidung mancung, & berambut lurus. Beberapa orang punya seleranya masing-masing, tetapi secara biasa seperti itulah standar yg dimiliki banyak orang kepada makhluk yg bernama wanita.

Standar-standar ini pulalah yg akhirnya memberikan kontribusi akbar pada standar kecantikan di seluruh dunia. Jika Anda melihat daftar wanita-wanita tercantik, Anda pasti akan melihat ciri yg serupa di antara mereka. Seperti itulah yg dianggap oleh mayoritas sebagai cantik.

Sisi Gelap dari Standar Kecantikan Wanita


Namun, tidak semua wanita terlahir seperti itu. Tak semua wanita punya tubuh tinggi, tak semua punya hidung mancung, tak semua punya lekuk yg menawan, tak semua punya kulit yg putih. Sayangnya, kalau mereka tidak memiliki ciri-ciri seperti itu maka akan sulit bagi mereka untuk jadi cantik.

So, bagaimana cara untuk jadi cantik sesuai standar kecantikan dunia?
Mau tak mau wanita harus berusaha merubah bagian-bagian dari diri mereka mulai dari membeli berbagai produk kecantikan hingga yg paling ekstrim, operasi plastik. Semua dilakukan untuk memenuhi standar kecantikan, semua dilakukan untuk memenuhi fantasi seorang pria.

Sisi Gelap dari Standar Kecantikan Wanita


Sampai di sini, apakah ada yg salah?
Coba pikirkan lebih jauh, siapa sebenarnya yg beruntung dengan adanya standar kecantikan ini? Selain kaum pria secara mayoritas, orang yg paling diuntungkan adalah mereka yg menjual produk-produk kecantikan. Karena dunia secara biasa sudah menetapkan standar maka siapa pun yg tidak sesuai standar harus bersaing untuk dapat setara di hadapan mata kaum Adam entah itu dengan alat pembakar lemak maupun penebal alis mata.

Lalu bagaimana bila para wanita menolak mengikuti standar? Well, tidak ada akibat langsung, tetapi Anda pastinya sadar bahwa orang-orang good looking sering mendapat prioritas di negara ini & banyak negara lainnya. Mau tak mau, suka tak suka, kaum Hawa akan terus diarahkan untuk jadi cantik & lebih cantik lagi supaya produk-produk kecantikan tetap laris manis.

Sisi Gelap dari Standar Kecantikan Wanita


Dugaan (atau tuduhan?) ini membawa kita pada bahasan tentang feminim. Tentunya Anda sendiri tahu tentang gerakan-gerakan sekumpulan orang yg mencoba mengangkat derajat para wanita yg mana salah satu gerakannya adalah untuk merubah standar kecantikan. Tujuannya baik, sangat baik malah, tetapi dalam prakteknya cenderung gagal. Kenapa?

Alasan terbesar adalah karena adanya feminis dengan kelakuan super menjengkelkan. Tagar #mybodymychoice juga memainkan efek akbar yg menciptakan masyarakat cenderung menilai negatif para feminis. Stigma negatif ini pun menciptakan gerakan tersebut tak dianggap & standar kecantikan itu tetap berdiri kokoh.

Sisi Gelap dari Standar Kecantikan Wanita


Dan di sinilah konspirasi itu masuk. Bagaimana bila sebenarnya feminis-feminis yg menyebalkan itu adalah orang suruhan dari para kapitalis yg tak harap standar kecantikan berubah? Jika standar kecantikan berubah maka jumlah permintaan kepada skincare pemutih kulit akan turun drastis. Tentunya bagi perusahaan-perusahaan besar, mengatasi resiko kerugian adalah sesuatu yg wajib mereka lakukan.

Tak ada yg tahu siapa yg menciptakan standar kecantikan tersebut. Mungkin itu adalah sesuatu yg terproses secara alami. Meski demikian, tak perlu terlalu memaksa diri untuk mengikuti standar tersebut, apalagi kalau hingga menghabiskan begitu banyak uang karenanya. Kita memang hidup di masa yg mana segala sesuatu serba tidak adil, tetapi menyakiti diri Anda sendiri cuma untuk merasakan perlakuan yg sama dengan orang lain bukanlah opsi yg bijak.

Sekian & terima kasih.

sumur Hari ini 07:14
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.