yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dalam dua perdagangan sebelumnya, meskipun tekanan eksternal melemah dalam jangka pendek. Apakah IHSG justru mampu bertahan dan naik di saat tekanan eksternal itu kembali datang pada perdagangan Rabu (21/11/2012) ini?
Perhatian investor global kembali terarah ke "panggung" perekonomian Amerika Serikat. Pernyataan Gubernur The Federal Reserve, Ben Bernanke, perihal tidak adanya tameng khusus bagi bunk Sentral AS itu terkait persoalan jurang fiskal menjadi penekan bursa setempat, sehingga berakhir variatif.
Indeks Dow Jones industrial average terkikis 7,45 poin (0,06 persen) ke level 12.788,51. Indeks S&P500 berhasil naik tipis 0,93 poin (0,07 persen) ke level 1.387,82. Indeks Komposit Nasdaq juga menguat 0,61 poin (0,02 persen) ke level 2.916,68.
Kemarin IHSG ditutup turun tipis 1,07 poin (0,02 persen) ke level 4.312,37 dengan jumlah transaksi sebanyak 9,58 juta lot atau setara Rp 4,24 triliun. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar reguler sebesar Rp 155,96 miliar, dengan saham yang paling banyak dijual adalah ASII, BMRI, BBNI, BDMN, dan SMCB.
Mata uang rupiah terdepresiasi ke level Rp 9.640 per dollar AS. Menurut riset eTrading Securities, secara teknikal IHSG masih terus melanjutkan konsolidasinya. Hal itu terlihat, misalnya saat MACD Histogram membentuk penurunan lagi dan membuat semakin dalam. Sinyal stochastic telah mencapai area jenuh jual dan 2 bar volume menunjukan tekanan jual sekalipun hal itu telah menurun.
Untuk perdagangan hari ini eTrading Securities memperkirakan IHSG akan terus melemah dengan support di level 4.230 dan resistance di level 4.330. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah JPFA, HRUM, dan RALS.