• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja
Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja

Selamat pagi, siang, sore, petang, & malam kawan - kawan IFers semua yg baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
emoticon-Nyepi


Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja


Awal pandemi, semua orang ketakutan. Terbukti, semua produk yg berfungsi untuk pencegahan, seperti masker, hand sanitizer, disinfectan langka. Semua orang berharap obat atau vaksin segera ditemukan & pandemi segera berlalu. Saat vaksin benar - benar sudah ditemukan & siap dipakai, banyak yg nyinyir. Bilang pandemi memang sengaja dibuat sehingga vaksin cepat ditemukan. Bilang kalau vaksin itu haram & tak layak pakai. Dan seterusnya, & seterusnya.

Masyarakat terbelah, ada yg pro vaksin, tetapi tak sedikit juga yg kontra. Puncaknya, saat pemerintah secara resmi memesan vaksin Sinovac buatan Tiongkok. Banyak masyarakat, utamanya netizen mencibir & mempertanyakan kualitas dari vaksin ini. Banyak yg menganggap pemerintah terlalu pro Tiongkok sehingga untuk urusan vaksin pun harus pesan dari sana. Padahal, banyak negara lain, yg menurut pandangan mereka lebih layak & lebih berkualitas vaksinnya dibanding vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

Meski, Pak Presiden sendiri akhirnya jadi orang perdana di Indonesia yg divaksin dengan vaksin Sinovac, tetapi tetap saja langkah presiden tak serta merta menciptakan publik percaya. Ada yg bilang presiden kala itu disuntik dengan vitamin, bukan dengan vaksin Sinovac. Ada juga yg ngomong suntikan yg dipakai sudah dimodifikasi & sebenarnya tak ada cairan yg disuntikkan ke lengan Jokowi.

Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja


Seiring waktu, dari satu ke tempat yg lain, berkeliling Indonesia, Pak Jokowi mengawal pelaksanaan vaksinasi mengpakai vaksin Sinovac ini. Disisi lain, sebagai bentuk upaya mempercepat pelaksaan vaksin & terbentuknya herd immunity, pemerintah memilih opsi untuk menambah pasokan vaksin dari Inggris bernama vaksin Astrazeneca. Sebagai vaksin yg diproduksi oleh perusahaan dari negara barat, vaksin ini lebih dipercaya oleh masyarakat. Apalagi efikasi vaksin ini lebih tinggi ketimbang efikasi dari vaksin Sinovac buatan Tiongkok.

Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja


Beberapa bulan setelah pelaksanaan vaksin mengpakai vaksin Astrazeneca, banyak isu seputar vaksin ini. Banyak yg mengeluhkan efek samping paska divaksin. Di beberapa negara diluar Indonesia juga ada berita bahwa vaksin ini menyebabkan penggumpalan darah. Bahkan, penggunaannya sempat dihentikan. Puncaknya, saat seorang warga di Jakarta Timur meninggal dunia satu hari paska di suntik vaksin Astrazeneca. Meski belum diketahui secara pasti apakah ada kaitan antara kematiannya dengan vaksin Astrazeneca, sebagai bentuk kehati - hatian, pemerintah memutuskan untuk menghentikan terlebih dahulu penggunaan vaksin Astrazeneca spesifik batch yg sama dengan batch yg disuntikkan pada warga Jakarta Timur yg meninggal tadi.

Spoiler for :
Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja



Sebaliknya, setelah dipakai beberapa bulan, vaksin Sinovac semakin menunjukkan kualitasnya. Meski awalnya sempat dipandang sebelah mata karena dianggap sebagai vaksin yg kurang berkualitas, nyatanya sekarang vaksin ini sanggup mencegah kematian akibat virus covid 19 hingga 100%. Bukan cuma itu, vaksin ini juga diklaim sanggup mencegah rawat inap pasien covid hingga 98%. Juga, terbukti mencegah infeksi akibat virus covid hingga 94%. Sebuah angka yg cukup tinggi. Dan yg terakhir, vaksin ini juga paling sedikit menimbulkan efek samping.

Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja


Angka - angka tersebut diatas tentu saja bukan angka yg ditulis asal - asalan. Tapi berdasarkan pengamatan kepada 25.374 petugas kesehatan di Jakarta yg sudah menerima dua takaran vaksin Sinovac. Hasilnya sesuai data diatas, sangat menggembirakan. Ini merupakan asa baru bagi Indonesia supaya segera keluar dari pandemi ini. Dan sebagai penutup, ane sempat menciptakan polling kecil - kecilan dikalangan teman - teman dekat ane dengan pertanyaan terbuka, yaitu kalau disuruh memilih vaksin Sinovac atau Astrazeneca, 90% diantaranya memilih Sinovac. Mungkin polling ini tidak dapat mewakili pandangan masyarakat Indonesia secara umum, cuma saja karena Sinovac memang tidak banyak menyebabkan efek samping, maka vaksin ini lebih dipilih.

So, buat Gansis yg punya pendapat lain atau pengalaman terkait dengan vaksin, baik vaksin Sinovac maupun Atrazeneca, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar.

Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja


Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja


Disclaimer : Asli tulisan TS
Referensi : Ini & Ini
Sumur Gambar : Om Google


Powerpunk's Threadon Kaskus​


Sinovac, Dulu Dicerca Sekarang Dipuja

Hari ini 13:12
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.