Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.325
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Singapura versus Indonesia, momen Garuda buka jalan ke final.
Pesepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan (kanan) berselebrasi dengan rekannya Irfan Jaya usai menjebol gawang Timnas Malaysia dalam pertandingan grup B Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Minggu (19/12/2021). ANTARA FOTO/Humas PSSI/app/aww.
Jakarta (ANTARA) - Dalam turnamen sepak bola apapun, berhadapan dengan regu tuan rumah tidak pernah mudah & itulah yg dirasakan regu nasional Indonesia saat melawan Singapura pada laga leg perdana semifinal Piala AFF 2020, Rabu (22/12).
Pertandingan tersebut berlangsung mulai pukul 19.30 WIB atau 20.30 waktu setempat di Stadion Nasional, Singapura. Ya, karena pandemi COVID-19, Piala AFF 2020 memang berlangsung terpusat di negara yg merayakan kemerdekaan pada 9 Agustus itu.
Dikabarkan, tiket jatah untuk pendukung Singapura pada laga empat akbar Piala AFF 2020, yg jumlahnya lebih akbar daripada slot regu tamu, sudah habis terjual.
Kondisi itu jadi pembakar semangat para pemain regu nasional Singapura.
"Dukungan fan itu penting bagi kami di lapangan," ujar kiper Singapura, Hassan bin Abdullah Sunny.
Baca juga: Singapura waspadai Indonesia yg tangguh & pantang menyerah
Timnas Indonesia tentu saja mewaspadai dukungan psikologis dari penonton kepada lawannya.
Pelatih skuad "Garuda", Shin Tae-yong pun tak ragu menyebut Singapura lebih diunggulkan karena status tuan rumah mereka.
"Singapura lebih diunggulkan karena mereka tuan rumah penyelenggara turnamen. Jadi kami harus berjuang lebih keras supaya mendapatkan hasil yg bagus," mengatakan Shin.
Singapura, menurut Shin Tae-yong, juga mempunyai kemampuan yg baik sebagai sebuah tim.
Lini depan & bertahan mereka sama-sama bagus & itu dibuktikan dengan kelolosan mereka ke semifinal sebagai peringkat kedua Grup A.
"Artinya, kami tidak dapat lengah sedikit pun saat berlaga nanti," tutur juru strategi asal Korea Selatan tersebut.
Kemenangan pada leg perdana tentu akan membuka lebar jalan Indonesia ke final karena babak gugur Piala AFF 2020 tidak mengenal kentungan gol lawatan meski berlangsung dalam dua leg.
Baca juga: Timnas Indonesia waspadai status tuan rumah Singapura
Unggul
Di atas kertas, Indonesia lebih unggul dibandingkan Singapura pada Piala AFF 2020.
Indonesia merupakan pemenang Grup B, yg disebut-sebut grup "neraka" karena diisi pula oleh Vietnam & Malaysia, dengan catatan tidak pernah kalah dari empat pertandingan.
Timnas Indonesia, dengan ragam strategi & strategi menekan lawannya, sanggup mengemas total 13 gol pada fase grup & cuma kebobolan empat kali. Itu menciptakan skuad "Garuda" untuk sementara jadi regu tersubur di Piala AFF 2020.
Adapun Singapura lolos ke empat akbar sebagai peringkat kedua Grup A. Skuad asuhan pelatih Jepang, Tatsuma Yoshida ini sudah kalah satu kali & cuma sanggup tujuh kali melesakkan bola ke gawang lawan & kemasukan tiga gol.
Memang, sejak tahun 2005, timnas Indonesia tidak memiliki catatan bagus saat berhadapan dengan Singapura. Selama itu, Indonesia cuma meraup dua kemenangan.
Baca juga: Shin Tae-yong minta pemain timnas Indonesia hindari kartu kuning
Pertemuan terakhir kedua regu terjadi di fase grup Piala AFF 2018, yg juga berlangsung di Stadion Nasional, Singapura, di mana timnas Indonesia kalah 0-1.
Namun, sepertinya jejak sejarah itu tak berlaku di Piala AFF 2020. Timnas Indonesia kini sudah berbeda dibandingkan tiga tahun lalu.
Dengan mayoritas pemain berusia di bawah 23 tahun, Indonesia menunjukkan performa energetik di lapangan. Pratama Arhan & kawan-kawan sanggup menerjemahkan strategi dengan baik & melaksanakannya tanpa kenal lelah.
Indonesia pun dipastikan dapat menurunkan semua pemain andalannya. Hanya Ramai Rumakiek yg absen karena akumulasi kartu kuning & Egy Maulana tak dapat bermain karena baru tiba di Singapura pada Selasa (21/12) malam.
Sementara Singapura limbung karena bek kiri andalannya, Shakir Hamzah menderita cedera lutut & diprediksi absen hingga akhir kompetisi. Shakir sebelumnya sering tampil penuh pada tiga laga Grup A sebelum harus mendapatkan perawatan medis saat pertandingan pamungkas versus Thailand.
Absennya Shakir melengkapi derita Singapura yg sebelumnya juga tak dapat menurunkan sayap kanan Gabriel Quak yg terlebih dahulu naik ke meja pengobatan.
Dengan keadaan demikian, peluang Indonesia untuk menaklukkan Singapura pada leg perdana cukup besar.
Witan Sulaeman, Irfan Jaya & Ezra Walian jadi senjata yg berpotensi dipertahankan Shin Tae-yong untuk mengukir skor. Sementara di tengah, Ricky Kambuaya & gelandang bertahan Rachmat Irianto juga sepertinya belum tergantikan.
Sang kapten Evan Dimas mungkin dimainkan setelah jadi cadangan saat timnas menghadapi Vietnam & Malaysia.
Di lini pertahanan, Elkan Baggott layak mendapatkan tempat utama kembali bersama Alfeandra Dewangga yg berperforma stabil. Duo Pratama Arhan sebagai bek kiri & Asnawi Mangkualam Bahar di sisi kanan pun mestinya dipertahankan.
Dari kubu Singapura, pemain yg perlu diwaspadai tentu saja penyerang Ikhsan Fandi yg sudah menciptakan dua gol di Piala AFF 2020.
Ikhsan merupakan pemain yg merumput untuk klub FK Jerv di liga lapis kedua Norwegia.
Selain itu, nama gelandang Shahdan Sulaiman pun perlu mendapatkan perhatian lebih. Shahdan merupakan pemain terbanyak kedua yg melepaskan umpan silang selama fase penyisihan grup. Total dia mengirimkan 22 kali operan silang, cuma lebih sedikit dari pemain Myanmar, Bo Bo Hiang yg menuntaskan 25 kali umpan silang.
Singapura pun fasih dalam memanfaatkan peluang melalui skema bola mati (set piece). Dari tujuh gol yg mereka buat di penyisihan grup, tiga datang dari bola mati dengan rincian dua kali dari tendangan sudut & sisanya sepakan bebas.
Terkait itu, jawaban Indonesia sepertinya ada dalam diri bek bertinggi badan 1,94 meter, Elkan Baggott. Elkan diharapkan sanggup "menyapu" setiap bola lambung yg datang ke pertahanan Indonesia termasuk dari "set piece".
Satu hal yg mungkin dikhawatirkan timnas Indonesia adalah belum tajamnya para penyerang tengah. Dari empat "striker" yg dibawa ke Piala AFF 2020, cuma Ezra Walian yg sudah menciptakan gol, itu pun baru satu. Dedik Setiawan, Kushedya Yudo & Hanis Sagara masih belum menggoreskan namanya di papan skor.
Shin Tae-yong sendiri tidak pernah secara terbuka membicarakan soal penyerangnya. Bagi dia, selama pemain dapat mematuhi taktik, disiplin dalam berlaga & sanggup menolong regu meraih kemenangan, maka tidak masalah siapa saja yg jadi pencetak gol.
Inilah yg jadi alasan kenapa distribusi gol Indonesia menyebar ke pemain sayap, gelandang hingga bek. Pencetak gol terbanyak Indonesia saat ini adalah pemain sayap klub PSS, Irfan Jaya.
Singapura boleh saja mendapatkan dukungan dari penonton tuan rumah. Namun, sadarilah, jumlah suporter Indonesia jauh lebih akbar daripada yg nanti terlihat di Stadion Nasional, Singapura. Mereka mengawal dari depan layar masing-masing, dengan semua pernak-pernik & teriakannya. Semua berujung pada satu harapan: Indonesia menang!
Baca juga: Ketua Umum PSSI: Timnas Indonesia jawab keraguan
Berita diatas dikutip dari internet, jika Singapura versus Indonesia, momen Garuda buka jalan ke final adalah spam, mohon beritahu kami.
Pesepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan (kanan) berselebrasi dengan rekannya Irfan Jaya usai menjebol gawang Timnas Malaysia dalam pertandingan grup B Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Minggu (19/12/2021). ANTARA FOTO/Humas PSSI/app/aww.
Jakarta (ANTARA) - Dalam turnamen sepak bola apapun, berhadapan dengan regu tuan rumah tidak pernah mudah & itulah yg dirasakan regu nasional Indonesia saat melawan Singapura pada laga leg perdana semifinal Piala AFF 2020, Rabu (22/12).
Pertandingan tersebut berlangsung mulai pukul 19.30 WIB atau 20.30 waktu setempat di Stadion Nasional, Singapura. Ya, karena pandemi COVID-19, Piala AFF 2020 memang berlangsung terpusat di negara yg merayakan kemerdekaan pada 9 Agustus itu.
Dikabarkan, tiket jatah untuk pendukung Singapura pada laga empat akbar Piala AFF 2020, yg jumlahnya lebih akbar daripada slot regu tamu, sudah habis terjual.
Kondisi itu jadi pembakar semangat para pemain regu nasional Singapura.
"Dukungan fan itu penting bagi kami di lapangan," ujar kiper Singapura, Hassan bin Abdullah Sunny.
Baca juga: Singapura waspadai Indonesia yg tangguh & pantang menyerah
Timnas Indonesia tentu saja mewaspadai dukungan psikologis dari penonton kepada lawannya.
Pelatih skuad "Garuda", Shin Tae-yong pun tak ragu menyebut Singapura lebih diunggulkan karena status tuan rumah mereka.
"Singapura lebih diunggulkan karena mereka tuan rumah penyelenggara turnamen. Jadi kami harus berjuang lebih keras supaya mendapatkan hasil yg bagus," mengatakan Shin.
Singapura, menurut Shin Tae-yong, juga mempunyai kemampuan yg baik sebagai sebuah tim.
Lini depan & bertahan mereka sama-sama bagus & itu dibuktikan dengan kelolosan mereka ke semifinal sebagai peringkat kedua Grup A.
"Artinya, kami tidak dapat lengah sedikit pun saat berlaga nanti," tutur juru strategi asal Korea Selatan tersebut.
Kemenangan pada leg perdana tentu akan membuka lebar jalan Indonesia ke final karena babak gugur Piala AFF 2020 tidak mengenal kentungan gol lawatan meski berlangsung dalam dua leg.
Baca juga: Timnas Indonesia waspadai status tuan rumah Singapura
Unggul
Di atas kertas, Indonesia lebih unggul dibandingkan Singapura pada Piala AFF 2020.
Indonesia merupakan pemenang Grup B, yg disebut-sebut grup "neraka" karena diisi pula oleh Vietnam & Malaysia, dengan catatan tidak pernah kalah dari empat pertandingan.
Timnas Indonesia, dengan ragam strategi & strategi menekan lawannya, sanggup mengemas total 13 gol pada fase grup & cuma kebobolan empat kali. Itu menciptakan skuad "Garuda" untuk sementara jadi regu tersubur di Piala AFF 2020.
Adapun Singapura lolos ke empat akbar sebagai peringkat kedua Grup A. Skuad asuhan pelatih Jepang, Tatsuma Yoshida ini sudah kalah satu kali & cuma sanggup tujuh kali melesakkan bola ke gawang lawan & kemasukan tiga gol.
Memang, sejak tahun 2005, timnas Indonesia tidak memiliki catatan bagus saat berhadapan dengan Singapura. Selama itu, Indonesia cuma meraup dua kemenangan.
Baca juga: Shin Tae-yong minta pemain timnas Indonesia hindari kartu kuning
Pertemuan terakhir kedua regu terjadi di fase grup Piala AFF 2018, yg juga berlangsung di Stadion Nasional, Singapura, di mana timnas Indonesia kalah 0-1.
Namun, sepertinya jejak sejarah itu tak berlaku di Piala AFF 2020. Timnas Indonesia kini sudah berbeda dibandingkan tiga tahun lalu.
Dengan mayoritas pemain berusia di bawah 23 tahun, Indonesia menunjukkan performa energetik di lapangan. Pratama Arhan & kawan-kawan sanggup menerjemahkan strategi dengan baik & melaksanakannya tanpa kenal lelah.
Indonesia pun dipastikan dapat menurunkan semua pemain andalannya. Hanya Ramai Rumakiek yg absen karena akumulasi kartu kuning & Egy Maulana tak dapat bermain karena baru tiba di Singapura pada Selasa (21/12) malam.
Sementara Singapura limbung karena bek kiri andalannya, Shakir Hamzah menderita cedera lutut & diprediksi absen hingga akhir kompetisi. Shakir sebelumnya sering tampil penuh pada tiga laga Grup A sebelum harus mendapatkan perawatan medis saat pertandingan pamungkas versus Thailand.
Absennya Shakir melengkapi derita Singapura yg sebelumnya juga tak dapat menurunkan sayap kanan Gabriel Quak yg terlebih dahulu naik ke meja pengobatan.
Dengan keadaan demikian, peluang Indonesia untuk menaklukkan Singapura pada leg perdana cukup besar.
Witan Sulaeman, Irfan Jaya & Ezra Walian jadi senjata yg berpotensi dipertahankan Shin Tae-yong untuk mengukir skor. Sementara di tengah, Ricky Kambuaya & gelandang bertahan Rachmat Irianto juga sepertinya belum tergantikan.
Sang kapten Evan Dimas mungkin dimainkan setelah jadi cadangan saat timnas menghadapi Vietnam & Malaysia.
Di lini pertahanan, Elkan Baggott layak mendapatkan tempat utama kembali bersama Alfeandra Dewangga yg berperforma stabil. Duo Pratama Arhan sebagai bek kiri & Asnawi Mangkualam Bahar di sisi kanan pun mestinya dipertahankan.
Dari kubu Singapura, pemain yg perlu diwaspadai tentu saja penyerang Ikhsan Fandi yg sudah menciptakan dua gol di Piala AFF 2020.
Ikhsan merupakan pemain yg merumput untuk klub FK Jerv di liga lapis kedua Norwegia.
Selain itu, nama gelandang Shahdan Sulaiman pun perlu mendapatkan perhatian lebih. Shahdan merupakan pemain terbanyak kedua yg melepaskan umpan silang selama fase penyisihan grup. Total dia mengirimkan 22 kali operan silang, cuma lebih sedikit dari pemain Myanmar, Bo Bo Hiang yg menuntaskan 25 kali umpan silang.
Singapura pun fasih dalam memanfaatkan peluang melalui skema bola mati (set piece). Dari tujuh gol yg mereka buat di penyisihan grup, tiga datang dari bola mati dengan rincian dua kali dari tendangan sudut & sisanya sepakan bebas.
Terkait itu, jawaban Indonesia sepertinya ada dalam diri bek bertinggi badan 1,94 meter, Elkan Baggott. Elkan diharapkan sanggup "menyapu" setiap bola lambung yg datang ke pertahanan Indonesia termasuk dari "set piece".
Satu hal yg mungkin dikhawatirkan timnas Indonesia adalah belum tajamnya para penyerang tengah. Dari empat "striker" yg dibawa ke Piala AFF 2020, cuma Ezra Walian yg sudah menciptakan gol, itu pun baru satu. Dedik Setiawan, Kushedya Yudo & Hanis Sagara masih belum menggoreskan namanya di papan skor.
Shin Tae-yong sendiri tidak pernah secara terbuka membicarakan soal penyerangnya. Bagi dia, selama pemain dapat mematuhi taktik, disiplin dalam berlaga & sanggup menolong regu meraih kemenangan, maka tidak masalah siapa saja yg jadi pencetak gol.
Inilah yg jadi alasan kenapa distribusi gol Indonesia menyebar ke pemain sayap, gelandang hingga bek. Pencetak gol terbanyak Indonesia saat ini adalah pemain sayap klub PSS, Irfan Jaya.
Singapura boleh saja mendapatkan dukungan dari penonton tuan rumah. Namun, sadarilah, jumlah suporter Indonesia jauh lebih akbar daripada yg nanti terlihat di Stadion Nasional, Singapura. Mereka mengawal dari depan layar masing-masing, dengan semua pernak-pernik & teriakannya. Semua berujung pada satu harapan: Indonesia menang!
Baca juga: Ketua Umum PSSI: Timnas Indonesia jawab keraguan
Berita diatas dikutip dari internet, jika Singapura versus Indonesia, momen Garuda buka jalan ke final adalah spam, mohon beritahu kami.