• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sindikat Ini Edarkan Uang Palsu Rp20 Juta

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
I3XZ.jpg
Muzaki dan Rudayat ditangkap petugas Polsek Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat, karena terbukti membuat dan mengedarkan uang palsu pecahan Rp5.000, Rp50 ribu, dan Rp100 ribu.

Kedua pelaku berbagi peran. Muzaki bertugas mengedit dan mencetak uang palsu, sedangkan Rudayat memberi modal sekaligus mengedarkan.

“Mereka sudah enam bulan beraksi, uang yang berhasil diedarkan sudah Rp20 juta,” ujar Kapolsek Babakan Ciparay, Kompol Harli Hardiaman di Mapolsek Babakan Ciparay, Selasa (29/10/2013).

Polisi menyita uang palsu berbagai nominal yang totalnya Rp10 juta, dua printer, alat sablon, kertas, dan lainnya.

Harli menambahkan, kasus ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari warga yang curiga dengan uang kertas seperti habis disablon. Berdasarkan pendalaman kasus, polisi berhasil menangkap Muzaki.

“Setelah dikembangkan, kami menangkap tersangka lainnya di Kabupaten Bandung,” jelasnya.

Polisi masih memburu Rio yang merupakan pemesan uang palsu dari Rudayat.

Atas perbuatan tersebut, dua pelaku dijerat Pasal 244 KUHP tentang Pemalsuan Uang. “Ancaman hukumannya di atas lima tahun,” sebutnya.

Sementara itu, Rudayat mengaku terpaksa membuat uang palsu karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sehari-hari, ia bekerja sebagai penjual barang antik di kawasan Astanaanyar, Kota Bandung. "Untuk Rp1 juta, uang palsunya saya jual Rp500 ribu," kata pria lima anak itu.

Untuk mencetak uang palsu, Rudayat mengeluarkan modal Rp10 juta. "Itu uang modalnya dari hasil jualan barang-barang antik," tutur Rudayat.

Di kesempatan yang sama, Muzaki mengaku hanya mendapat upah Rp300 ribu sekali mencetak uang palsu. "Saya baru dua kali mencetak," paparnya.

Ia terpaksa ikut bekerja dengan Rudayat karena masih menganggur. "Saya sudah lama enggak kerja," pungkasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.